BIDASESI Pertanyakan Tindak Lanjut Penanganan Dugaan Korupsi PU Kepala Dinas PU dan Pengairan Kota Pematangsiantar Jhonson Tambunan

0
170 views

Oleh Redaksi

MONALISA | SIANTAR | – Bina Daya Sejahtera Simalungun pertanyakan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tindak lanjut laporan dan pengaduan korupsi Dinas PU dan Pengairan kota Pematangsiantar Melalui surat Nomor : BIDASESI-67/Tnk.Lnjt-PMS/XI/2017, ditanda tangani Andry Christian Saragih sebagai Ketua.

Menurut  Surat laporan Bidasesi tanggal 26 Juli 2017 lalu, yang disampaikan  kepada Kejatisu berdasarkan surat nomor :Bidasesi/048/Lap-PUBM/VII/2017,sampai saat ini kbelum mengetahui sejauh mana proses dari laporan dan pengaduan yang telah mereka sampaikan.

“Kami meminta kepada Kejatisu perihal proses tindak lanjut dari laporan dan pengaduan kami yang telah kami layangkan,” ujar Andry melalui konfirmasi tertulis yang mereka sampaikan kepada Redaksi Selasa (14/11).

Andry  menambahkan,Apabila Kejatisu tidak serius dan bersungguh-sungguh mengusut dugaan korupsi Dinas PU dan Pengairan Kota Pematangsiantar, kami akan melaporkannya kepada Jamwas dan Jampidsus di Jakarta, dan kami memastikan bersama masyarakat kota Pematangsiantar lainnya yang anti korupsi akan melakukan langkah-langkah hukum lainnya yang dianggap patut,’ujarnya.

Sebelumnya, Bina Daya Sejahtera Simalungun (BIDASESI) melaporkan Plt Kadis PU Pematangsiantar JT dan pihak ketiga Direktur CV SR ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, melalui surat Nomor : Bidasesi/048/Lap-PUBM/VII/2017.Bahwa BIDASESI menduga telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan Peningkatan Saluran Sekunder Simarimbun anggaran Rp 1,7 miliar.

Lebih lanjut Andry sebagai ketua BIDASESI menambahkan ,Bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut telah terjadi kerugian negara sebesar Rp 450 juta.Dari program yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pematangsiantar atas Pekerjaan “Peningkatan Saluran Sekunder di Simarimbun”, Jenis Pekerjaan Konstruksi dengan Pagu Anggaran sebesar Rp 1,7 miliar yang dilaksanakan CV SR yang beralamat di Desa Kandangan Kabupaten Simalungun dengan nilai Kontrak sebesar Rp 1.495.824.000!..jelasnya.

Berita Terkait: 👉  Sambut Natal Dan Tahun Baru 2018,Pemkab Sergai Gelar Survey Harga Kebutuhan Pokok

Lebih rinci Andry menjelaskan,Adapun Pekerjaan  yang bermasalah  tersebut seperti pekerjaan Peningkatan saluran sekunder Simarimbun yang terbagi menjadi dua pekerjaan, yakni pertama Peningkatan saluran sekunder Sibulak-Bulak Ilir sepanjang 200 meter, dengan Item pekerjaan membuat saluran pasangan dan sesuai kontrak pekerjaan ini antara lain adalah Pengukuran kembali/Uitzet (MC-0% – MC-100%), Volume 190, Pemotongan Pohon diameter diatas 40 Cm, Pemotongan Pohon diameter dibawah 40 cm, pembersihan lapangan dan stripping/kosrekan 313M2, Galian tanah 321,587M,!.. ujarnya.

“Mengangkut hasil galian jarak 10 M, 241 M3, Pasangan batu padas campuran 1 PC : 4PP 550 M3, plesteran tebal 1,5 Cm, campuran 1PP : 3 PP, 1039 M3, bronjong Penahan Tanah, Pasangan batu kacang tebal 15 cm.Selain pekerjaan tersebut terdapat juga dalam kontrak yakni pasangan beton adalah tinggi 140 cm, lebar alas 120 cm, lebar atas 160 cm dengan ketebalan pondasi bawah 50 cm dan ketebalan pondasi bagian atas 30 cm.semuanya ini tidak sesuai yang diharapkan,” jelasnya.

Selain itu ujar Andry,Untuk pekerjaan beton adalah Tembok Penahan Tanah Cantilever, sesuai kontrak pekerjaan ini meliputi Beton mutu,fc = 19,3, slum 12+2 cm, memotong, membengkok dan memasang tulangan besi, dan Pekerjaan Jembatan Inspeksi,” pekerjaan yang kedua adalah Peningkatan saluran Sekunder Sibulak Bulak Udik sepanjang 100 meter. Pekerjaan ini adalah membuat saluran pasangan dengan ukuran tinggi 200 cm, lebar alas pondasi 140 cm, lebar pondasi tembok bagian atas 40 cm dengan lebar saluran 3,8 Meter. Namun hasil investigasi dan cek langsung kondisi fisik hasil pekerjaan tersebut BIDASESI berkesimpulan antara lain pemasangan saluran pasangan Sibulak-Bulak Ilir sepanjang 200 meter telah banyak terdapat kerusakan, plasteran yang terkelupas dan pada beberapa bagian telah mengalami keretakan yang cukup parah.Jelas Andry berdasarkan keterangan Persnya tertulisnya yang disampaikan ke Redaksi.

Berita Terkait: 👉  Dukungan JR - Ance Terus Mengalir

Ditambahkan,Demikian juga pada pekerjaan pemasangan saluran pasangan (parit) pada saluran sekunder Sibulak–Bulak Ilir sepanjang 200 meter, pada beberapa bagian telah mengalami kerusakan dengan retakan pada beberapa bagian, pelesteran semen yang terkelupas. Sesuai bukti fisik hasil pekerjaan yang ada BIDASESI menduga pelaksanaan proyek ini tidak sesuai dengan kontrak atau RAB. Ada beberapa bagian pekerjaan yang ada dalam kontrak tetapi tidak seluruhnya dikerjakan seperti Pengukuran kembali, Pemotongan Pohon diatas 40 Cm, Pemotongan Pohon dibawah 40 Cm, Pembersihan lapangan dan striping/kosrekan, pekerjaan galian tanah dan Pekerjaan mengangkut galian tanah.”Melihat bukti fisik yang terpasang dan melihat fakta bahwa pekerjaan berusia 10 bulan sudah mengalami kerusakan diduga pemasangan batu padas tidak sesuai dengan kontrak yakni 1PC : 4PP dan, ketebalan Plaster tidak sesuai dengan kontrak yakni tebal 1,5 Cm dengan campiran 1PC : 3PP.”urainya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here