Wednesday, 23/5/2018 | : : UTC+7
Monalisanews
Monalisanews

SUMUT WATCH Usut Dugaan Korupsi PD Pasar Horas Jaya

SUMUT WATCH Usut Dugaan Korupsi PD Pasar Horas Jaya

*Potensi Kebocoran Tahun 2015-2016 Sebesar Rp 8.310.000.000,-

Ketua Sumut Watch Daulat Sihombing SH MH dan Sukoso

Oleh Redaksi

MONALISA | – Ketua SUMUT WATCH Daulat Sihombing SH MH mensinyalir adanya kebocoran anggaran pada PD Pasar Horas Jaya sebesar Rp 8.310.000.000,-,sebelumnya mereka telah melakukan investigasi tentang dugaan penyelewengan dalam pengelolaan sumber sumber keuangan vital pada PD PHJ yang meliputi pengelolaan dan penyertaan modal, kontribusi tahunan hak sewa kios, restribusi harian PKL, kontribusi harian kamar mandi dan parkir, terangnya melalui siaran pers tetulisnya Kamis (4/1/2018) di Cafe Hitam Putuh Jl MH Sitorus Pematangsiantar.

Daulat lebih lanjut menjelaskan, Bahwa hingga Desember 2017,Pemko mengucurkan dana penyertaan modal sebesar Rp 8,5 Miliar dengan rincian 2015 Rp 4 M, tahun 2016 Rp 3 M dan tahun 2017 Rp 1,5 M.

Seharusnya menurut Daulat, dana penyertaan modal adalah sebagai investasi, reinvestasi dan revitalisasi,” Tidak semestinya Direksi PD PHJ menggunakan dana penyertaan modal sebagai dana oprasional. Termasuk Gaji Karyawan.Ini artinya dana tersebut menjadi ajang korupsi sehingga berpotensi kerugian negara,” jelas praktisi hukum Sumatera Utara ini.

Lebih lanjut Daulat dalam siaran Pers tertulisnya menyatakan, Tahun 2015 kontribusi hak sewa BBN Rp 100.000/unit,perpanjangan Rp 50.000/unit,untuk tahun 2016 kontribusi hak sewa, BBN Rp 450.000/unit dan perpanjangan Rp 150.000/unit.Sementara untuk sewa menyewa mencapai Rp 350.000 s/d Rp 500.000./ unit.

Untuk mengetahui data validnya, Sumut Watch telah melakukan investigasi selama satu tahun setengah.” Bukti data temuan ini sudah terkumpul, kita lakukan investigasi lapangan lebih kurang satu tahun setengah,”ujar Daulat menegaskan dalam siaran pers tertulisnya.

Berdasarkan perhitungan jumlah kios produktif yang di kelola PD PHJ dikali kontribusi terendah yang dikutip dari perpanjangan izin maka kontribusi tahun 2015 terkumpul sebesar Rp 290.750.000 dan pada tahun 2016 sebesar 872.250.000/tahun,sementara berdasarkan data dan investigasi laporan keuangan perusahaan perpanjangan hak sewa tahun 2015 hanya sebesar Rp 29.450.000 dan tahun 2016 sebesar Rp 41.900.000.

Bagaimana mungkin begitu jauh perbedaannya dengan hasil investigasi yang kami lakukan. ujar Daulat  menegaskan,”Dirut PD PHJ Kota Pematangsiantar telah melakukan tindak pidana korupsi hasil kontribusi sewa menyewa kios jauh dari perhitungan kios yang dikelola perusahaan daerah selama ini. Kita telah menyiapkan laporan kecurangan keuangan PD PHJ ke Kejaksaan dan Kepolisian,” ungkap Daulat kepada monalisa. (*)

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

www.monalisanews.com