Nikson Memanen di ‘Kampung Cabai’

0
136 views

Oleh Toni Situmeang

MONALISANEWS | TAPUT | – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan panen cabai merah bersama warga Desa Enda Portibi, Kecamatan Siatas Barita, Rabu (30/8), dimana petani di desa ini mampu menghasilkan cabai hingga 2,5 ton per minggu.

Pada kesempatan itu, para petani menyampaikan terima kasih atas program bupati yang menjadikan desa mereka sebagai ‘kampung cabai’.

“Kami tahu program bupati itu sangat luar biasa. Kami juga masyarakat sangat mendukung program itu. Berarti, dalam setahun desa ini akan melakukan dua kali penanaman cabai,” ujar Kepala Desa Enda Portibi Doran Simorangkir bersama warga dan kelompok tani.

Sebelumnya, dalam setahun masyarakat melakukan penanaman padi dan cabai sekali dalam setahun. Setelah ditetapkannya desa ini menjadi perkampungan cabai, warga di sini sudah bisa menanam cabai dua kali setahun.

“Untuk mewujudkannya, kami bersama warga dan kelompok tani membutuhkan traktor untuk mengolah sawah, membutuhkan saluran irigasi, penyuluh pertanian serta pupuk yang bermutu. Karena masyarakat memiliki lahan satu hektare per kepala keluarga,” jelas Doran.

Sekretaris Dinas Pertanian Taput Bonggas Pasaribu mengatakan, untuk menindaklanjuti permohonan warga dalam mendukung penanaman cabai, pihaknya akan menurunkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

” PPL akan diturunkan untuk membantu warga bagaimana cara bertanam cabai. Kemudian, akan memberikan traktor secepatnya untuk mengolah lahan,” ungkapnya.

Dirut Perusda Suswanto mengatakan, Perusda Pertanian akan meberikan pupuk bersubsidi bayar paska panen kepada para petani.

“Pupuk apa saja yang diinginkan, Perusda Pertanian siap memberikan sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi).  Masalahnya, masyarakat melalui poktan harus tepat waktu mengembalikan biaya pupuk bayar pasca panen itu,” pintanya.

dan, masyarakat juga harus menjual cabai ke pasar lelang. Sebab harga cabai ditampung seharga Rp10.350 per kg. Bupati Taput Nikson Nababan mengatakan bahwa para petani harus mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang yang tinggi. Dikatakan, profesi petani merupakan pekerjaan yang menjanjikan. Apa saja bisa dicapai melalui pertanian, karena sekarang masyarakat petani sudah sangat terbantu dari pemerintah.

Berita Terkait: 👉  Tingkatkan SDM Generasi Muda Tapteng Yang Berkualitas, Pemkab & Polres Tapteng Tandatangani MoU

“Ppemerintah berperan memberikan solusi terkait masalah petanian serta menanggapi keluhan para petani,” ujar Nikson.Untuk itulah, Desa Enda Portibi tidak usah dijadikan dalam program tanam padi IP2, tapi akan difokuskan menjadi perkampungan lumbung cabai.

“Kita fokus untuk membangun desa ini menjadi perkampungan cabai. Semua kebutuhan dan keluhan petani supaya segera diselesaikan. Baik itu masalah pembebasan lahan untuk saluran irigasi serta bantuan alat pertanian,” jelas bupati.Selanjutnya, bupati bersama camat, kades, memetik cabai milik warga.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here