Pasokan Bahan Pokok di Simalungun Tetap Aman Meski Mendekati Bulan Puasa

0
117 views

117 views
MONALISA NEWS | SIMALUNGUN| – Curah hujan terus membasahi Sumatera Utara khususnya Kabupaten Simalungun, meski demikian pihak pemerintahan Kabupaten Simalungun melalui dinas pertanian dan dinas perindustrian dan perdagangan memastikan kebutuhan bahan pokok masih dalam batas aman.

 

Hal ini diutarakan oleh Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Pemkab Simalungun Hotmaida Sihaloho yang mengatakan bila pasokan hingga akhir tahun sangat mencukupi, meskipun curah hujan terus melanda Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

 

“Bila dilihat dari tahun ke tahun, meskipun cuaca sangat ekstrem dalam hal hujan maka jauh sebelumnya sudah dilakukan pengendalian dari sisi hama penyakit, persoalan racun apalagi dengan kondisi hujan yang tinggi seperti ini bisa membuat para petani gagal panen,” ucapnya di Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa lalu.

 

Kepastian ini juga terlihat dari data tahun ke tahun yang diperoleh oleh dinas pertanian Pemkab Simalungun, Sumatera Utara seperti padi, jagung, umbi-umbian, kedelai, kacang-kacangan, bawang merah, cabai, hingga tomat  mengalami kenaikan. Di mana, untuk padi sawah hasil produksi per ton di 2011 sebesar (471.163 ton) sedangkan padi ladang (39.883 ton), jagung (371.064 ton), kedelai (327 ton), kacang tanah (1.378 ton), kacang hijau (305 ton), ubi jalar (34.148 ton), ubi kayu (34.955 ton), bawang merah (5.915 ton), cabai besar (17.126 ton), cabai rawit (13.856 ton), tomat (21.257 ton),

 

Lalu, di 2012, padi sawah (440.992 ton) sedangkan padi ladang (481.177 ton),  jagung (7.643 ton), kedelai (334 ton), kacang tanah (10 ton), kacang hijau (329 ton), ubi jalar (41.531 ton), ubi kayu (336.555 ton), bawang merah (5.683 ton), cabai besar (35.304 ton), cabai rawit (9509 ton), tomat (10.892 ton).

 

Sementara itu di 2013 yakni padi sawah (449.779 ton), padi ladang (41.059 ton), jagung (279.612 ton), kacang tanah (1.674 ton), kacang hijau (203 ton), ubi jalar (26.425 ton), ubi kayu (371.468 ton), bawang merah (1.900 ton), cabai besar (25.094 ton), cabai rawit (8.395 ton), tomat (9.753 ton).

 

Di 2014 untuk padi sawah (526.330 ton), padi ladang (576.310 ton), jagung (13.509 ton), kedelai (852 ton), kacang tanah (519 ton), kacang hijau (220 ton), ubi jalar (13.807 ton), ubi kayu (380.354 ton), bawang merah (1.602 ton), cabai besar (11.942 ton), cabai rawit (4.864 ton), tomat (12.062 ton)

 

Untuk di 2015, yakni padi sawah (535.804 ton), padi ladang (593.387 ton), jagung (381.686 ton), kedelai (44 ton), kacang tanah (1.805 ton), kacang hijau (293 ton), ubi jalar (35.080 ton), ubi kayu (680.929 ton), bawang merah (1.602 ton), cabai besar (11.942 ton), cabai rawit (4.864 ton), tomat (12.062 ton), bawang merah (2.167 ton), cabai besar (27.013 ton), cabai rawit (8.853 ton), tomat (15.723 ton),

 

Terakhir di 2016 melalui Angka Sementara (ASEM) dan Angka Pragnosa tahun 2017 di mana untuk padi  (582.967 ton), jagung (454.489 ton), kedelai (434,1 ton), kacang tanah (1.943,9 ton), kacang hijau (113,7 ton),  ubi kayu (339.667 ton), ubi jalar (39.272,8 ton). Lantas untuk perhitungan produksi  bawang merah, cabai besar, cabai rawit, hingga tomat masih dalam perhitungan kuintal, untuk bawang merah (25.421 kuintal), cabai besar (332.263 kuintal), cabai rawit (86.153 kuintal), dan tomat (201.138 kuintal).

 

“Kita juga melakukan perawatan terhadap tumbuhan atau tanaman yang menghasilkan kebutuhan bahan pokok dengan meingkatkan perawatan yang dilakukan dua hingga tiga kali dalam satu hari, hal ini demi mencegah gagal panen yang ada di kawasan pertanian di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,” bebernya lagi.

 

Lanjut Hotmaida Sihaloho, bila berdasarkan dari pengalaman harga cabai yang naik hingga Rp65 ribu per kilo dari harga di pajak (pasar-red) maka pihaknya mulai melakukan cara yang alami dengan menggunakan trikogarma yakni hama yang sudah dikembang biakkan demi melawan datangnya hama yang bisa menyebabkan gagal panen.

 

“Untuk sisi pertanian, Kabupaten Simalungun menjadi urutan kedua setelah Lahat dan di tempat ketiga yakni Deli Serdang jika dilihat ukuran provinsi Sumatera Utara. Hasil komoditas inilah yang terus dipertahankan oleh Bupati Simalungun JR Saragih dalam kinerja semangat baru Sumatera Utara,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Simalungun Harmedin Saragih  Demi meminimalisir kenaikan harga maka pihaknya terus berupaya mengadakan pasar murah sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

 

“Tak lama lagi mendekati bulan puasa, otomatis dengan melalui kegiatan pasar murah yang dilakukan Bapak JR Saragih bisa memenuhi kuota kebutuhan pokok di masyarakat dengan baik sehingga persoalan kenaikan harga bisa teratasi dengan baik,” lanjutnya.

 

 Tak hanya itu saja, pihak DPRD Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara yang membidangi persoalan kebutuhan pokok dalam hal ini Komisi II DPRD Kabupaten Simalungun agar kebutuhan pokok yang ada di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara bisa terkontrol dengan benar sehingga masyarakat bisa merasakan kemudahan dalam menggapai kebutuhan pokok.

 

“Kita berharap pemerintahan Kabupaten Simalungun bisa mempersiapkan secara matang perihal stok kebutuhan pokok apalagi tak lama lagi bulan Ramadan sehingga harga di pasaran tidak melambung tinggi,” tukasnya.(Rel)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY