Tuesday, 12/12/2017 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

Kejam!… Dihari Kemerdekaan RI JR Saragih Copot Kepala Sekolah SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon

Kejam!… Dihari Kemerdekaan RI JR Saragih Copot Kepala Sekolah SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon

Oleh Ekolin

Monalisanews | PARAPAT | – Dihadapan ribuan masyarakat yang menyaksikan pelaksanaan upacara HUT RI ke 72 yang dilaksanakan di Pantai Bebas Parapat. Sempat sempatnya Bupati Simalungun JR Saragih mengeluarkan kebijakan diluar dugaan membuat warga yang menyaksikan tercengang. Pasalnya kebijakan spontan yang dikeluarkan orang nomor satu simalungun ini diluar  kendali.Pernyataan yang dikeluarkan JR Saragih dihadapan ribuan warga Simalungun kali ini sasarannya adalah Kepala Sekolah SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon.

Bupati Simalungun JR Saragih spontanitas mencopot Kepala Sekolah SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon Rosmey Manurung akibat kelalaian tidak memperhatikan peralatan marching band dan kelengkapan lainnya.alhasil membuat membuat ‘berang’ mantan perwira TNI tersebut.

Adapun kronologis Pencopotan kepala sekolah pada acara HUT RI ke 72, berawal dari Guru sekaligus Pembina Marching Band SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon Risdauli Manurung mengeluhkan persoalan minimnya peralatan marching band yang ada di sekolah SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon pada acara Gebyar Kemerdekaan Indonesia di Pantai Bebas, Parapat.

“Kami selaku sekolah SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon meminta maaf dengan minimnya peralatan marching band kami, oleh karenanya kami meminta bantuan kepada Bupati Simalungun JR Saragih untuk memperhatikan marching band ini,” ucapnya, Kamis (17/8/2017).

Mendengar ucapannya tersebut, sontak membuat Bupati Simalungun JR Saragih angkat bicara. Baginya, setiap sekolah di Kabupaten Simalungun telah diberikan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setiap tahunnya.

“Setiap sekolah selalu diberikan dana bantuan operasional sekolah sehingga ini menjadi bentuk kelalaian  dari kepala sekolah, saya enggak mau tahu maka hari ini juga kepala sekolahnya harus dicopot,” tegasnya.

JR Saragih menegaskan dengan adanya dana tersebut maka seluruh sekolah di Kabupaten Simalungun bisa menggunakannya dengan baik bukan hanya buat peralatan marching band melainkan buat mereka yang kurang mampu dalam menimba ilmu.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat untuk mengoreksi seluruh guru, dan ini menjadi perhatian buat seluruh guru karena saya selalu memperhatikan masyarakat artinya jangan selalu yang dipersalahkan Pemerintahan Kabupaten Simalungun dianggap tak memperdulikannya,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Resman Saragih menambahkan pencopotan tersebut merupakan konsekuensi dari kelalaian sekolah tersebut terlebih yang berbicara adalah guru itu sendiri.

“Hal ini bisa menjadi pelajaran buat sekolah yang lain karena tiap sekolah harus benar-benar diperhatikan dan bukan menggunakan dana tersebut untuk yang lainnya. Marilah menggunakan dsna yang ada dengan baik,” lanjutnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon  Rosmey Manurung  mengaku dana bos digunakan untuk perawatan gedung sekolah serta kebutuhan siswa khususnya dalam hal buku.

“Pembenahan marching band memang belum sampai kesitu dan belum dipikirkan karena selama ini digunakan untuk kebutuhan sekolah,” tukas wanita yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 2 Girsang Sipangan Bolon selama 5 bulan ini.(*)

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *