Ka BNNP Sumut : “Penagangan Kasus Narkoba Baru 2,6%

0
147 views


 Al Garingging

Monalisanews.com  | Tebingtinggi | – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara Brigjen Andi Loedianto mengingatkan, peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Provinsi Sumatera Utara terbilang cukup tinggi, untuk tingkat nasional dari 14 juta penduduk, sebanyak 350.000 orang merupakan pengguna.

“Ukuran narkoba yang masuk ke Sumatera Utara dan beredar bukan lagi kilogram tetapi sudah merupakan ton, dan selama tahun 2015 lalu ada 219 ton dan yang berhasil ditangani baru 2,6 persen saja”, hal itu disampaikan Kepala BNNP Sumut pada acara coffe morning usai upacara gabungan ASN, TNI, Polri, Senin (17/4), di gedung Hj Sawiyah yang dihadiri Pj Walikota H OK Zulkarnain dan unsur FKPD Tebingtinggi.

“Mengingat tingginya peredaran narkoba di Sumatera Utara, jadi tidak mungkin semua kasus narkoba itu hanya ditangani oleh aparat Polisi atau BNN atau juga TNI saja, kita semua masyarakat harus mau ambil peduli, apalagi kita tau narkoba selalu mengajak teman dan ini bisa terhadap siapa saja”, ujarnya.

Dikatakan, setiap warga masyarakat tidak boleh hanya mendiamkan saja bebas berkembang penyalahgunaan narkoba dilingkungannya, karena saling mendiamkan itulah akibatnya peredaran narkoba semakin tinggi. “Mendiamkan karena rasa kasihan terhadap para pelakunya dengan berbagai pertimbangan, anaknya nanti gak makan, atau gak sekolah, atau nanti pegawainya dipecat, akhirnya enggan melaporkannya atau mengambil sikap, hal semacam ini tidak boleh terjadi”, tandasnya.

“Jangan takut untuk melaporkan (kasus narkoba) karena pelapornya dilindungi oleh Undang-Undang dan tidak boleh dijadikan sebagai saksi pelapor, yang menjadi saksi itu petugas yang menangkapnya, itu kata Undang Undang, bukan kata Kepala BNN Provinsi. Saya juga mengajak semua elemen dan tokoh masyarakat,agama ikut bersama-sama mencegahnya, seperti misalnya para tuan kadi mewajibkan warga yang menikah lebih dahulu harus tes urine, sebaiknya kita mecegahnya lebih awal”, ucapnya.

Untuk Kota Tebingtinggi, Ka BNNK Provsu memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota yang telah membentuk tim Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), bahkan sudah melakukan beberapa kali aksi, baik itu penyuluhan maupun dalam tindakan operasinya. “Saya baca dan ikuti perkembangannya di Tebingtinggi, dan disini ada sekitar 300-an orang pengguna narkoba, kita harus terus berupaya mencegah dan saya berharap tim ini terus bekerja sesuai tugasnya dengan mengikut sertakan stakeholder”, imbuhnya.

Sebelumnya, Pj Walikota H OK Zulkarnain menyampaikan bahwa Tebingtinggi sudah membentuk tim P4GN dan telah melaksanakan programnya, baik penyuluhan maupun penindakan, dan yang paling baru berhasil mengamankan 6 ons narkotika jenis sabu bersama bandar dan pemakainya. “Untuk penyuluhan, setiap hari Senin dalam upacara di sekolah-sekolah diprogramkan dan sudah dilaksanakan para pimpinan SKPD secara bergilir menjadi pembina upacara, sekaligus menyampaikan pesan-pesan terhadap para pelajar tentang bahaya narkoba”, ujar PjWalikota.Pada acara tersebut juga dilakukan pemeriksaan urine terhadap 133 orang CPNS yang bertugas di Pemerintah Kota Tebingtinggi yang dilakukan oleh BNN Kota Tebingtinggi.

Sementara itu, dalam sesi tanya jawab Ketua FKDM Tebingtinggi Ngemat Sitepu menyampaikan penyebab enggannya masyarakat melapor, meskipun dilindungi UU, tetapi oknum petugas selalu membisikannya kepada yang dilapor dan ini membuat warga khawatir melaporkannya. “Jika hal ini sampai terjadi dilakukan oknum petugas, segera laporkan ke atasannya dan kepada saya secara lengkap dan jelas, jika terbukti kita akan mengambil tindakan tegas, tanpa kecuali”, tegas Ka BNNP Sumut.(*)

Berita Terkait: 👉  Detik Detik Proklamasi di Pematangsiantar Hikmat

 

Virus-free. www.avast.com



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here