Peranan ‘KADIN’ Sangat Strategis Dalam Pembangunan Ekonomi Dan Sosial Budaya

0
221 views
Haji Budi

Oleh Herawati Munthe

MONALISA | BATU-BARA | – Pengusaha Indonesia menyadari sedalam-dalamnya bahwa dunia usaha nasional yang tangguh merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang sehat dan dinamis dalam mewujudkan pemerataan, keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional dalam percaturan perekonomian regional dan internasional.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Batu Bara H. BUDI HERIANTO D, SE kepada MONALISA menjelaskan,bahwa peranan dunia usaha sangat strategis dalam integrasi masyarakat dalam memadukan ekonomi dan sosial budaya.Sementara di sisi lain bahwa daya saing pelaku usaha di Kabupaten Batu Bara masih rendah di antaranya akibat mutu sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja  yang menjadi faktor penting sekaligus amunisi menopang  peningkatan daya saing masih kalah dibanding daerah lain.

Menurut Budi, salah satu masalah penting yang harus diatasi adalah lembaga pendidikan belum mampu mencetak SDM yang qualified yang dibutuhkan dunia usaha dan industri dengan dibangunnya pelabuhan Internasional Kuala Tanjung.untuk mengoptimalkan manfaat intergrasi masyarakat , pelaku usaha yang bergabung di Kadin Batu Bara terkhusus di Sumut harus turut ambil peran dalam mengoptimalkan sejumlah megaproyek yang dibangun di Sumut di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK) Sei Mangkei.

Budi juga menyebutkan dalam menyambut integrasi Ekonomi ASEAN, diperlukan strategi nasional, secara khusus Sumut dan Kabupaten Batu Bara dalam memacu ekonomi domestik agar dapat bersaing dan berdiri sejajar dengan daerah daerah lain.Dia menyebutkan, salah satu cara memenangkan persaingan .bahwa para kompetitor harus dianggap musuh bersama agar terbangun tekad kuat dan soliditas para pengusaha terkhusus di Batu Bara.

Untuk ikut berkompetisi dan berperan didunia usaha kita harus bekerja keras membangun daerah dan perkuat jaringan.“ Jangan berpikir ada orang lain yang mau membangun daerah kita, tapi berpikirlah bagaimana kita harus bisa membangun daerah kita sendiri,” ujar Ketua Kadin Batu Bara yang selalu akarab dipanggil Haji Budi ini.

Haji Budi menambahkan, bahwa menjadi pengusaha harus tangguh dan kuat, bahkan harus dapat melahirkan dan menciptakan lapangan kerja. Artinya pengusaha harus memiliki semangat dan ide cemerlang dalam menjalankan usahanya. “ Mari kita siapkan diri kita, agar kesempatan datang, kita harus memperkuat keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah guna menangkal terjadinya krisis ekonomi.Kadin Batu Bara harus mampu melakukan transformasi regulasi kepada semua anggota untuk memberi ruang yang lebih luas terhadap UMKM,“ kata Budi sembari berharap dengan adanya Kadin kedepan akan banyak tumbuh pengusaha baru dan pengusaha harus maju serta naik kelas.

Berita Terkait: 👉  DANREM 022/PT MENYERAHKAN HASIL KARYA TMMD KE - 102 KEPADA WALIKOTA PEMATANGSIANTAR

Peluang ini yang akan diterapkannya ketika  diberi amanah oleh masyarakat sebagai pemimpin “Menuju Batu Bara Sejahtera Berjaya”. Kadin diharapkan dapat bekerjasama dengan Pemkab Batu Bara dalam melaksanakan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Melakukan Pembinaan Terhadap UMKM

Sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Batu Bara priode 2018-2023 yang diusung oleh Partai Golkar, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Batu Bara H. BUDI HERIANTO D, SE menyatakan, Komitmen pembinaan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi program prioritas utama dirinya. “Peran UMKM dalam menunjang perekonomian sangat besar. Untuk itu mereka perlu dibina agar tumbuh dan berkembang dengan mengedepakan kearirifan lokal,” ujarnya.

Dia mengatakan, masih banyak  pelaku UMKM yang membutuhkan bapak angkat dalam memproduksi hasil usahanya seperti pengerajin songket dan usaha usaha lainnya. Meski demikian peranan Kadin harus lebih meningkat untuk bisa aktif berkomunikasi dan berkonsultasi berkaitan dengan pengembangan usaha yang sudah menjadi komuditas unggulan dari Batu Bara.

