Penyidik Kejaksaan Diminta Usut Kasus Proyek Kerambah Ikan Dinas Pertanian

0
207 views

 

 

Oleh Al Garingging

Monalisanews | TEBING TINGGI |– Proyek kerambah ikan milik Dinas Pertanian Kota Tebing tinggi disinyalir menguap kekantong pribadi para oknum pejabat dinas teesebut.Dinas Pertanian (Distan) Kota Tebingtinggi dalam mempertahankan ‘anggaran’ dari ‘intipan’ penyidik hukum bisa diacungi jempol sejak tahun 2010 hingga tahun anggaran 2016.

Pasalnya, penyidik hukum sejak tahun anggaran di atas belum juga  mampu untuk  melakukan penyidikan hingga tuntas. Apalagi hinga saat ini,pihak kejaksaan belum juga ada memeriksa atau memanggil pihak terkait untuk dimintai pertanggungjawaban  penggunaan anggaran proyek tersebut.

Padahal, sejak tahun anggaran di atas, sejumlah lembaga swadaya masyarakat maupun para  jurnalis kerap melakukan pemberitaan seputar dugaan korupsi proyek kerambah ikan milik Dinas Pertanian.

Namun,malah  Dinas Pertanian merasa selalu yang terbaik dalam pengelola anggaran, tidak seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tebingtinggi ataupun RSUD Kumpulan Pane.

Padahal kenyatannya di lapangan terbalik,contoh dugaan korupsi hasil pekerjaan proyek kerambah ikan yang ada di anggaran Dinas Peratanian Kota Tebingtinggi hingga kini tak mampu untuk diperiksa oleh pihak  penyidik hukum terhadap penggunaan anggaran untuk proyek keramba ikan hingga penyediaan pakan.

Seperti yang terlihat  di Jalan Pulau Samosir, Kelurahan Persiakan, Kota Tebingtinggi ,ada proyek keramba di tahun 2015 dan 2016 hingga kini tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan, keramba ikan itu telah dijadikan kandang ayam dan entok untuk menambah income (pendapatan) masyarakat.    

Terkait hal ini,Ricard Hary Mukti selaku Ketua LSM Pijar Keadilan Kota Tebingtinggi, Senin (28/4) kepada wartawan mengaku sangat kecewa dan prihatin atas kondisi ini..Untuk itu, Ricard meminta pihak kejaksaan Negeri kota Tebing tinggi  agar segera mengusut dan memeriksa proyek kerambah ikan milik Dinas Pertanian kota Tebingtinggi ini.

Begitu juga terhadap pemilik proyek yang telah melakukan pekerjaan. Dalam kasus ini sepertinya penyidik hukum tak mampu untuk bekerja hingga tuntas, atau ada permainan apa dengan proyek  ini,” kesalnya.

Sementara Kadis Pertanian KotaTebing Tinggi Marubun Marpaung ketika ingin dikonfirmasi terkait dengan penggunaan anggaran Keramba tidak berada dikantor. Beberapa kali dihubungi melalui Telpon Selular, tidak pernah tersabung.Sampai berita ini dilansir, Kadis Pertanian ini tidak pernah berhasil ditemui. (*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Petugas Satpol PP Tapteng Kembali Bongkar Pondok Pondok "Maksiat"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here