GALIAN C DI DESA PERBESI DI KELUHKAN WARGA

0
277 views

Oleh Asmila

MONALISANEWS | KARO | – Adanya galian C di Desa Perbesi Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo di keluhkan warga desa yang penduduknya mayoritas berprofesi sebagai petani, karena ditakutkan terjadinya bencana yang dapat menimbulkan korban. Hal diatas disampaikan salah satu warga Selasa (3/10) kepada sejumlah wartawan di lokasi tambang liar tersebut.

Lebih lanjut disampaikan warga yang mengaku bermarga Perangin-angin, bahwa material galian C itu pengerukannya dilakukan dengan menggunakan alat berat di tiga titik yang berada di sepanjang aliran sungai Lau Jahe atau aliran sungai jembatan Lau Gerbong.

“Kalau terus-terusan nanti pengusaha galian C itu mengambil pasir yang jumlahnya mencapai ratusan truk setiap hari sangat ditakutkan jembatan Lau Gerbong runtuh dan menimbulkan bencana bagi kami warga desa,” kata Perangin-angin.

Sembiring (45) warga yang sama mengatakan bahwa kegiatan penambangan di salah satu titik sudah berjalan 1 tahun lebih, anehnya lagi disampaikannya truk pengangkut material itu selalu melewati  depan rumah camat Tiga Binanga. “Untuk saat ini sudah terdapat lebih dari satu titik lokasi penambangan yang mempergunakan alat berat yakni di Lau Jahe dan Namo Lembu yang mempergunakan alat berat. Keberadaan penambang galian C tersebut sudah menjadi buah bibir di desa karena semua warga sudah mulai khawatir akan terjadi bencana apabila hal ini dibiarkan terus menerus tanpa ada peringatan dari pemerintah,” ujar Sembiring.

Lebih lanjut dikatakannya, harusnya pemerintah khususnya pejabat Kecamatan lebih memahami aturan tempat-tempat mana saja yang dapat dijadikan areal galian C atau tempat yang tidak berdampak menimbulkan bencana bagi warga sekitar.

Diketahui dari beberapa warga bahwa pengusaha galian tersebut diduga bekerja sama dengan beberapa pengusaha panglong di Tiga Binanga dan sekitarnya untuk melakukan pengerukan secara besar-besaran tanpa memperdulikan dampak dari kegiatan tersebut. “Kami mohon kepada pemerintahan Kabupaten Karo agar segera menindak oknum-oknum pengusaha yang mengambil keuntungan tanpa memperdulikan dampak dari perbuatannya itu. Jangan sempat kami warga melakukan unjuk rasa dulu baru dilakukan penindakan karena kegiatan tersebut sudah jelas-jelas liar dan dilarang,” kata Sembiring.(*)

Berita Terkait: 👉  Dinas PP-PA Kab. Tapteng Sosialisasi Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here