Longsor Di Sigurung-gurung Akses Jalinsum Tapteng – Humbahas Via Barus – Pakkat “Lumpuh”

0
363 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | TAPTENG | – Akibat curah hujan meninggi dua hari dalam minggu ini, Sejak Selasa dan Rabu (7-8/11) melanda Wilayah Barus Sekitarnya, ratusan rumah penduduk, gedung rumah sekolah teredam banjir setinggi 30 hingga 60 Cm.

Selain banjir, tanah longsor dikawasan hutan Sigurung-gurung perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Prov- Sumatera Utara. Mengakibatkan Akses Jalinsum Tapteng – Humbahas – Medan Via Barus – Pakkat lumpuh total.

Material tanah, batu dan batang terbawa longsor menutup ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Kecamatan Barus dengan Kecamatan Pakkat, tepatnya sekitar perbukitan Sigurung-gurung, yakni perbatasan Kecamatan Amdan Dewi Tapteng, dengan Kecamatan Pakkat Humbahas. Mengakibatkan kenderaan dari Barus – Pakkat – Medan dan sebaliknya terjebak macet, tidak bisa lewat.

Curah hujan yang meninggi itu mengakibatkan Sungai Aek Sirahar meluap mengakibatkaan ratusan rumah warga di Kelurahan Padang Masiang, Desa Pasar Terandam dan Kelurahan Pasar Batu Gerigis, gedung MAN,SMA dan Tsanawiyah NU Barus terendam setinggi 30 hingga 60 Cm.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan sehingga pihak sekolah memulangkan anak didiknya lebih awal dari hari biasa untuk mengantisifasi kejadian akibat banjir yang meninggi terhadap anak didik.

Menurut salah seorang warga Padang Masiang, dilokasi genangan banjir, Saidul Marbun menuturkan. Sejak dinihari Rabu (8/11) luapan air sungai Aek Sirahan yang mengalir disisi kecamatan Barus itu sudah merambat hingga kepemukiman penduduk mengakibatkan warga mengungsi ketempat aman dari genangan banjir, sebahagian sibuk menyelematkan barang dan surat berharga kerumah penduduk atau kelokasi yang aman dari genangan banjir.

Secara terpisah, seorang anak kuliah di Medan hendak pulang libur ke Barus, Bunga Simatupang, terpaksa dijemput orang tuanya dengan berjalan kaki menelusuri material longsor, mengaku semalaman bertahan didalam bus yang ditumpangnya meski diguyuran hujan di Desa Tukka Kecamatan Pakkat, karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya ke Barus akibat ruas jalan di Sigurung-gurung tertimbun material tanah, batu dan kayu terbawa longsor.

Berita Terkait: 👉  Wabup Simalungun Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Bandar. Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Islamic Center.

“Yaaa,, sejak subuh tadi kami tertahan dilokasi ini, tidak bisa melanjutkan perjalanan karena jalan yang akan kami lalui ke Barus di Sigurunggurung tertimbun longsor”. sebut Bunga Simatupang, seraya mengatakan, puluhan bus, truc, mobil mini bus, sepeda motor, juga mobil pedagang sayur yang ingin berjualan ke pasar onan Barus turut tertahan karena tidak bisa melanjutkan perjalanannya.

Hingga pukul 12.00 Wib, Rabu siang jalur yang menghubungkan Barus – Pakkat di Sigurung gurung belum bisa dilalui bus roda 4 dan sepeda motor. Sementara kawasan Barus dan Tapteng masih terus diguyur hujan hingga berita ini dikirim. Warga sekitar masih cemas akan terjadi banjir dan longsor susulan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here