Dua Saksi Berikan Keterangan Awal Hilangnya Kapal KM Mega Top III Di Perairan Pulau Nias

0
364 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | SIBOLGA |- Sesuai keterangan kesaksian yang disampaikan Rahmat Hidayat, dan Jamaluddin, Anak Buah Kapal (ABK) Hot Martua II kapal kecil yang bertambat dibelakang kapal KM Mega Top III sebelum hilang. Sabtu (13/1-2018) di Aula Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, di Kelurahan Pondok Batu Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumatera Utara.

Selanjutnya Rahmat Hidayat warga Gang Prona, Kecamatan Sarudik Tapteng, dan Jamaluddin warga Jalan Selamat, Kota Sibolga ini memberikan kesaksiannya dihadapan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumori SH, Wakil Ketua DPRD Tapteng, Awaluddin Rao ST.

Juga dihadapan Mayor Laut (P) A. Tanjung Palaksa Lanal Sibolga, Kompol Zundi Ghozali Fit Pol Air Bamarkam, Kepala PPN Sibolga Rustardy, A.pi.Spi, Kapten Kapal KN. Nakula, Humas UD Sinar Mas, Aswin Nasution, Boris Simanjuntak PSDKP Sibolga, L.T. Simanungkalit Kodim 0211/TT, dan beberapa orang personil Intelkam Polres Tapteng.

Diterangkan Rahmat Hidayat, dan Jamaluddin kesaksiannya. Saat mereka melintas dan meng-irik (memancing ikan dengan tali pancing yang ditarik kapal). Dengan Radio, Nakhoda KM Mega Top III memberitahukan bahwa kapal mereka mengalami kerusakan.

KM Hot Martua II, tempat kedua ABK ini bekerja menghampiri kapal KM Mega Top III saat itu sedang bertambat di salah satu tuasan (rabo/rumah ikan) disebelah barat laut Lahewa Pulau Nias.

“Kapal kami-pun merapat dan bertambat dibelakang kapal KM Mega Top III. Lalu tekong kami naik ke kapal itu membantu memperbaiki kerusakan yang ada di kapal itu”. kata Rahmad.

Rahmad menyebutkan, “Rabu 3/1-2018” sekitar pukul 17.00 Wib sore hari itu.  Indahrus, Tekong (Nakhoda) kapal kecil KM Hot Martua II, lalu naik kedalam kapal KM Mega Top yang mempunyai 28 ABK itu. Hingga kini Indahrus bersama 28 ABK KM Mega Top belum diketahui keberadaannya.

Berita Terkait: 👉  LPJU Tidak Ada & Pinggir Ditumbuhi Semak Belukar ,Warga Temukan Ular King Cobra sepanjang 4 Meter

“Sekitar pukul 19.00 Wib malam hari itu, badai (angin kencang) datang, lalu kapal KM Mega Top III membuang parasut untuk menstabilkan kapal. Namun, saat itu badai semakin kencang ber-hembus hingga 32-33 Knot per jam”. jelas Rahmad, diamini Jamaluddin.

Jamaluddin menambahkan, seketika itu gelombang ombak laut semakin meningkat mencapai ketinggian 6 sampai 7 meter, melebihi dari gelombang ombak biasanya yang pernah mereka alami.

“Malam itu badai luarbiasa kencang berhembus, mengakibatkan ombak laut mencapai 6 sampai 7 meter. Aku dan Rahmat tertidur, karena tekong kami Indahrus masih berada di kapal KM Mega Top III. Pagi harinya kami bangun sekitar pukul 05.00 WIB, kami lihat kapal Mega Top sudah tidak ada lagi. Sedangkan tali yang kami ikatkan dikapal itu sudah putus”. sebut Jamal.

Selanjutnya Jamal dan Rahmad menggunakan kapal Hot Martua II mengutari sekeliling tempat kejadian untuk mencari, karena tekong mereka Indahrus masih berada didalam kapal KM Mega Top III itu. Namun usaha mereka tidak berhasil menemukan KM Mega Top III.

“Kami sudah mengitari sekeliling, tetapi tidak berhasil menemukan KM Mega Top III, atau suatu tanda tanda. Sehingga kami berikan informasi melalui radio untuk meminta bantuan kepada kapal lainnya. Tetapi tidak membuahkan hasil”. kata Jamal sedih, seraya mengatakan memutuskan Rahmat dan Jamal pulang ke Sibolga.(*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Kecamatan Dolat Rayat Terapkan Teknologi Energi Matahari Untuk Lampu Jalan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY