Deputi Gubernur Senior BI : “Inflasi dan Devisa Pengaruhi Kestabilan Nilai Rupiah”

0
189 views
Peserta Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 (selasa 21/11)

Oleh Redaksi

MONALISA | Jakarta | – “Ada 2 hal yang mempengaruhi kestabilan nilai rupiah yakni, inflasi dan devisa.Pertama, jika inflasi stabil maka nilai rupiah stabil. Yang kedua jika banyak pemasukan devisa, maka nilai rupiah juga stabil,” Ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara pada pemaparan Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesiai Tahun 2017 di Grand Sahid Jaya  Jakarta Senin ( 20/11/2017).

Lebih lanjut Mirza menuturkan, ketersediaan barang-barang dengan jumlah yang cukup mempengaruhi inflasi. Menurutnya, Indonesia sebagai negara berkembang banyak harga yang mempengaruhi inflasi yakni harga bahan pangan seperti beras, cabai, bawang dan sebagainya, serta biaya produksi. Inflasi selama 3 tahun terakhir angkanya baik dan rendah.

Mirza menjelaskan, suku bunga juga dapat mempengaruhi inflasi. Dari 206 juta rekening di Indonesia yang balancenya di atas Rp 2 miliar hanya 239 ribu rekening dengan jumlah total deposit 55,8 persen atau dari total dana perbankan.

Lanjutnya, pengendalian nilai rupiah tergantung dengan pengendalian Kurs. Namun Kurs interaksi antara suplay valuta asing dan permintaan valuta asing. Mirza membenarkan nilai ekspor Indonesia ada peningkatan, seperti CPO dan bahan bakar mineral seperti batubara. Kedua komunitas itu mempengaruhi nilai ekspor

Menurut Mirza, harus ditemukan sumber devisa yang baru seperti sektor pariwisata. “Jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia terjadi peningkatan, namun ada juga warga Indonesia berwisata ke luar negeri. Ada juga pemasukan melalui primeri income seperti pembayaran deviden ke luar negeri,” papar Mirza..

Sementara itu usai pemaparan dari Mirza, kegiatan berlanjut dengan diskusi ‘Perkembangan dan Kebijakan sistim Pembayaran Bank Indonesia yakni Gerakan Nasional Non Tunai dan Program ‘BI Jangkau’ .

Berita Terkait: 👉  Sukseskan MUSWIL XIII GPII Sumatera Utara 2018 , GPII Pematangsiantar Usung Wahyudi Hardianto Calon Ketua DPW Sumut

Sementara Hari kedua pelatihan wartawan, Selasa (21/11/2017) juga diiisi dengan pemaparan materi dari para nara sumber dengan topik ‘Kebijakan Makropudensial Untuk Mendorong Pertumbuhan Perekonomian Daerah’. Tampil sebagai narasumber yakni, Kepala Task Force IMF Annual Meeting, Peter Jacob,  Departemen Pengembangan UMKM, Yunita Resmi Sari dan Departemen Kebijakan Makroprudensial, Linda Maulidina. Dilanjutkan tanya jawab antara nara sumber dan para peserta.

Kegiatan terakhir, para peserta pelatihan yang diikuti 580 orang wartawan dari media cetak, online dan elektonik itu mengikuti city tour dengan mengunjungi Thamrin City, Museum Kota Tua dan Monas.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here