Diduga Abi Zone ‘Suap’ FPI Siantar

0
1.150 views

Polresta Siantar Diminta Tidak Tebang Pilih Dalam Pemberatansan Permainan Judi

 

Oleh Andy Irwanto

MONALISANEWS | SIANTAR | – Maraknya permainan Game Zone (Gelper) di kota Pematangsiantar menuai protes dari Organisasi Front Pembela Islam (FPI) kota Pematangsiantar. Pasalnya Polres Kota Pematangsiantar tebang pilih dalam memberantas permainan yang terindikasi kuat aroma perjudian.

Ketua FPI Kota Pematangsiantar Syofiar Mangkoeto Senin (21/8/2017) kepada Monalisa mengatakan,bahwa Ā tugas pokok dari FPI adalah amal maqruf nahi Munkar dan tidak mau FPI di bilang anarkis maka FPI melaporkan kepada aparat kepolisian,” Kita sudah sampaikan secara tertulis,namun belum ada tindakan yang dilakukan oleh Polresta Pematangsiantar, dan ironisnya kita (FPI-red) dituding ada menerima uang stabil dari bandar Gelper, “ujar Syofiar.

Lanjutnya,Para pengurus DPW Front Pembela Islam (FPI) Kota Pematang Siantar kecewa dan kesal surat keceman ke II yang dikirimkan ke pengelolah Gelandang Permainan (Gelper) Abi Zone diduga diabaikan.” Sampai saat ini permainan yang terindikasi beraroma judi terletak dijalan Kartini Kecamatan Siantar Barat masih tetap beroperasi,” terangnya.

” Kami kecewa dan kesal surat kecaman ke II bernomor 009/SC/DPW-FPI/Syawal/1438 H yang kami kirim sudah diabaikan tidak direspon oleh kepolisan Resor Kota Pematangsiantar,” jelas Ketua DPW FPI Siantar Ir Syofiar Mangkoeto SPdI Selasa (22/8/2017).

Desakan DPW FPI Kota Pematangsiantar untuk menutup Gelanggang Permainan Abi Zone yang beraroma judi terus dilakukan.

” Surat kecaman ke II telah diserahkan kepihak Abi Zone pada tanggal 24 Juli 2017 kemudian tembusan surat tersebut juga diserahkan kepada Kapolres Siantar, Kapolsek Siantar Barat dan Ketua DPRD Siantar pada tanggal 25 Juli 2017.tapi sampai sekarang belum ada tidakan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Berita Terkait: šŸ‘‰  Pekerjaan Proyek Dana Desa Tahun 2017 Belum Bisa Diselesaikan

Syofiar Ā juga menjelaskan adanya pihak Abi Zone berusaha melobby para pengurus DPW FPI untuk tidak meributi permainan Gelper yang semangkin hari semangkin meresahkan masyarakat, terkhusus generasi muda dengan sejumlah uang.

“Sebelumnya memang ada yang mengaku Humas Abi Zone datang kerumah Leo Siregar Sekretaris DPW FPI Kota Siantar dan menyerahkan uang Rp 500 ribu sebagai titipan dari pengelolah Abi Zone,” ujarnya.

Merasa organisasi FPI sepertinya ingin dibeli oleh pemilik Gelper Abi Zone.Leo Siregar merasa terhina dan tersinggung atas perlakuan pemilik Gelper sehingga dengan kesepakatan pengurus mengembalikan uang yang merupakan sogokkan untuk tidak menindaklanjuti Surat Kencaman penutupan yang telah dilayangkan.

” Ini sudah pelecehan, Kami sempat mau disogok pihak Abi Done3 dengan menyerahkan uang Rp 500 ribu tapi kami tolak dengan mengembalikan uang itu karena kami tidak mau disogok”,tegasnya.

Tebang pilih yang dilakukan Polresta Pematangsiantar dalam penutupan Gelanggang Permainan yang terindikasi kuat beraroma judi membuat pengurus DPW FPI Siantar semangkin gencar untuk menutup jenis permainan seperti Ā milik pengusaha Abi Zone ini.

DPW FPI Siantar juga telah membuat surat kecaman ke III dan bila tetap masih diabaikan pengurus akan menemui Kapolres Siantar untuk bertindak tegas menutup paksa usaha permainan judi Game zone tersebut.

“Secepatnya kami akan kirimkan surat kecaman ke III kepihak Abi Zone. Bila tetap diabaikan kami akan paksa Kapolres Siantar menutup Abi Zone itu dan bila Kapolres tidak mau maka DPW FPI Siantar yang akan bertindak.

“Jangankan Abi Zone, Kapolres Siantar tidak ada alasan lagi untuk tidak menutup usaha permainan berkedok tukar hadiah yang ada di Kota Siantar bebas beroperasi. karena pengusaha permainan GG Zone dijalan Tanah Jawa sudah divonis Ā dan menghukum pengelolah,” ujar Syofiar Mangkoeto mengakhiri.

Berita Terkait: šŸ‘‰  ACARA BUKBER TEAM RELAWAN PEMENANGAN BALON KEDES MERENG.

Sebelumnya, Ketua DPW FPI Siantar Syofiar ketika audensi dengan Ā Kasat Binmas Polresta Pematangsiantar M Y Usuf Surbakti menanyakan perihal surat medeka yang telah disampaikan beberapa waktu lalu.Bahwa Kasat tidak tahu menahu mengenai surat FPI.Artinya surat tersebut tidak sampai kepada Kapolres Kota Pematangsiantar.

Sekali lagi FPI Siantar menegaskan bahwa Ā  ini tugas dari polisi dan harus di berantas. Sebagai negara hukum FPI masih mematuhi koridor yang berlaku. Untuk itulah FPI Ā mendesak agar polisi bertindak tegas dalam segala bentuk permainan judi dan segera menutup Gelanggang Permainan yang terindikasi kuat beraroma judi.(*)

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here