Januari Hutagalung Dihujani Aspirasi Masyarakat Desa

0
223 views

 

 

 

DPRD Tapteng Gelar Reses I Tahun 2017  

Oleh: Syarifuddin Simatupang

Seratusan masyarakat Kecamatan Kolang yang hadir di Reses anggota DPRD Tapteng, Januari Hutagalung SH, dari PDI Perjuangan Sabtu 6/5 di Dapil IV Tapteng.

Monalisanews | Tapteng | – Berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) disampaikan kepada Januari Hutagalung SH, anggota DPRD Tapteng dari PDI Perjuangan, saat menggelar reses di Daerh Pemilihan (Dapil) IV, yakni Kecamatan Sitahuis, Tapian Nauli, Kolang Sorkam, Pasaribu Tobing dan Kecamatan Sorkam Barat Tapteng, Sabtu (6/5) yang diaddakan di lapangan upacara SDN Satahi Nauli 1, Desa Satahi Nauli Kecamatan Kolang.

Januari Hutagalung SH, anggota DPRD Tapteng dari PDI Perjuangan saat memberi tanggapan dan jawapan aspirasi dari seratusan masyarakat Kecamatan Kolang, Sabu 6/5 di Dapil IV Tapteng.

Tidak tanggung tanggung suara dari ratusan masyarakat Kolang ini  secara bertubi-tubi menghujani Januari Hutagalung, saat masyarakat itu menyampaikan apa yang sangat diharapkan untuk pembangunan didesanya. Diantaranya, jembatan yang sudah lapuk dan rusak yang menghubungkan pemukiman eks Transmigrasi Sp 3 menuju Dusun 3 Desa Aek Badan, dan akses jalan yang dilalui masyarakat dari Desa Satahi Nauli – Desa Aek Badan Kecamatan Kolang sudah hancur sehingga masyarakat sulit memasarkan hasil pertaniannya ke Pasar Onan (PO) Hurlang di Kolang.

“Meski Kabupaten Tapanuli Tengah sudah memasuki usia ke-72 tahun, tetapi kami masyarakat kecamatan kolang ini masih banya belum menggunakan akses jalan darat untuk keperluan dikota kecamatan.Setiap kami memasarkan hasil pertanian kami harus menggunakan perahu atau sampan”. kata masyarakat Hudopa Nauli.

Banyaknya Aspirasi masyarakat yang disampaikan, sebagai anggota DPRD dari Dapil IV ini, Januari Hutagalung akan terus memperjuangkan pembangunan yang diharapkan. seperti  mengatasi ancaman banjir yang sering menggenangi desanya, lampu penerangan jalan umum (LPJU), dan pengadaan air bersih. Begitu juga biaya anak sekolah SLTA yang sebelumnya sudah dibebaskan pemerintah, kini orang tua murid SLTA di Tapteng harus bayar uang komite sekolah sebesar Rp 25 – 50 ribu setiap siswa perbula.

“Kami selalu diwajibkan membayar rekening LPJU, tetapi dikampung kami tidak ada LPJU. Yang kami bayar itu untuk LPJU yang mana. Setiap turun hujan kami tetap was-was rumah, pekarangan dan perladangan kami akan tergenang banjir, Kabupaten Tapanuli Tengah kaya sumber air bersih, tetapi sejak Indonesia merdeka kami belum pernah menikmati air bersih sebagai sumber kehidupan kami sehari hari. Dimana itu pembangunan air bersih/air minum yang diagung-agung pemerintah selama ini. Kami orang tua murid SLTA kini mengeluh karena kami sudah dibebankan biaya sekolah Rp 25 – 50 ribu per orang”. Keluh masyarakat yang hadir.

Januari Hutagalung yang didampingi Seketaris DPC PDI Perjuangan Tapteng Lumban Raja Nahampun Amd, Ketua Bidang Kehormatan DPC PDI Perjuangan Tapteng, Ir Syarifuddin Simatupang, berjanji akan memperjuangkan anggaran kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, agar anggaran untuk pembangunan yang diharapkan masyarakat ini dapat di tampung di APBD Tapteng Tahun Anggaran 2018.

 

Berita Terkait: 👉  20 Group Ikuti Festival Marhaban Piala Ibu Walikota

“Inilah pentingnya reses ini, kehadiran kami disini untuk menyerap aspirasi masyarakat, seperti apakah pembangunan yang kita harapkan dan yang sangat mendesak saat ini ditengah tengah masyarakat”. tandas Januari..(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here