Hari Libur ,Manager Paksa Karyawan Panen

0
329 views

329 views
Oleh : Sudirman

Monalisanews. com – Tanah Jawa- Hari Jumat (14-4-2017) ditetapkan sebagai libur Nasional terkhusus bagi umat nasrani untuk mengenang kembali wafatnya nabi Isa As,ternyata tidak menjadi halangan bagi karyawan Perkebunan Nusantara IV Kebun Marihat Afd III Kecamatan Tanah Jawa 

Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Hal ini tetap mereka lakukan untuk bekerja memenuhi target yang telah dibebankan oleh Manager, melalui Asisten dan mandor Afd.Hari libur nasional yang seyogianya menjadi hak karyawan untuk berkumpul dengan keluarga tidak mereka dapatkan, oleh karena tekanan yang diberikan pihak manajemen perusahaan.

Sugimin didampingi istri tercintanya, saat di temui monalisa dilokasi blok kebun sawit yang menjadi lahan panennya sekitar pukul 12.00 wib mengatakan, untuk hari hari libur nasional seperti hari ini panen yang dihasilkan P nol, artinya tidak ada potongan seperti hari biasa,” kalau libur seperti ini,hasil panen yang kita dapatkan dikali dua,nak intoee kiro kiro wolungpuloh janjang, yo dikali loro (kalau dapatnya 80 janjang ya di kali 2) iku bonuse yang kita dapat,” terang gimin campur bahasa jawa.

Gimin juga merasa kesal atas perintah pimpinan manen pada hari libur nasional seperti ini, walaupun hasil panen di lipat gandakan oleh manajeman perusahaan.

“kalau hasil panen beda dengan hari biasa, hasilnya dua kali lipat. Tapi inikan tidak menjadi ukuran apa lagi kita bekerjaan diperusahaan ini seminggu enam hari kerja, satu hari libur dan itu setiap hari minggu, libur inilah kita manfaatkan sebaik baiknya. “ujar gimin didampingi istrinya.

“uda perintah pimpinan pak, ya harus kita kerjakan, walau hari libur nasional sama kami karyawan kecil ini ga bisa menolak, mau tidak mau suka tidak suka.kerja harus kita laksanakan.sebenarnya kami ngiri dengan karyawan lain, hari libur nasional bisa rehat dan kumpul sama keluarga saling bersilaturrahmi,” ujarnya.

HLembur yang mereka dapat tidak dibayar  kontan oleh perusahaan tapi diakumulasi degan gaji yamg mereka dapat pada awal bulan.” bonuse yo engko di bayar, nak wes  gajian bulan depan,ora saiki.kalau saat ini juga dibayar, yo seneng.pas.. ora ene duit koyok ngene, syukur alhamdullillah.” jelas giman manen dibloknya didampingi  istri 

Senada dikatakan, hartono, kalau kami bang, da gak bisa bilang lagi, tapi karena da perintah pimpinan ya harus dikerjakan.”libur nasional seperti ini, paling tidak bisa buat kita istrahat tapi kenyataannya, abang boleh lihat masih berapa gawang lagi harus dipanen,da jam segini belum selesai, ” terang hartono dengan keringat membasahi tubuh kurusnya.

Hartono berharap, bukan hanya target pimpinan yang menjadi prioritas utama, tapi paling tidak karyawan panen yang harus bekerja pada saat libur nasional seperti ini juga turut diperhatikan, paling tidak dibagi konsumsi untuk menambah semangat kami bekerja. ” inilah bang kalau kerja dibawah tekanan, pimpinan tidak pernah memperhatikan kondisi bawahan.mereka hanya minta target harus tercapai.makanya libur gini kita diperintah manen, “ujarnya.


Hartono yang sudah lima belas tahun bekerja di perkebunan marihat harus pasrah dan bertanggung jawab atas tugas yang dibebankannya. ” ini uda tanggung jawab kita sebagai karyawan,” ungkapnya.

Ditanya tentang hasil panen apakah langsung diangkut ke pabrik, hartono mengatakan, “belum, karena buah restan masih banyak belum diangkut,tapi kita diperintah untuk manen walau hari libur nasional.kalau tingkat kehilangan cukup besar, resiko pemanen kalau hilang dilapangan tanggung jawab centeng dan pemanen, “terangnya.

Sementara itu, crew monalisanews.commenyambangi kantor Afd III kebun marihat tampak tertutup tidak ada satupun staf bekerja dikantor tersebut. “ini hari libur pak, ga ada staf yang kerja, “ujar warga yang kebetulan melintas.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Rakerda DPD IPK Karo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here