Diduga Fiktif Pembangunan Parit Beton , Warga Desa Hurlang Muara Nauli Tapteng “Berang” Proyek DD Asal Jadi

0
349 views
fhoto ilustrasi
Proyek yang mengunakan dana desa disoal warga

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Proyek pembangunan parit beton, yang dibiayai Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2017 di Desa Hurlang Muara Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terkesan Asal Jadi Asal Siap (AJAS) membuat warga sekitar “Berang”.

Menurut Asdin Situmeang, dan Marwan Zebua warga sekitar, Rabu (20/9) mengatakan,ada disekitar proyek yang dibiayai dana desa TA 2017 itu, 2 plank proyek.Satu tercantum pengerjaan parit beton di Dusun III, panjang 364 meter, biaya sebesar Rp.435.843.300, dengan rincian untuk pelaksanaan fisik sebesar Rp.396.221.200, dan biaya operasional sebesar Rp.39.620.100 , sumber dana dari Dana Desa tahun 2017.

Yang satu lagi pekerjaan rehab parit beton di dusun yang sama tercantum volume panjang 622 meter dengan biaya sebesar Rp.280.289.700,- rinciannya fisik sebesar Rp.254.808.800,- biaya operasional Rp.25.480.000,-.

“Herannya kami, keberadaan dua papan informasi kegiatan dalam satu proyek. Sedangkan yang dikerjakan hanya rehab saja. Bahkan, kami menduga pembangunan yang menggunakan dana desa ini ada rekayasa,dan dapat disinyalir fiktif ,” kata Asdin.

Asdin Situmeang selanjutnya mengatakan, proyek bangunan parit yang sudah ada sebelumnya dibiayai APBD, sehingga proyek ini tidak tepat guna dan tepat sasaran sesuai peruntukannya untuk membangun infratruktur  dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Kami sangat menyayangkan pembangunan yang dilaksanakan  hanya menguntungkan sepihak tanpa memikirkan kebutuhan masyarakat banyak”. tukas Asdin, dibenarkan Marwan Zebua, diamini warga sekitar.

Lebih jauh dijelaskan, pekerjaan yang dilaksanakan hanya rehab saja, sedangkan pembangunan yang baru tidak mereka ketahui dimana fisiknya. Bangunan rehab parit beton volume sepanjang 364 meter, dan pekerjaan parit beton sepanjang 622 meter, total biaya sebesar Rp.716.133.000-.

“Namun faktanya di lapangan, yang ada kami lihat dan kami ketahui hanya untuk merehab parit yang sudah ada. Kami sudah mengukur panjang parit yang direhab, jumlahnya sama seperti yang tercantum di kedua papan informasi kegiatan. Jadi pekerjaan pembuatan parit barunya yang mana..? Ironisnya, semen yang masih bagus pasangan yang lama hanya dikikis lalu diplester lagi”. pungkas mereka.

Berita Terkait: 👉  BABINSA BANTU PENYEMPROTAN HAMA ULAT

Lanjut mereka. Pra pelaksanaan proyek yang dibiayai dana desa ini tanpa melalui musyawarah desa sebelumnya. Untuk itu kami berharap agar pejabat yang berkompeten mengusutnya.

“Kepala Desa tidak melaksanakan rapat musyawarah desa untuk perencanaan penggunaan dana desa. Akhirnya proyek dana desa ini tidak sesuai dengan harapan warga. Kami berharap agar pejabat yang berkomperen di pemerintahan turun tangan mengusut penyimpangan dana desa ini,”. tandasnya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here