Eksotis Hot Spring Tinggi Raja

    0
    209 views

    209 views

    Oleh Ekolin/Herawati Munthe
    MONALISA | – Sumatera Utara memiliki beraneka ragam keindahan obyek wisata yang telah terkenal di manca negara.Dari sekian banyak daerah wisata seperti  Danau Toba,Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara masih banyak menyimpan sejumlah obyek wisata eksotis yang belum begitu diketahui masyarakat indonesia.Apa lagi lokasi wisata alam yang menjakjubkan membuat  mata pecinta traveling  tercengang dan berdecak kagum.

    Kawah Putih Tinggi Raja,terletak di Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun,untuk menuju kelokasi para Traveling harus menempuh jarak  103 Km dari Kota Pematangsiantar dengan waktu tempuh tiga jam setengah dengan medan yang cukup sulit dilalui kenderaan roda empat.Dolok Marawa termasuk Desa terisolir,pasalnya prasarana inprastruktur pendukung menuju kelokasi sangat jauh ketinggalan dengan desa desa lainnya yang ada di simalungun.Akibatnya objek wisata eksotis bagaikan serpihan sorga yang jatuh kebumi ini lambat-laun semangkin memprihatinkan dari kunjungan wisatawan.

    Kawah Putih Tinggi Raja agar dapat menjadi objek wisata go internasional,perlu adanya sentuhan-sentuhan dingin pemangku kepentingan dan tidak lupa mengedepankan kearifan lokal masyarakat sekitar.Kehebatan ferporma Kawah Putih Tinggi Raja berhasil meyentak kehadiran Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM untuk melihat dari dekat kondisi lokasi Hot Spring aset wisata Kabupaten Simalungun yang terletak dilokasi Hutan Cagar Alam yang namanya telah begitu terkenal di Media Sosial.

    Kehadiran orang nomor satu di Simalungun ini ternyata membawa berkah buat masyarakat Dolok Marawa,tepat diatas Kawah Putih Bupati Simalungun dan disaksikan masyarakat telah berjanji dalam waktu dekat akan membangun inprastuktur dan membebaskan kawasan Cagar Alam tersebut seluas 10 Ha sebagai desa wisata.” Saya siapkan anggaran untuk membangun inprastuktur dan pembebasan lahan seluas 10 Ha sebagai lokasi wisata,secepatnya jalan yang rusak parah ini menuju lokasi akan segera dibangun.” Ujar Bupati disambut gembira oleh seluruh masyarakat Dolok Marawa.

    Obyek Wisata ini belum terekplorasi dengan baik ( Judul Kecil )

    Obyek wisata ini belum terekplorasi dengan baik, berada di tengah-tengah kawasan hutan pohon yang tinggi-tinggi membuat obyek wisata ini belum sangat dikenal. Kawah Putih Tinggi Raja yang terdapat di cagar alam seluas 176 hektare dan memliki lahan kawah seluas 4 hektare ini bagai mutiara di dalam lumpur. Tidak dapat dipercaya di tengah-tengah lebatnya hutan dan jalan untuk menuju kawah yang tidak begitu mulus terdapat keindahan yang mengagumkan, pengunjung pun akan dibuat terpesona dengan keindahan bukit putih kapur dan aliran air panas yang keindahanya menyerupai putih salju.

    Sumber air panas yang mencapai suhu sekitar 90 derajat celcius Kawah Putih Tinggi Raja ini berasal dari bukit-bukit kecil yang ada di daerah tersebut, sehingga air panas itu bisa untuk merebus telur hingga matang. Aliran air panas mengalir diantara bebatuan kapur yang berundak-undak, peristiwa ini menjadikan batuan tersebut menjadi putih bersih seperti salju. Sebagian orang menyebutnya dengan Salju Panas.

    Ada empat tempat yang bisa di kunjungi di area obyek wisata ini. Yang pertama adalah bukit kapur yang dilalui oleh aliran air panas yang membuat bebatuan ini menjadi indah dipandang mata dan membentuk danau biru, ada juga keindahan karpet alam yang terbentuk dari aliran sungai yang berlumut yang dilewati air panas menjadikan bebatuan tersebut seperti sebuah karpet yang berwarna hijau keputihan. Diatas juga terdapat sebuah kolam alam yang berluas tidak cukup besar yang mengeluarkan sumber air panas yang nampak bergelembung dari dasar kolam, yang tentunya pengunjung dilarang mandi di area itu. Aliran air panas yang melalui semak-semak pepohonan yang mengering dan berkumpul menjadi satu membentuk sebuah danau yang berwarna biru kehijauan yang amat cantik.

    Berita Terkait: 👉  Objek Wisata Alam Sampuran Siringgare Di Tapteng Dipadati Pengunjung Pengunjung Harapkan Perhatian Pemkab Tapteng Untuk Pembangunan Akses Jalan

    Tempat kedua berada di bawah tebing. Disini pengunjung bisa menikmati atau bermandi air. Terdapat sebuah aliran sungai yang sejuk dan air terjun yang mengalir dari bukit di atas menjadikan tempat ini tujuan berendam setelah pengunjung menikmati keindahan air panas diatas. Sumber air panas ini dipercaya mengandung belerang yang baik bagi kesehatan kulit bila dipakai untuk mandi atau sekedar untuk membasuh anggota badan.

    Tempat ketiga hampir sama dengan Danau kawah Biru,Namun Kawah putih air panas yang keluar dari perut bumi tidak berkumpul,tapi mengalir turun kelereng dengan meninggalkan endapan lumpur putih kekuningan disepanjang parit parit kecil menuju lereng bukit melintasi hutan.Perbedaan di kawah biru,kawah putih membentuk dataran seperti batu kapur endapan larva dingin bercampur belerang,air panas yang menyembur dari perut bumi tersebut  rerap sama jernihnya seperti air di kawah biru.

    Dan tempat terakhir,wisatawan dapat meyaksikan fenomena alam,akibat evolusi yang terjadi di danau tersebut terdapat jenis ikan yang hidup dalam dua suhu,yaitu panas dan dingin,banyak potensi alam yang dapat disajikan bagi wisatawan apa bila objek wisata ini benar benar dikelola dengan baik sehingga dapat menjadi objek wisata andalan sumatera utara terkhusus Kabupaten Simalungun dan nantinya akan menjadi tujuan utama pecinta traveling.Akhirnya program pemerintah membangun Desa Menuju Desa Mandiri dapat tercapai.

    Legenda Raja Purba Silangit (Judul Kecil)

    Seperti daerah daerah lain di indonesia,Kabupaten Simalungun Sumatera Utara memiliki beragam cerita legenda.Kali ini Tim MONALISA menelusuri Nagori Dolok Warawa Kecamatan  Silau Kahean,salah satu potensi alam yang menjadi legenda yaitu  gunung Tinggi Raja.Dengan menempuh perjalanan lebih kurang 10 Km dari kota Kecamatan akhirnya Tim sampai dilokasi,Di sekitar Gunung Tinggi Raja terhampar hutan lebat dan pemandangan alam yang indah, penuh dengan tumbuhan bunga hutan beraneka warna.

    Tim Monalisa didampingi Pangulu Dolok Marawa Marsen Sahat Sipayung,Sekdes Jhon T Sinaga,Kaur Pemerintahan Aldi M Saragih,Gamot Huta I Sahat M Sipayung,Tokoh Masyarakat Amsah P Saragih,dan Mastiaman Sipayung.Dipuncak gunung tinggi raja semua Tim MONALISA berdecak kagum,bagaimana tidak.danau biru terbentang dengan kawah putih dan air panasnya selalu mengeluarkan asap.sungguh menakjubkan karya cipta yang maha kuasa ini.

    Setelah usai Tim Monalisa mengambil dokumentasi dilokasi Danau,ternyata ada cerita yang melegenda dibalik munculnya Air panas Kawah Putih Tinggi Raja.Menurut cerita,smabil duduk santai ditepian danau Pangulu Dolok Marawa Marsen Sahat Sipayung mengatakan, pada zaman dahulu kala, kawasan tempat berdirinya Gunung Tinggi Raja adalah suatu kerajaan kecil yang dipimpin oleh Raja Purba Silangit. Dari permaisuri dan selir-selirnya, Raja Purba Silangit memperoleh beberapa orang putri cantik. Salah seorang diantaranya yaitu, putri dari permaisuri, luar biasa cantik parasnya. Oleh karena itu, putri itu sangat disayangi oleh Raja Purba Silangit dan permaisurinya.

    Berita Terkait: 👉  Objek Wisata Alam Sampuran Siringgare Di Tapteng Dipadati Pengunjung Pengunjung Harapkan Perhatian Pemkab Tapteng Untuk Pembangunan Akses Jalan

    Pada suatu masa!,terang Marsen.tibalah saatnya untuk menyelenggarakan upacar menanam padi di ladang kepunyaan Raja Purba Silangit. Raja dan permaisuri beserta selirnya, disertai oleh putri-putri mereka bersama penduduk kerajaan ikut di dalam upacara menanam padi. Akan tetapi, putri Raja Purba Silangit yang sangat cantik itu tidak diperkenankan ikut dalam upacara itu. Permaisuri dan Raja Purba Silangit khawatir putrinya yang sangat cantik itu akan kelelahan dan rusak kulitnya disengat matahari. Meskipun sang Putri meminta agar diperkenankan ikut, permintaanya itu tetap ditolak oleh Raja Purba Silangit dan permaisurinya.
    Setelah semua orang pergi mengikuti upacara menanam padi, tinggallah sang Putri di istana yang bernama Rumah Bolon. Karena sangat pedih ditinggalkan semua orang, menagislah Putri tersedu-sedu. Mendengar suara tangisan Putri, datanglah Neneknya, yaitu Ibu Purba Silangit. Sang Nenek menanyakan mengapa sang Putri menangis.“Hamba ingin sekali ikut ke ladang menghadiri upacara menanam padi, tetapi tidak diperkenankan oleh Ayah dan Ibu,” kata sang Putri.ujar Marsen.

    Mendengar keterangan cucu kesayangannya itu, ibalah hati sang Nenek melihat sang Putri.

    “Apakah sang Putri masih ingin pergi ke ladang melihat orang yang melakukan upacara menanam padi di sana?” tanya sang Nenek.“Hamba ingin sekali melihat upacara itu karena selama ini hamba tidak diperbolehkan pergi kemana-mana. Di pihak lain, saudara-saudara hamba yang lain selalu bebas pergi ke mana saja mereka suka,” kata sang Putri.

    Untuk memenuhi keinginan cucu kesayangannya itu, sang Nenek menyuruh sang Putri memasak air di kuali yang besar sekali. Ke dalam kuali itu harus pula dimasukkan daging.Semua yang disuruh neneknya itu dikerjakan oleh sang Putri.

    Setelah air dalam kuali yang sangat besar itu mendidih dan daging yang di dalamnya menjadi lembek, disuruh neneknyalah sang Putri masuk ke air mendidih itu. Karena sang Putri yakin Neneknya itu tidak akan mencelakakan dirinya, masuklah dia ke dalam kuali yang berisi air mendidih.

    Beberapa saat setelah sang Putri tenggelam dalam air yang mendidih itu, terjelmalah dia menjadi seekor merpati yang cantik sekali. Kemudian, merpati itu terbang menuju ladang ayahnya Raja Purba Silangit. Tak lama kemudian, tampaklah merpati itu terbang berputar-putar di atas orang ramai yang sedang melakukan upacara menanam padi di ladang itu.

    Sambil terus terbang berputar-putar di angkasa, burung merpati itu bernyanyi. Orang banyak jadi tercengang mendengar nyanyian merpati itu. Mereka pun teringat kepada sang Putri yang mereka tinggalkan di istana sebab suara merpati itu menyerupai suara sang Putri. Kemudian, mereka sadar bahwa mereka sudah lupa menyuruh mengantar makanan untuk sang putri dan ibu Raja Purba Silangit yang ditinggal di istana.

    Raja Purba Silangit segera menyuruh seseorang agar pergi mengantar makanan istana untuk ibu dan putrinya. Dalam upacara menanam padi itu berbagi makanan sengaja dimasak untuk orang banyak yang ikut dalam upacara itu. Orang yang disuruh Raja Purba Silangit mengantar makanan itu sengaja memilih makanan yang paling enak dan dibawanya ke istana.

    Berita Terkait: 👉  Objek Wisata Alam Sampuran Siringgare Di Tapteng Dipadati Pengunjung Pengunjung Harapkan Perhatian Pemkab Tapteng Untuk Pembangunan Akses Jalan

    Akan tetapi, di tengah jalan menuju istana sebagian besar makanan itu dilahapnya. Kemudian sisa-sisanya dia serahkan pada Ibu Raja Purba Silangit yang sudah lapar karena makanan lama sekali baru diantarkan untuknya.

    Ketika Ibu Raja Purba Silangit mengetahui bahwa makanan yang diberikan kepadanya adalah sisa-sisa, maka perasaannya tersinggung dan dia jadi murka sekali. Oleh karena itu, pergilah dia menangkap seekor kucing. Kemudian, kepala kucing itu diikatnya dengan kain pengikat kepala yang biasa dipakai oleh perempuan kalau melakukan tarian adat. Setelah itu, dia dipanggil beberapa orang anak-anak untuk mengikuti ke balai pertemuan yang terletak dekat istana.

    Setelah mereka berada di balai pertemuan itu,disuruh anak-anak itu memainkan gendang yang terdapat di tempat itu. Dengan iringan bunyi gendang yang dimainkan anak-anak itu, kucing yang dibawanya dia suruh menari-nari. Lalu menari-narilah kucing itu mengikuti irama gendang adat yang dimainkan anak-anak itu tak lama kemudian, awan gelap mulai menutupi lubang-lubang tanah yang terbelah itu memancar air panas. Makin lama, goncangan gempa itu semakin kuat dan bertambah banyak tanah yang terbelah dan runtuh. Air panas yang tersembur dari dalam tanah mengalir kemana-mana.

    Mereka yang sedang melakukan upacara menanam padi di ladang Raja Purba Silangit menjasi ketakutan dan berlari kesana kemari untuk menyelamatkan diri. Namun, tak seorang pun dari mereka yang berhasil menyelamatkan diri. Semuanya hilang ditelan bumi. Setelah sekian jam digoncang gempa, lenyaplah kerajaan Raja Purba Silangit bersama semua pengisinya.

    Kemudian, sebagai gantinya terbentuklah sebuah gunung di bekas tempat kerajaan itu. Di kemudian hari, gunung itu dinamakan orang Gunung Tinggi Raja.Puluhan tahun kemudian setelah kejadian gempa itu, disekitar Gunung Tinggi Raja tumbuh hutan lebat. Ditengah-tengah hutan itu terdapat banyak bunga yang berwarna-warni. Bunga-bunga itu merupakan penjelmaan dari permaisuri dan para selir Raja Purba Silangit.

    Di kawasan itu terdapat pula tanah membukit yang bentuknya menyerupai bangunan istana yang disebut Rumah Bolon. Selain itu, terdapat pula unggukan tanah yang bentuknya menyerupai lesung besar yang pada zaman dahulu terdapat di kerajaan Raja Purba Silangit.Hingga sekarang legenda itu masih ada.

    ” Inilah salah satu legenda Gunung Tinggi Raja,banyak tempat yang masih orsinil bagi pecinta alam,kalau ini dekelola dengan baik seperti apa yang telah disampaikan Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM sudah dapat dipastikan ekonomi masyarakat disini pasti akan meningkat terkhusus ekonomi keluarga,kita berdoa apa yang telah disampaikan Bupati beberapa waktu lalu dapat terwujud,paling tidak untuk pertama yang harus dibangun akses tranportasinya dahulu yang harus dibenahi.” Ujarnya,sekalian mengajak Tim untuk turun dari puncak gunung Tinggi Raja yang menyimpan keindahan alam semula jadi.(*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here