Bangkit Menggapai Mimpi

0
248 views

248 views
 

Oleh BaBE


Monalisanews.com | – Ibnu Habibi, pria kelahiran Kandangan Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.memulai pendidikan di SD Inpres Kandangan (1992-1998). Selanjutnya pada tingkatan SMP menempuh pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren Darul Arafah (1998-2001).

Di pesantren inilah Ibnu Habibi muda mulai ditempa dengan pendidikan agama yang cukup kental ,Disinilah Ibnu mulai menyadari pentingnya menjaga tradisi, dan memahami karakter Islam Nusantara, dan mulai dari sini pulalah Ibnu mulai belajar berorganisasi.Setamat Tsanawiyah Pondok Pesantren Darul Arafah,Ibnu masih melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Perguruan Islam (2003 – 2004).

 

Tempaan Pondok Pesantren Darul Arafah membuat Ibnu memahami pentingnya berpikir rasional dan berkemajuan.Setelah menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Aliyah , Ibnu melanjutkan kuliah di Institut Agama Islam Negeri Medan (IAIN) (2004 – 2008 ) .Pengalaman sebagai aktivis di (PMII) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mendorong Ibnu untuk selalu aktif sebagai aktivis.

 

Dengan ketekunannya dalam berorganisasi dan pengalamannya,Ibnu pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Kota Medan,perjalanan Ibnu dalam berorganisasi semangkin melejit,sebagai orang muda yang enegik,Ibnu menjabat sebagai Sekretaris Jendral Satma IPK IAIN kota Medan.Namun Ibnu yang mulai memiliki wawasan dan aktif dalam setiap organisasi yang dijabatnya,Ibnu akhirnya menjabat Ketua Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Lokus IAIN Medan.

Perjalanan karir Ibnu tidak berhenti sampai disitu.Selain itu, ia juga turut aktif di lembaga kemahasiswaan intra kampus. Kemampuan kepemimpinan dan manajerial Ibnu sudah semakin teruji dengan terpilihnya dia sebagai Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Simalungun.

 

Disaat generasi muda ingin menggerakkan jari – jemarinya menuliskan sejarah bagi negeri ini, ketika itu pula sebuah tujuan meretaskan sebuah harapan, meretaskan mimpi dalam tangisan, ketika itu pula janji dan amanah bernilai ekonomis tinggi, diantara itu tersirat sebuah harapan munculnya pemimpin sejati dari pertarungan abadi.

Berita Terkait: 👉  Pengaduan Masyarakat Nagori Bah Jambi II Huta Banjar Kab Simalungun Belum Juga Ditanggapi Kejaksaan Simalungun

 

Pemimpin harus memiliki kemampuan menggerakkan, dan menanamkan kepercayaan pada orang lain atau sekelompok orang guna mencapai keinginan yang diwujudkan. Sebagai pemuda.Ibnu Habibi dituntut untuk menjadi seorang pemimpin sejak dini. Mengapa, karena jika suatu saat nanti regenerasi kepemimpinan suatu bangsa, kita sudah siap menjalaninya dengan sepenuh hati, serta memiliki integritas yang kuat dan semangat yang ambisi.

 

Sebagai Pemuda dan Ketua GP Ansor,Ibnu harus peka sebagai agent of control dan agent of change perpolitikan di Indonesia, meluruskan bilamana pengelolaan negara melenceng dari koridor cita – cita bangsa Indonesia dan bilamana pula terjadi penyalahgunaan wewenang yang justru akan menciderai empat pilar kebangsaan yang harus kita junjung tinggi menuju Indonesia emas. Karena pemuda harus paham dan mengerti politik karena pemuda adalah satu – satunya senjata bangsa Indonesia menuju orientasi yang lebih baik dan ini ialah harga mati.(Bersambung)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here