Damai

0
79 views

Oleh Redaksi

MONALISA | SIMALUNGUN | – “Berdamai itu indah, senang untuk dilihat dan nyaman dirasakan dalam hati”. Hal tersebutlah yang memacu semangat Kapolsek Raya Kahean AKP H. Hasan Basri untuk menyatukan Jemaah Mesjid Nurul’Imam yang selama lebih kurang 3 tahun mengalami perselihan.

Awalnya, Kapolsek Raya Kahean mengetahui adanya perselisihan diantara para Jemaah pada saat melakukan Sholat Magrib di Mesjid Nurul’Imam Jalan Panglima Nunut Nagori Bangun Raya Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun pada Hari Kamis (2/11-2017) sekira pukul 18.30 wib bersama 2 orang anggotanya Aipda Imam dan Bripka Rizaldi Saragih.

Saat di Mesjid, mereka tidak menemukan Jema’ah yang melaksanakan Sholat Magrib dan setelah selesai Sholat, salah seorang laki-laki datang dan masuk ke dalam Mesjid. Setelah melakukan perkenalan, laki-laki itu bernama Syahrial Lubis penduduk Nagori Bangun Raya Kecamatan Raya Kahean Kabupaten Simalungun.

Penasaran karena tidak menemukan Jemaah melaksanakan Sholat Magrib, AKP H. Hasan Basri bertanya kepada Syarial Lubis, penyebab tidak adanya Jemaah yang Sholat. “Kemana Jema’ah? Kenapa tidak ada yang datang untuk Sholat Magrib di Mesjid Nurul Iman? dan siapa sebagai pengurus Mesjid Nurul’Iman ini?” Tanya AKP H. Hasan Basri. “Saya Pak” jawab Syarial.

Setelah H. Hasan Basri menanyakan apakah ada permasalahan yang terjadi di Mesjid Nurul tersebut sehingga Jema’ah tidak ada yang datang untuk Sholat Magrib, Syarial menjawab, bahwa ia telah difitnah. “Saya difitnah oleh Jema’ah Mesjid Nurul’ Iman memakan uang kas Mesjid Nurul’Iman”. Jawabnya.

Mendengar jawaban Syarial, AKP H. Hasan Basri langsung berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh Jemaah dan pada Hari Jumat (3/11-2017) tepatnya pada saat Sholat Jumat. Di hadapan 50 orang Jemaah, Kapolsek Raya Kahean AKP H. Hasan Basri memperkenalkan diri sekaligus mempertanyakan duduk permasalahan yang terjadi di Mesjid Nurul’Iman yang menyebabkan terjadi perdebatan antara pengurus lama dengan jema’ah.

Setelah mendengarkan masukan-masukan dari seluruh Jemaah yang hadir, AKP H. Hasan Basri menengahi perdebatan yang terjadi. “Mari kita saling memaafkan antar sesama Jema’ah Mesjid Nurul’Iman ini, jangan ada saling tuding menuding dan jangan mau di asut antar sesama dan jangan memfitnah orang lain kalau tidak benar sama sekali. Saya selaku Kapolsek Raya Kahean memohon dan meminta dengan segala hormat kepada Pengurus lama dan Jema’ah Mesjid Nurul Iman harus bersatu dan kompak kembali dan mari kita bentuk kembali kepengurusan yang baru di Mesjid Nurul’ Iman ini.” himbau AKP H. Hasan Basri saat memediasi para Jemaah.

Tak diduga, pemandangan yang sangat menyentuh hati pun terjadi, Setelah Kapolsek Raya Kahean memediasi perselisihan itu, Pengurus lama menyerahkan kepengurusannya kepada Jema’ah dan pengurus lama bersama Jemaah saling berjabat tangan dan berpelukan sembari menangis mengakui atas kesalahan masing-masing. Sungguh indah perdamaian itu..

Dan atas upaya AKP H. Hasan Basri selaku Kapolsek Raya Kahean itu, Pengurus lama dan Jema’ah Mesjid Nurul’Iman mengucapkan banyak terima kasih dimana perselisihan yang terjadi selama lebih kurang 3 tahun itu, telah berakhir dan dapat diselesaiakan dengan baik.

Diketahui bahwa dari hasil kesepakatan para Jemaah, para pengurus Mesjid yang baru yang dibentuk pada hari Selasa (14/11-2017), yaitu Ketua Kenaziran Jhoni , Wakil Ketua Surya Amadi, Sekretaris Andi Reza Syahlevi Purba, Wakil Sekretaris Arapin Sipayung, Bendahara Juprianto Purba, Bidang Ibadah (Suratman dan Nasbi Purba) serta Penasehat (Suman, Horakim Sipayung dan Jaya Saragih ).(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY