Walikota Sibolga Sampaikan LKPj 2016

0
117 views

Oleh : Haris Sikumbang

Monalisa News.Com | SIBOLGA |– Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Sibolga TA 2016, pada rapat paripurna DPRD Sibolga yang digelar Selasa (11/4) di gedung DPRD Sibolga.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Sibolga, Tonny Agustinus Lumbantobing dan didampingi dua orang wakilnya,  dihadiri segenap anggota dewan, Wakil Walikota Edi Polo Sitanggang, unsur FKPD, pimpinan SKPD, camat dan lurah se Kota Siblga.


Tonny Agustinus mengungkapkan, LKPj Walikota Sibolga tahun 2016 tersebut, merupakan LKPj pertama disampaikan Walikota M Syarfi Hutauruk pada periode kedua masa kepemimpinannya. Berisikan hasil capaian program dan kinerja Walikota Sibolga selama tahun 2016, sebagaimana visi dan misi mewujudkan masyarakat Sibolga yang sejahtera maju dan berdaya saing.


Walikota mengungkapkan, penyampaian LKPj merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 3/2007, tentang laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada pemerintah, laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD, dan informasi laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat.


“Secara umum, laporan keuangan APBD Sibolga tahun 2016, realisasi pendapatan daerah mencapai 92,30% yaitu, sebesar Rp 623,4 miliar dari rencana sebesar Rp 675,4 miliar. Hal itu meliputi, realisasi penerimaan PAD sebesar Rp 68,5 miliar, dari Rp 68,04 miliar (100,75%), realisasi pajak daerah, Rp 7,5 miliar, dari Rp 7,6 miliar (99,49%),” papar Syarfi).


Kemudian, realisasi penerimaan retribusi daerah Rp 4,4 miliar, dari Rp 4,5 miliar (96,45%), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang disahkan, Rp9,4 miliar dari Rp 8,6 miliar (109,69%). Lain-lain PAD yang sah Rp 47,05 miliar, dari Rp 47,1 miliar (99,70%).

Realisasi penerimaan dana perimbangan Rp 530,4 miliar, dari rencana penerimaan sebesar Rp 578,9 miliar. Realisasi dana bagi hasil pajak Rp 15,3 miliar dari Rp 23,2 miliar (65,92%), dana bagi hasil bukan pajak Rp 1,7 miliar, dari Rp 2,2 miliar (77,63%).


Realisasi penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 412,8 miliar (100%), Dana Alokasi Khusus (DAK) terealisasi Rp 100,5 miliar, dari Rp 140,6 miliar (71,52%), lain-lain pendapatan yang sah Rp 24,4 miliar, dari Rp 28,4 miliar (85,91%), dana bagi hasil pajak provinsi dan daerah lainnya, Rp 17,9 miliar (100%). Bantuan keuangan provinsi atau pemerintah daerah lainnya, Rp 1,4 miliar, dari Rp 5,5 miliar (27%), dana insentif daerah Rp 5 miliar (100%).


“Rencana belanja pemerintah daerah sebesar Rp 765,5 miliar, terealisasi sebesar Rp 689,6 miliar atau 90,9%. Meliputi, belanja tidak langsung sebesar Rp 281,6 miliar, dan terealisasi sebesar Rp 271,1 miliar atau 96%, belanja pegawai sebesar Rp 262,7 miliar, realisasi Rp 255,3 miliar, atau 97,18%. Belanja hibah sebesar Rp 7,2 miliar, terealisasi sebesar Rp 5,8 miliar atau 75,30%, belanja bantuan sosial Rp 10,2 miliar, realisasinya sebesar Rp 9,2 miliar atau 90,34%,” katanya.


Sedangkan, belanja langsung direncanakan sebesar Rp 483,8 miliar, terealisasi sebesar Rp 418,5 miliar atau 86,50%, belanja pegawai sebesar Rp 60,7 miliar dan terealisasi sebesar Rp 55,4 miliar, atau 91,24%, belanja barang dan jasa sebesar Rp 203 miliar, realisasinya sebesar Rp 177,7 miliar atau 87,55%, belanja modal sebesar Rp 220 miliar, terealisasi sebesar Rp 185,3 miliar atau 84,23%.


“Kami menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kota Sibolga, kiranya pandangan serta evaluasi dari DPRD akan kami jadikan sebagai bahan kajian dimasa yang akan datang,” tutup Syarfi.(*

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan, RSUD Djasamen Saragih Tandatangani Kominten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here