“Ini yang menjadi modal awal bagi kita untuk memajukan warisan budaya dengan mengedepankan kearifan lokal , karena songket Batu Bara telah mampu menembus pasar dunia. Ini pula yang membuat Kadin semangat untuk membina mereka melalui program pengembangan UMKM dan kemitraan dengan pelaku usaha khususnya di Batu Bara ini,” ungkap Haji Budi selaku Ketua Kadin.

Menurut Budi, pembinaan UMKM bukan hanya merupakan fungsi Kadin, lebih dari itu merupakan program. Apalagi, lembaga ini sebagai wadah aspirasi dan komunikasi bagi sesama pelaku usaha. “Memang, sasaran utama Kadin membina pelaku usaha yang memiliki semangat dan perlu sentuhan untuk berkembang. Ini program saya hingga lima tahun ke depan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pembinaan terhadap UMKM tak semudah membalik telapak tangan, apalagi sebagian besar transaksi UMKM tidak terdokumentasi sehingga sulit untuk menghitung neraca pembukuan perusahaan.

Selain itu, pelaku UMKM sering juga merasakan sulitnya mendapat pinjaman  modal usaha, untuk itu Kadin juga akan memfasilitasi UMKM agar memperoleh pinjaman modal dari perbankan. “Kadin akan memfasilitasi kepada pelaku usaha UMKM untuk penambahan modal bagi UMKM yg mempunyai badan hukum,” terangnya.

Secara mikro ekonomi, lanjut Haji Budi, permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha UMKM umumnya kurangnya kapasitas pengelolaan usaha, terlebih dalam menghadapi situasi persaiangan saat ini yang sudah banyak melibatkan penggunaan teknologi informasi. “Khususnya masalah akses permodalan usaha masih menempati masalah utama yang dihadapi pelaku usaha di Kabupaten Batu Bara,”kata Budi.

Berita Terkait: 👉  PEMBEKALAN MATERI WASBANG KEPADA PELAJAR SEKOLAH MTS ALHIKMAH

Ujarnya juga, iklim investasi di Kabupaten Batu Bara ini sudah sangat baik,Namun hambatan yg sering terjadi pada pelaku UMKM yakni tidak mempunyai jaminan untuk persyaratan pinjaman modal. “Nah, alangkah sangat baik kalau Pemkab Batu Bara bisa mendirikan  Perusahaan Daerah yang nantinya dapat mempasilitasi pelaku UMKM baik itu masalah permodalan maupun pemasaran hasil produk kerajinan masyarakat,” ungkap Budi.

Dia juga menyadari Kadin Batu Bara masih perlu membangun kekuatan internal dan eksternal guna mewujudkan Kadin yang handal agar dapat memposisikan diri mempunyai nilai tawar yang tinggi dan menjalin kemitraan dan sinergitas dengan pemerintah daerah selaku regulator dan dengan pelaku usaha, dengan tujuan terciptanya iklim usaha yang kondusif.

Figur Bupati Harus Seperti Chief Executive Officer (CEO) Perusahaan

Reformasi pemerintahan daerah kearah manajemen kewirausahaan, merupakan gagasan yang patut dicoba oleh pejabat pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Batu Bara , motor penggeraknya adalah Bupati sebagai pejabat kepala daerah. Didalam tatanan administrasi pemerintahan berjalan selama ini, birokrasi mengutamakan sistem dan prosedur yang sangat kaku dan cenderung berbelit-belit, sulit menilai prestasi seorang staff pegawai pemerintahan, akibat dari ketidak jelasan target apa yang dicapai, perlu menggantikannya dengan sistem yang lebih simple, fleksibel , terukur, penilaian berdasarkan kinerja, organisasinya berorientasi terhadap hasil yang dicapai.

H. BUDI HERIANTO D, SE kepada Monalisa menambahkan,Figur bupati diperlukan seperti Chief Executive Officer (CEO) perusahaan, mampu memasarkan potensi daerah tanpa merusak ekosistem maupun habitat yang terkandung didalamnya, kemudian menyelaraskan dalam bentuk strategi rencana aksi kepada para manajer-manajernya dalam hal ini kepala dinas seluruh jajaran Pemkab.

“Memang apa yang saya sampaikan ini tidak sesederhana apa yang telah  kita uraikan, tetapi inilah gambaran betapa beratnya jadi seorang pemimpin, yang harus memiliki kepedulian serta tangggung jawab terhadap rakyatnya, ibarat sebuah kapal, nakhodanya harus cerdik, bagaimana menyiasati jika terjadi badai, apakah berlindung dulu sementara menunggu badainya redah, atau jalan mencari celah ombak, tidak asal tabrak bisa mengakibatkan kapal tenggelam,” jelas pengusaha muda ini.

Kabupaten Batu Bara termasuk salah satu daerah yang memiliki peluang emas di Propinsi Sumatera Utara maupun di Indonesia, memiliki sumber daya alam yang melimpah, tapi tingkat kesejahteraannya rendah dilihat dari sisi ekonomi, pendidikan rendah, maupun kesehatan , untuk bisa mengatasi permasalan ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara harus melakukan percepatan pembangunan agar dapat mengejar ketertinggalan.

Budi menambahkan,bagaimana supaya Pemerintah Kabupaten Batu Bara ini memiliki pegawai yang berkinerja tinggi serta unggul dalam bidangnya masing-masing. kata kuncinya adalah fokus kepada target serta sasaran yang jelas, kompotensinya ditingkatkan melalui train of trainer (Pelatihan yang berkesinambungan, yang sudah dilatih, akan melatih kembali calon-calon pelatih), agar kecepatan dalam melaksanakan pekerjaannya tepat waktu, tepat sasaran, akurat, serta menumbuhkan kesadaran bahwa pegawai merasa diperlakukan adil dan diberikan apresiasi,” terangnya.

Berita Terkait: 👉  Perayaan Paskah Oikumene Tapteng 2018, Dipusatkan di Sipea-pea Sorkam Barat.

“Selain itu Penerapan bentuk Reward and Punishment, yaitu memberikan hadiah atau semacam tunjangan atas keberhasilannya dan memberikan sanksi atas keterlambatan tugas pekerjaaan yang diberikan, karena akan menimbulkan kerugian bagi pihak-pihak yang memerlukannya,” ujar,Haji Budi menambahkan ,”dukungan e-government sebagai era digital pemasaran saat ini perlu dimaksimalkan contentnya, memberikan informasi secara komprehensif terhadap potensi daerah , serta syarat investasi dengan clear , simple, saling menguntungkan tanpa menghilangkan aturan hukum yang berlaku,”jelasnya.

Sebagai pengusaha, Ketua Kamar Dangang dan Industri sekaligus bakal calon Bupati Batu Bara tahun 2018 mendatang,Budi menegaskan,Pemerintah harus  memberlakukan pengurusan perizinan dalam satu atap (one stop services) dalam rangka mempermudah investor berinvestasi dengan biaya yang transparan, lama pekerjaan terukur , sehingga semua pihak mudah mengakses informasi serta cepat mengambil keputusan ivestment. “Keuntungan lain yang didapatkan dalam konsep pemasaran digital adalah mampu meminimalkan suap maupun korupsi, karena standard perizinan dan waktu serta biaya sudah ditetapkan serta dipublikasikan. Contact Person yang jelas, siapa pihak-pihak yang dihubungi (melalui telepon, fax, e-mail, FAQ, chatting online),”urainya.

Penerapan Customer Relationship Management (CRM) bisa diadopsi dengan membuat call center, tim front liner pemasaran sebagai ujung tombak terdepan untuk promosi daerah, kerjasama dengan media cetak, surat khabar, televisi dalam mengkampanyekan potensi daerah semisal membuat jargon “Mari Berinvestasi Membangun Batu Bara”.

Untuk menciptakan rasa aman dalam berinvestasi di Kabupaten Batu Bara Budi menambahkan,Pemkab Batu Bara harus sudah sedini mungkin membuat Standard Prosedur Operasional yang baku dengan lintas sektoral, tugas dan tanggung jawab mulai dari bupati, jajaran kepala dinas, sampai kepada level pegawai pada masing-masing dinas.” Apa bila ini dapat diterapkan  akan menghasilkan pegawai-pegawai yang unggul dalam berkompetisi, pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi mampu membawa ekonomi masyarakat yang lebih baik,”pungkasnya.(*)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY