Tuesday, 12/12/2017 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

Hernawati Marbun : “Kami Miskin, Prestasi Jelita Bagaikan Pil Malaria, Pahit”

Hernawati Marbun : “Kami Miskin, Prestasi Jelita Bagaikan Pil Malaria, Pahit”

Jelita Siswi SMKN 1 Sirandorung Tapteng Raih Prestasi Masuk PTN Jalur Bidik Misi di UN Manado

Oleh: Syarifuddin Simatupang

Monalisanews | Tapteng | – Hernawati Marbun ibu kandung Jelita Batee tak kuasa menahan air matanya saat menceritakan bagaimana sulitnya memberangkatkan Jelita melanjutkan sekolahnya di Universitas Negeri (UN) Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ketika ditemui Monalisanews, Senin (22/5) di rumah staf Kelurahan Bajamas Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)

Jelita Batee salah satu dari 72 siswa/I SMKn 1 Sirandorung masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Bidik Misi, dengan hasil nilai UNBK 209,1. Namun, Jelita meraih perstasinya disekolah sangat baik, karena orang tuanya sangat miskin, Jelita terancam tidak dapat melanjutkan cita citanya untuk kulian di PTN itu.

Hernawati Marbun tidak dapat bekerja upahan diladang orang karena kecelakaan di bulan Desember 2016 lalu, sedangkan suaminya Efianus Batee hanya berpenghasilan Rp 80 ribu seminggu dengan menderes karet di kebun warga sekitar karena harga getah karet saat ini Rp 4500,-/kg. Hernawati dan Efianus katanya bagaikan menelan pil malaria, pahit perasaan mereka mendapat kabar perestasi dari Jelita anak pertamanya dari 7 bersaudara itu mendapat undangan masuk PTN di Manado.

“Pahit, amang, orang lain bangga dan gembira jika anaknya berprestasi di sekolah. Tetapi kami ibarat makan obat malaria, pahit. Sangkin pahitnya memikirkan ketidak mampuan kami membiayai Jelita untuk melanjutkan sekolahnya di perguruan tinggi”. Ujar Hernawati sambil terisak sedih.

Tetapi karena dorongan semangat dari guru huria dan jemaat gereja mereka, lanjut Hernawati, pinjaman uang dari arisan mereka, dana dari Kartu Indonesia Pintar, dan uang hasil penjualan ternak dan partisipasi dari tetangganya. Hernawati dapat mengumpulkan uang sebanyak Rp 4,2juta, itulah digunakan untuk biaya memberangkatkan Jelita ke Manado.

“Sekarang Jelita sudah di Manado, dan sudah mendaftar ulang di UN Manado, tetapi jelita masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Aku habis pikir, dari manalagi aku mendapatkan uang, sedangkan bapaknya hanya berpenghasilan 80 ribu seminggu, untuk biaya makan kami-pun tidak cukup. Meski aku belum sehat terpakasa aku mengambil upahan lagi diperladangan orang dengan upah 50 ribu rupiah biar bisa kami makan”. Ucap Hernawati sedih dengan urai airmata.

Hal tersebut dibenarkan staf kantor Kelurahan Bajamas, Redin Marbun. Menurut Redin, dia-pun sudah berupaya membantu sedaya mampunya. Namun kemampuan Redin sangat terbatas.

Secara terpisah. Kepala SMKN 1 Sirandorung, Syafaruddin Siregar SPd saat dikonfirmasi Monalisanews diruang kerjanya membenarkan Jelita Batee adalah salahseorang dari 72 siswa/I yang lulus TA 2016 – 2017 siswi terbaik meraih nilai UNBK 209,1, dan masuk PTN tanpa testing di UN Manado Sulut jurusan Informasi dan Komunikasi melalui jalur Bidik Misi.(*)

 

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *