Dana Desa Menjadi Alat Pendorong Semaangat Masyarakat Mengelola Lahan Pertaniannya

0
136 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

Monalisanews | Tapteng | – Dana Desa (DD) menjadi alat masyarakat Desa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) untuk mengelolah tanah miliknya untuk berkebun, maupun bercocok tanam lainnya karena tidak lagi kesulitan untuk mengangkut hasil kebun.

Diantaranya, sesuai dengan pengakuan warga Desa Aek Raso Kecamatan Sorkam Barat Tapteng saat berbincang dengan Monalisa di lokasi pengerjaan proyek rabat beton yang dibiayai DD Tahun Anggaran (TA) 2017. Dengan dibangunnya jalan petanian kearah perbukitan didesa itu, warga yang memiliki lahan kosong atau lahan terlantar selama ini akan terdorong semangat niat mereka mengelolanya.

“Ada tanah kami seluas 5 hektare di dolok (perbukitan-red) desa Aek Raso ini terlantar karena tidak ada niat mengelolahnya, mengingat sulitnya mengangkut hasil tanaman karena tidak ada akses jalan yang bagus”. tutur Pinter Manalu (59) warga sekitar.

Hal yang sama juga dikatakan warga desa yang sama, Josia Siringo-ringo (30), selama ini Josia enggan bertani diatas lahannya seluas 2 hektare. “Serba salah, bila kita mendapat hasil panen yang lumayan akan terkendala, karena sulitnya akses jalan untuk mengangkut hasil panen”. tukas Josia.

Tetapi, sambung warga lainnya, Atim Silaban (69) warga desa tetangga Desa Maduma kecamatan yang sama. Menurut Atim, dengan dibangunnya akses jalan menuju lereng bukit Aek Raso, seberapa banyak-pun hasil panen tanaman sudah bisa diangkut menggunakan kenderaan roda dua atau roda empat.

“Misalkan ada yang masyarakat menjual tanahnya didolok (hulu) sana, aku akan beli, karena mengelolahnya tidak sulit lagi, sebab akses jalan sudah bagus”, sebut Atim.

Pengakuan Atim Silaban diamini warga lainnya. Mereka menambahkan, dengan dibangunnya akses jalan menuju kebun masyarakat desa Aek Raso yang menghasilkan tanaman warga setiap minggunya yakni kelapa sawit sekitar 5 ton, getah karet 1,5ton.

Berita Terkait: 👉  Kapal Penangkap Ikan KM Mega Top Dari Sibolga Dengan 28 ABK & 1 Penumpang Hilang Kontak Dilaut

“Selain karet dan sawit, panen musiman buah durian 2000 buah, jengkol 10 ton seminggu, lain lagi saat panen padi atau kacang tanah, juga jagung. Selama ini kami terpaksa mengeluarkan biaya besar untuk ongkos pikulnya. Tetapi dengan adanya akses jalan yang dibangun dengan biaya dana desa, akan terdorong semangat kami untuk mengelola lahan pertanian kami”. kata Pinter Manalu dibenarkan warga lainnya.

Pada kesempatan itu Kepala Desa (Kades) Aek Raso, Asler Simatupang membenarkan luas lahan dan hasil tanaman masyarakat desanya dihulu jalan yang dibangunnya terbuat rabat beton. Tujuannya untuk mengatasi kesulitan warga untuk mengangkut hasil pertaniannya. Dan sesuai permintaan masyarakat pada rapat musawarah desa (mudes) peruntukan dana desa tahun 2017.

Dari  Rp 764 juta lebih DD TA 2017 itu, diperuntukkan membuat rabat beton sepanjang 496 meter dengan biaya Rp 341 juta, pembuatan bronjong sepanjang 38 meter dengan biaya Rp 191 juta.

“Untuk BUMDes kami alokasikan sebesar Rp 153 juta. Dengan dana desa ini, terus terang, pemilik tanaman kelapa sawit, karet, panen musiman yakni jengkol, durian, padi, jagung dan kacang tanah sudah tertolong untuk mengangkut hasil panennya, dan sudah meringankan biaya ongkos angkutnya”. tandas Kades, Asler Simatupang.

Sebelumnya di tempat terpisah. Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani saat pencairan dana desa dengan tegas kepada para Kades  untuk memanfaatkan Dana Desa sesuai dengan yang diharapkan dan dibutuhkan masyarakat yang tujuannya meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, tentu tidak terlepas dari infrastruktur jalan yang baik dan berkualitas, sebab jalan merupakan faktor utama untuk memasarkan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat ke pusat kecamatan dan Ibu kota Kabupaten”. tegasnya. (*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Sekdakot Nyekar Kemakam Pahlawan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY