Menjaring Ilmu Perbankan,Dengan Ratusan Wartawan Seluruh Indonesia

0
135 views
Para peserta pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 Yan Asmara (SCTV) ,Daud Sitohang (TV One),Jansen Siahaan (Heta News),Waristo (KB Antara),Ronald Hutagalung (Medan Pos),Kemas Edi Junaidi (Monalisa),Frenki Siburian (Lintas Publik),Syahru Silitonga (TVRI),Rivai Bakara ( ID Corner),Samsudin Harahap (Medan Bisnis) pendamping dari KPw BI Siantar Rifki.

Oleh BABe

MONALISA | JAKARTA | – Pelatihan Wartawan  Daerah 2017 Bank Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Grand Sahid  Jaya mulai Minggu  19 – 22 Nopember 2017 diikuti 580 Orang Wartawan dari berbagai Media Cetak ,Elektronik dan Online dari masing masing Kantor Perwakilan Wilayah  Bank Indonesia yang tersebar di Seluruh Indonesia membawa kesan mendalam bagi masing masing kuli tinta yang mengikuti kegiatan Pelatihan.

Kedatangan Wartawan dari berbagai daerah disambut oleh Panitia Pelaksana Minggu 19 Nopember 2017 Check In Hotel,dan pada hari Senin 20 Nopember 2017 pukul  8.00 Wib Registrasi Peserta untuk mengikuti Pelatihan Wartawan . Untuk Kantor Perwakilan Wilayah  Bank Indonesia Kota Pematangsiantar mengirimkan 10 orang wartawan yang bertugas di wilayah Kota Pematangsiantar Simalungun, Prov- Sumatera Utara.

Adapun Media Cetak,Elektronik dan Online yang mengikuti pelatihan tersebut  antara lain Yan Asmara (SCTV) ,Daud Sitohang (TV One),Jansen Siahaan (Heta News),Waristo (KB Antara),Ronald Hutagalung (Medan Pos),Kemas Edi Junaidi (Monalisa),Frenki Siburian (Lintas Publik),Syahru Silitonga (TVRI),Rivai Bakara ( ID Corner),Samsudin Harahap (Medan Bisnis).

Ratusan wartawan dari berbagai daerah setelah Sarapan di Puri Ratna,mengikuti jadwal kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia di Ballroom Puri Agung,Sebelum pelatihan dimulai terlebih dahulu dilaksanakan upacara Nasional dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan  memanjatkan Doa agar kegiatan  dapat direstui oleh yang maha kuasa.

Ketua Penyelenggara Dkom Agusman dalam sambutannya mengatakan, Dalam rangka menjalankan fungsi sebagai otoritas moneter,sistem pembayaran  serta menjaga stabilitas sistim keuangan,Bank Indonesia memandang komunikasi hal yang penting.Komunikasi yang lancar,efektif dan efesien akan membuat transmisi kebijakan  Bank Indonesia dapat diterima industri,pelaku usaha dan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran,termasuk dalam mengendalikan ekspektasi inflasi.

Berita Terkait: 👉  Kejari Sibolga Tetapkan Mantan Kadis PU Tapteng & 2 Rekannya Jadi Tersangka Pembangunan Kantor Bappeda

“Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia tahun 2017 ini dilangsungkan dari tanggal 19-21 November 2017,di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta yang dihadiri  580 wartawan daerah  perwakilan Bank Indonesia seluruh Indonesia,” ujar Agusman.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman dalam sambutannya menambahkan, Agar  komunikasi yang lancar,efektif dan efesien membutuhkan peran serta dari media massa sebagai institusi yang memiliki tugas untuk menyebarkan berita dan informasi yang objektif dan bermanfaat bagi masyarakat.” Sebagai Pilar Demokrasi Media Massa juga memiliki peran untuk mengawal kebijakan kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas,” terangnya.

Masih dikatakannya,Atas peran media massa yang besar tersebut Bank Indonesia memandang penting untuk meningkatkan pemahaman wartawan media massa secara rutin,terutama terhadapa fungsi bank Sentral dalam kebijakan moneter,sistim pembayaran,dan stabilitas sistem keuangan,”Salah satu bentuk nyata dari niat tersebut adalah penyelenggaraan Pelatihan Wartawan Daerah 2017,” ujar Agusman.

Lanjutnya,Ini merupakan kali kedua Bank Indonesia menyelenggarakan pelatihan wartawan daerah  secara bersama sama di Jakarta,setelah sebelumnya dilakukan oleh masing masing Kantor Perwakilan Bank Indonesia.”Peserta pelatihan  ini merupakan wartawan media massa yang berasal dari 34 Provinsi dan menjadi stakeholder dari 46 KPw Bank Indonesia,” pungkasnya.

Usai Dkom Agusman menyampaikan laporannya,Asisten Gubernur BI DMST Dyah Nastiti membuka secara resmi Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 dengan  mengusung tema “Pengendalian Inflasi Daerah Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat,”.

Sementara ,Keynote Speech Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menuturkan Bank Indonesia dalam mandatnya menjaga stabilitas nilai rupiah. Menurutnya, ada 2 hal yang mempengaruhi kestabilan nilai rupiah yakni, inflasi dan devisa.

“Pertama, jika inflasi stabil maka nilai rupiah stabil. Yang kedua jika banyak pemasukan devisa, maka nilai rupiah juga stabil,” sebut Mirza saat menyampaikan sambutan pada pelatihan wartawan daerah tahun 2017 yang digelar Bank Indonesia.

Berita Terkait: 👉  Pengusaha Lokal Mulai Terseyum, Ini kata,..... Bupati Bakhtiar: “Proyek PL Wajib Dikerjakan Putra Tapteng”

Mirza menuturkan, ketersediaan barang-barang dengan jumlah yang cukup mempengaruhi inflasi. Menurutnya, Indonesia sebagai negara berkembang banyak harga yang mempengaruhi inflasi yakni harga bahan pangan seperti beras, cabai, bawang dan sebagainya, serta biaya produksi. Inflasi selama 3 tahun terakhir angkanya baik dan rendah.

Mirza menjelaskan, suku bunga juga dapat mempengaruhi inflasi. Dari 206 juta rekening di Indonesia yang balancenya di atas Rp 2 miliar hanya 239 ribu rekening dengan jumlah total deposit 55,8 persen atau dari total dana perbankan.

Lanjutnya, pengendalian nilai rupiah tergantung dengan pengendalian Kurs. Namun Kurs interaksi antara suplay valuta asing dan permintaan valuta asing. Mirza membenarkan nilai ekspor Indonesia ada peningkatan, seperti CPO dan bahan bakar mineral seperti batubara. Kedua komunitas itu mempengaruhi nilai ekspor

Menurut Mirza, harus ditemukan sumber devisa yang baru seperti sektor pariwisata. “Jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia terjadi peningkatan, namun ada juga warga Indonesia berwisata ke luar negeri. Ada juga pemasukan melalui primeri income seperti pembayaran deviden ke luar negeri,” papar Mirza..

Sementara itu usai pemaparan dari Mirza, kegiatan berlanjut dengan diskusi ‘Perkembangan dan Kebijakan sistim Pembayaran Bank Indonesia yakni Gerakan Nasional Non Tunai dan Program ‘BI Jangkau,” pungkasnya.

Keesokan Deputi Direktur Departemen BI, Dwi Mukti Wibowo, Selasa, menutup gelaran pelatihan wartawan daerah tahun 2017 yang diselenggarakan di Grand Sahid Jaya, Jakarta pada 19-22 November 2017.Dwi menyampaikan apresiasi atas partisipasi 580 wartawan dari 34 provinsi dan yang menjadi stakeholder di 46 kantor perwakilan di seluruh Indonesia.

Apresiasi juga disampaikan kepada para narasumber pelatihan dari intern BI maupun eksternal yang telah memaparkan peran, tugas dan fungsi bank sentral Indonesia dalam menciptakan dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Seperti pembahasan Kebijakan Makroprudensial untuk mendorong  pertumbuhan ekonomi Daerah, serta Dedikasi  BI Dalam Mencakupi  Kebutuhan Uang Rupiah di Seluruh Indonesia dan Perkembangan dan Kebijakan Sistim Pembayaran Bank Indonesia.Ini disampaikan oleh narasumber dan mendapat apresiasi kawan kawan wartawan.

Berita Terkait: 👉  KPU Tetapkan Syarat Ijasah SMA JR Saragih Diragukan

Dwi berharap para wartawan terus aktif mengikuti informasi dan perkembangan program maupun kebijakan BI melalui situs bank sentral Indonesia atau menghubungi call centre jika menemui kesulitan mengaksesnya.Melihat antusias para wartawan dan menilai manfaat positif dari pelatihan yang digelar, BI tetap mempertahankan kegiatan tersebut pada tahun-tahun berikutnya.”Kita upayakan juga sebagai ajang pemberian award,” kata Dwi.

Sebelumnya pada malam selasa BI juga mengadakan malam keakraban untuk para wartawan dari berbagai daerah dan media saling berkenalan dengan hiburan musik, stand up comedy dan penarikan undian atau lucky draw.

Setelah Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 ditutup Deputi Direktur Departemen BI, Dwi Mukti Wibowo, Selasa, 580 wartawan pelesiran (tour city) ke tiga tempat tujuan wisata.Peserta dibagi tiga kelompok sesuai pilihan tujuan masing-masing ke situs sejarah Museum BI di kawasan Kota Tua, objek wisata Monumen Nasional (Monas) dan pusat perbelanjaan modern, Thamrin City.

Ratusan peserta pelatihan berkunjung ke Museum BI dipandu staf pengelola melihat-lihat tiga klaster yakni ruang kelembagaan berisi benda-benda dan foto sejarah, ruang numismatik berisi koleksi uang yang pernah dan beredar di Indonesia, serta ruang diskusi.

Pimpinan Museum BI, Yiyok T Herlambang mengatakan, perawatan dan penataan Museum BI dilakukan sesuai dengan PP Nomor 66 tahun 2015 tentang museum dengan mempertahankan keaslian dan nuansa lama agar menimbulkan kesan mendalam bagi pengunjung. Secara umum, pengunjung dikenakan biaya Rp5.000, bisa gratis bila kunjungan melibatkan rombongan atau komunitas dengan mengajukan pemberitahuan ke pengelola Museum BI.(*)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY