Friday, 25/5/2018 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar Kampanyekan GNNT “Pembayaran Non Tunai Menjamin Kemudahan dan Keamanan untuk bertransaksi”

Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar Kampanyekan GNNT   “Pembayaran Non Tunai Menjamin Kemudahan dan Keamanan untuk bertransaksi”

 

Oleh BaBE

MONALISANEWS | – Sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 910/1886/SJ tentang implementasi Transaksi Non Tunai, Pemda dihimbau untuk siap menerapkan taransaksi non tunai paling lambat 1 Januari 2018.Terkait dengan himbauan tersebut,Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar mengkampanyekan dan sekaligus mendorong semua pihak untuk menerapkan Transaksi Non Tunai.

Meskipun transaksi non tunai bukan lagi barang baru di Indonesia dan telah dicanangkan Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2014 melalui Gerakan Nasional Non Tunai atau disingkat GNNT, jumlah pemakai transaksi jenis ini masih lumayan rendah di banding negara-negara anggota ASEAN seperti Singapura dan Malaysia. Padahal transaksi non tunai memiliki banyak keuntungan termasuk diantaranya mudah, aman dan efisien.

Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar mulai mengkampanyekan Gerakan Nasional NonTunai (GNNT) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya transaksi non tunai,dikota kota besar di Sumatera terkhusus Kota Pematangsiantar.

GNNT sudah dimulai dengan sangat intensif. moda transportasi seperti kereta Computer Jabodetabek  dan bus Trans Jakarta hanya melayani transaksi non tunai bagi penumpangnya. Selain moda transportasi, swalayan, supermarket, pom bensin, jalan tol dan beberapa arena hiburan di Jakarta juga lebih memilih untuk menggalakkan transaksi non tunai.

Mungkin masyarakat ‘Awam ‘ masih asing dengan pembayaran Non tunai,apa lagi masyarakat yang jauh dari setuhan informasi sehingga ketika belanja kekota harus membawa uang tunai dalam tas sebanyak banyaknya. Namun tanpa mereka sadari sangat membahayakan keselamatan diri pribadinya.

Pembayaran tanpa menggunakan uang fisik (kertas atau logam) telah diperkenalkan ke publik mulai tahun 1990 an. Di Indonesia, sistem pembayaran non tunai tidak dirancang sebagai pengganti sistem pembayaran tunai, tapi saling melengkapi satu sama lain.

Secara harfiah, tunai berarti membayar kontan pada saat itu juga. Tapi dalam konteks tunai dan non tunai, tunai berarti membayar dengan uang kartal, sedangkan non tunai membayar dengan uang kartal.

Penggunaan uang tunai (kertas atau logam) untuk transaksi sebenarnya sudah jauh lebih praktis dibandingkan sistem barter yang dahulu digunakan oleh manusia.Tapi sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi, penggunaan tunai kemudian dianggap kurang praktis dan aman.

Kendala-kendala yang melekat pada uang tunai ikut mendorong munculnya inovasi alat transaksi yang bersifat non tunai. Di antaranya: biaya produksi uang yang tidak murah, fisik uang yang cepat rusak. dan denominasinya memiliki beragam nominal dan ukuran. Kekurangan lain adalah terbukanya peluang untuk memalsukan uang tunai dan menipu orang dengan uang palsu.

Alat pembayaran non tunai merupakan sistem pembayaran yang tidak menggunakan uang cash melainkan menggunakan kartu atau e-money. Kartu pembayaran bisa didapat dari bank. Keuntungan pembayaran non tunai adalah transaksi yang mudah dilakukan dimana saja dan kapan saja. Selain itu, transaksi ini juga bisa menghemat waktu karena tidak perlu antri untuk membeli sesuatu.

Pihak bank memberikan jaminan keamanan dan mencatat semua transaksi yang anda lakukan.Anda tidak perlu lagi was-was dengan pencurian karena uang yang ada dalam kartu atau saldo anda hanya bisa diuangkan oleh anda sendiri.Untuk bisa melakukan transaksi Non Tunai harus memiliki sebuah kartu elekronik yang dijadikan alat pembayaran atas dasar nilai uang yang disetorkan terlebih dahulu.

Jumlah setoran berkisar antara Rp 1 juta (chip based)  hingga Rp 5 juta rupiah (Server based). Dana disimpan secara elekronik  dan digunakan untuk pembayaran yang transaksinya dilakukan secara elektronik.

Tidak perlu dipungkiri kalau transaksi non tunai  akan menjadi transaksi masa depan yang sangat efisien karena tidak perlu membawa-bawa uang tunai kemana-mana.tanpa harus khawatir ketinggalan dompet atau dicopet.

Untuk mengetahui Transaksi non tunai memiliki tiga bentuk yaitu paper based  contohnya cek dan bilyet giro,  card based  contohnya kartu kredit, ATM dan debit, atau electronic based  contohnya E-Money.

Setelah kita memiliki kartu elektronik tersebut tidak perlu lagi berpikir soal higienis atau tidak uang tunai yang kita simpan di dompet.Pengurusan kartu kredit kini lebih mudah selama kamu bisa memenuhi persyaratan, selain itu kamu akan menikmati keuntungan yang ditawarkan.

Kartu E-Money bisa diperoleh dimana saja tanpa harus menyerahkan KTP atau slip gaji. Kamu cukup mengisi sejumlah uang dan tetap bisa bertransaksi atau berpergian.tidak perlu merasa cemas soal kriminalitas karena tidak membawa uang tunai.

Ada banyak restoran yang memberikan diskon atau penawaran khusus bila kita melakukan transaksi non-tunai.Tidak perlu berurusan dengan uang koin yang biasanya membuat berat kantong.Semua transaksi tercatat dan tidak perlu mengantri panjang saat masuk gerbang tol karena menunggu uang kembalian. Cukup gunakan E-money.

Secara keseluruhan, peran serta pemerintah dan lembaga lain sangat dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan pencapaian target masyarakat Indonesia non tunai (Less Cash Society). Untuk itu, KPw BI Kota Pematangsiantar berencana terus meningkatkan kerja sama sejenis dengan instansi pemerintah dan lembaga lainnya, agar layanan non tunai dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kerjasama yang erat dan komitmen bersama antara Bank Indonesia, Pemerintah dan lembaga terkait, masyarakat diyakini akan memiliki awareness yang lebih tinggi akan penggunaan instrumen non tunai dalam aktivitas sehari-hari.(*)

 

 

 

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.monalisanews.com