Peringati Hari Guru Nasional & PGRI Ke-72, Kecamatan Sirandorung

0
119 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | TAPTENG | – KUPT dan seluruh Kepala Sekolah, guru PNS dan non PNS yang bergabung dalam wadah PGRI Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumatera Utara, memperingati Hari Guru dan HUT PGRI ke- 72, tahun 2017, Sabtu 25 November dipusatkan di lapangan upacara SMPN 1 Sirandorung, Sp-2 Kelurahan Bajamas Kecamatan Sirandorung.

Rudolf Simamora SPd, sebagai ketua PGRI Sirandorung bertindak sebagai pimpinan upacara, sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Muhadjir MAP, dengan Tema “membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan disipilin dan etos kerja untuk penguatan pendidikan yang berkarakter”.

Rudolf Simamora menyampaikan, pada 25 November 2017 ini PGRI genap berusia 72 tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama kurun waktu tersebut, banyak pengabdian yang telah disumbangkan, banyak aktivitas yang telah dilaksanakan, banyak perjuangan yang telah dikerjakan, banyak kegiatan perlindungan terhadap anggota yang telah diberikan. Di samping itu, telah juga banyak peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapinya.

Melalui kegiatan di berbagai tingkat dan jenjang ini, diharapkan mampu meningkatkan eksistensi PGRI, menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi, serta membangun solidaritas dan kesetiakawanan anggota.

Selain itu, juga diharapkan mampu meningkatkan semangat anggota dan menggugah pihak lain untuk berperan maksimal dalam memuliakan guru dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan bermartabat.

“Marilah kita sesama sebagai guru dalam mendidik siswa/i disekolah harus menerapkan azas disipilin dan menjadi seorang guru, atau pendidik yang mempunyai prilaku baik. Sehingga dapat dicontoh oleh peserta didiknya”. ajak Rudolf.

Guru, lanjut ketua PGRI Sirandorung ini membacakan sambutan Mendikbud. Guru adalah seorang panutan bagi siswanya, baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah.

Berita Terkait: šŸ‘‰  Upaya Babinsa Bantu Petani Dukung Swasembada Pangan Nasional

Dalam bahasa Jawa, kata Rudolf Simamora. “Guru di guru dan ditiru”, itu mempunyai arti bahwa guru itu dipercaya oleh muridnya, dan diikuti oleh setiap tindak tanduknya.

“Berarti, apapun yang dikatakan oleh seorang guru pasti akan dipercaya oleh muridnya. Dan apapun yang dilakukan oleh seorang guru dalam mendidik, pasti akan diikuti juga oleh muridnya”.tegas Rudolf.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here