Tuesday, 16/1/2018 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

Diduga Ada Konspirasi Terselubung MITRA JAYA BETON ” OBOR” Dan Dinas PUPR Kota Siantar

Diduga Ada Konspirasi Terselubung MITRA JAYA BETON ” OBOR” Dan Dinas PUPR Kota Siantar

Kadis PUPR Kota Siantar Jhonson Tambunan.

Oleh Ekolin

MONALISA | SIANTAR | – Akhir Tahun 2017,Dinas PU Kota Pematangsiantar menggelontorkan program pelebaran Jalan Pengecoran Beton/Ready Mix disepenjang jalan kota pematang siantar yang dikerjakan oleh banyak rekanan.Akibatnya over kapasitas pemesanan Ready Mix kepada Mitra Jaya Beton banyak proyek pelebaran Jalan tersebut mengalami keterlambatan dalam pengerjaan yang dilaksanakan oleh Rekanan.

Gak kan mungkin ‘Obor’ mampu untuk melayani permintaan rekanan, Dan untuk mengerjakan proyek rabat beton pihak rekanan harus memiliki Surat Dukungan peralatan (Surat Sewa), yang intinya perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan matrial pada paket pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak rekanan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar diduga ada konspirasi dengan pengusaha yakni Mitra Jaya Beton (Obor) bahwa pekerjaan peningkatan jalan poros dibeberapa sudut Kota Pematangsiantar diduga bermasalah dan tak sesuai spek.

Hal itu disampaikan Ketua LSM MASA Kemas Edi Junaidi menyikapi protes warga dan dugaan kalau proyek tersebut bermasalah dari sisi kualitas maupun mutu pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan pekerjaannya pada tahun anggaran 2017.

“Sejauh ini pekerjaan rabat beton dibeberapa ruas jalan bermasalah, salah satu contoh Jl. Melati, dan Jl H Adam Malik, dengan memecah pekerjaan menjadi beberapa paket pekerjaan.” ujar Kemas kepada Monalisa Sabtu (9/12/2017).

Artinya, ada konspirasi antara PUPR Kota Pematangsiantar dengan rekanan dan pengusaha Ready Mix ‘Mitra Jaya Beton’ dalam pengadaan matrial pada satu perusahaan akibatnya banyak proyek yang dikerjakan oleh rekanan dibeberapa tempat mengalami keterlambatan.”Paling parahnya lagi, galian tanah (matrial)  tertumpuk dibadan jalan,tanpa dilakukan pembersihan sehingga mengganggu pengguna jalan dan bisa mengakibatkan kecelakaan,” ungkap Kemas.

Disebutkan, pekerjaan peningkatan jalan poros ada yang menggunakan readymix dan hotmix. Untuk kedua pekerjaan itu, rekanan telah melaksanakan kewajibannya dan Dinas PUPR menilai sudah sesuai ketentuan dan spek yang ditetapkan.

Salah seorang warga timbanggalung menduga, proyek peningkatan jalan itu dianggap terlalu dipaksakan. Sehingga kondisi pelebaran jalan saat ini sangat tidak bagus dan mengganggu pengguna jalan. Selain lambat, ready mix tidak readi stok menyebabkan proyek yang dikerjakan kontraktor terbengkalai dan mengundang maut bagi pengguna jalan.

“Jangan asal dikerjakan dan digali, tapi dibiarkan tanpa ada batas pelindung untuk pengguna jalan.pelebaran jalan dikerjakan asal jadi. Yang menanggung bukan kontraktor, tetapi kami masyarakat. Perlu diingat, pelebaran jalan itu bukan memakai uang  pribadi, tetapi memakai uang rakyat, harus jelaslah peruntukannya, kalau toh seperti ini pengerjaan pelebaran ini artinya pemborosan anggaran, program yang dikerjakan tidak termasuk dalam skala prioritas, ” kata Defri mahasiswa semester 7 ini kepada monalisa.

Defri merasa aneh dengan pekerjaan proyek PUPR Kota Pematangsiantar, sebab menurutnya pengerjaan pelebaran jalan dengan mengunakan Cor Beton ( Ready Mix) terlalu dipaksakan,pasalnya proyek yang dikerjakan harus mengunakan Ready Mix untuk memenuhi beton Jenis K300 hanya dapat dipesan dengan dukungan peralatan pada satu perusahaan dan harga jauh lebih tinggi dibanding harga kota di medan.

“ Inikan namanya monopoli,untuk memenuhi volume pekerjaan yang dilaksanakan rekanan harus menunggu daftar antri dari “Obor” sementara harga jauh lebih tinggi,untuk 1 M3 mencapai Rp 1,1 Juta,dan harga sangat jauh berbeda dengan harga ‘Kota’ di medan yang hanya Rp 900 ribu dan ini menjadi pertanyaan.Untuk memenuhi K300,menurut petunjuk teknis bisa dikerjakan dengan mengunakan Molen,tapi hal itu tidak dilakukan dengan berbagai alasan oleh Dinas PUPR Kota Pematangsiantar.Sementara ‘Obor’ over kapasitas dalam pengadaan ready mix menyebabkan rekanan harus daftar antri dalam pemesanan ready mix,”ujar Defri.

Defri menilai, PUPR Kota Pematangsiantar ada kerja sama dengan Mitra Jaya Beton (Obor) untuk mengambil keuntungan dalam pengadaan ready mix dengan satu dukungan peralatan pada satu perusahaan saja,” Inikan Monopoli namanya,”tegasnya.(*)

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *