Kuota Tapteng Terbatas, Gas Elpiji 3Kg Langka

0
209 views
Kadis Perindag Tapteng, Berlin Dolok Saribu SE, didampingi Sekretarisnya, Rasmin Simbolon SE, dan Kabid Perdagangan, Johnson Dolok Saribu ST,

Kadis Perindag: “Seluruh ASN/PNS & Masyarakat Menengah Keatas Agar Menggunakan Gas Elpiji Nonsubsidi Brigt Gas 5,5 kg”

 

Oleh: Syarifuddin Simatupang
MONALISANEWS | TAPTENG | – Sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg membuat Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani, “Berang” (marah), lalu mengambil langkah strategis. Bakhtiar akan bekerjasama dengan pihak kepolisian memantau peredaran tabung melon tersebut dipasaran.

Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Tapteng, Berlin Doloksaribu, didampingi Skretarisnya, Rasmin Simbolon, Kabid Perdagangan, Johnson Doloksaribu menjelaskan. Menindaklanjuti Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 28 Tahun 2009. Tentang penyediaan dan pendistribusian liquifled petroleoum gas LPG.

Bupati Tapteng telah mengeluarkan surat edaran dengan Nomor 541/379/2017, tentang pengalihan pemakaian LPG 3 kg ke Bright Gas 5,5 kg. “Surat edaran tersebut, kepada PNS/ASN dihimbau untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi”. kata Kadis Perindag, Selasa (5/9) diruang kerjanya di pandan.

Selanjunya, ASN/PNS diarahkan untuk menggunakan LPG nonsubsidi Brigt Gas 5,5 kg. Menukarkan tabung LPG 3 kg dengan prosedur 2 pcs tabung kosong LPG 3 kg akan ditukar dengan 1pcs tabung Bright Gas 5,5 kg + isi. “Kepada seluruh PNS dan masyarakat ekonomi menengah keatas agar menggunakan elpiji nonsubsidi Brigt Gas 5,5 kg”. kata Berlin mengingatkan.

Dengan tegas, Berlin Doloksaribu, katakan. Pihaknya akan melibatkan kepolisian mengawasi pendistribusian dari tiga agen resmi penyalur gas elpiji 3 kg di Tapteng. “Jika ada nanti ditemukan permainan, Pemkab Tapteng akan meminta pihak Pertamina menutup izin agen tersebut”. tegas Kadis Perindag.

Dinas Perindag Tapteng, kata Berlin, sudah menyurati pihak PT Pertamina (Persero) Cq Domestic Gas Regional Manager I, tertanggal 21 Agustus 2017, dengan nomor surat 572/Disperindag/2017, meminta kuota elpiji 3 kg ditambah.”Sesuai hasil monitoring dan pemantauan penyaluran. Juga pendistribusian gas elpiji 3 kg di-20 Kecamatan wilayah Tapteng, kelangkaan tersebut disebabkan rendahnya alokasi elpiji 3 kg. Sehingga pasokan terhadap pangkalan menjadi rendah”. kata Kadis Perindag.

Berlin Doloksaribu, memaparkan, sesuai data statistik tahun 2016 jumlah penduduk Tapteng sebanyak 350.017 jiwa, diantaranya penduduk miskin sebanyak 49.860 jiwa. Dari data itu, pihaknya sudah memohon kepada PT Pertamina (Persero) Cq Domestic Gas Regional agar berkenan menambah alokasi elpiji 3 kg bersubsidi di Tapteng secara permanen.

“Minggu pertama dan kedua bulan Agustus tahun ini, kouta memang berkurang. Makanya kita menyurati pihak Pertamina (Persero) Wilayah I agar berkenan menambah kuota”. papar Kadis Perindag.Pada kesempatan itu Kadis Perindag juga menjelaskan. Pengurangan kouta tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Pusat. Untuk mengantisipasinya, Pemerintah telah mensosialisasikan penggunaan gas elpiji 5,5 kg non subsidi.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY