Satpol PP Razia Puluhan Pelajar ‘Cabut’ di Warnet

0
319 views

Oleh Asmila

MONALISANEWS | KARO | – Sebanyak 42 orang siswa SMP dan SMK ,SMA diangkut oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Karo, Rabu (27/9) sekira jam 11:30 wib ke kantor Sat Pol PP Kantor Bupati Karo Jalan Let Jen Jamin Ginting untuk diberikan sanksi dan peringatan.

Diangkutnya siswa tersebut karena terjaring razia disaat mereka  kedapatan sedang bermain warnet  di beberapa warnet Kota Berastagi disaat jam belajar disekolah sedang berlangsung.

Kepala Satpol PP Pemkab Karo Hendrik Philemon Tarigan, AP, M.Si melalui Kepala Seksi (Kasie) Penyidik Satpol PP Markus Tarigan mengatakan, razia tersebut akan dilakukan di sejumlah warnet secara berkesinambungan yang diduga sering dijadikan tempat ‘cabut ‘ para pelajar. Hal ini dilakukan guna menertibkan para siswa yang berada di luar sekolah saat jam belajar agar siswa kembali fokus belajar di sekolah.

“Razia ini akan terus dilakukan, mulai dari warnet yang berada di Berastagi hingga Kabanjahe. Siswa yang kena razia tadi langsung kita bina dan memanggil orangtuanya dan  pelajar yang kena razia rata-rata siswa Menengah Atas atau SMA,”ujarnya.

Selain menegur siswa yang kedapatan berada di warnet, sambungnya lagi, petugas juga mengingatkan para pemilik dan pengelola warnet untuk tidak menerima para siswa berseragam disaat jam belajar sekolah.

“Kami harap juga, agar pemilik warnet dapat mengingatkan anak sekolah yang ke warnet pada saat jam sekolah. Tanya kepentingan apa, jika ada anak sekolah yang ngenet di jam sekolah kalau bisa jangan diterima,” ujarnya.

Sementara, Kasie SMK UPTD Pendidikan Karo Suedi Sembiring didampingi Kasie SMA dan Pendidikan Khusus Zulkarnain Barus mengatakan para pelajar yang terkena razia sudah didata sekaligus memberitahukan kepada Kepala Sekolahnya masing-masing.

Berita Terkait: 👉  21 Orang TK Kartika Wisuda

“Pihak sekolah dan orangtua pelajar akan dipanggil terkait ini. “Kita membuat pernyataan ke mereka (pelajar) agar tidak mengulangi perbuatan itu disaksikan pihak sekolah dan orangtua masing-masing. Masing,”ujarnya.

Pantauan wartawan,  dari beberapa warnet yang kena razia, didapati sejumlah pelajar yang ditemukan tengah asyik bermain game online. Ada juga beberapa pelajar beralasan sedang mengerjakan tugas sekolah, namun mereka tidak dapat menunjukkan surat izin dari sekolah.

Sedangkan pelajar yang terjaring razia berasal dari SMA Swasta Masehi Berastagi sebanyak 3 orang, SMK Merdeka berjumlah 23 orang, SMAN I Berastagi 8 orang, dan 3 orang pelajar SMP dan SMK lainnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here