Aneh Proyek Tahun Anggaran 2017 Masih Dikerjakan,Diduga proyek sudah dibayar lunas

0
116 views

Oleh Redaksi

MONALISA | SIANTAR | – Aneh, Kuasa Pengguna Anggaran dalam hal ini Dinas PU dan Tata Ruang Kota Pematangsiantar tidak memahami perundang undangan tentang pengadaan barang dan jasa atau sengaja melakukan pembohongan publik untuk menutupi dugaan kecurangan dari anggaran yang dialokasikan pada tahun anggaran 2017.

Pasalnya, Hasil Pantoan MONALISA di beberapa titik ruas jalan,sejumlah proyek tahun anggaran (TA) 2017 di Kota Pematangsiantar masih dilakukan pengerjaannya, meskipun masa pelaksanaan pekerjaan sudah berakhir.

Diantara proyek yang masih dikerjakan hingga saat ini, Peningkatan Jalan, Jl Melati Kecamatan Siantar Barat, sumber dana P-APBD SPK. 600/3/SPP-PRJ-BRT/PAPBD/PML/PUPR/XI/2017.tertanggal 27 Nopember 2017 massa pelaksanaan 35 Hari Kelender.dengan biaya Rp 819.999.000.-dikerjakan oleh CV Putra Kota Selaras wakil Direktur Unung Simanjuntak.

Kemudian,Perbaikan Drainase JL Pane Kecamatan Siantar Timur SPK 600/8/SPP-PSDG/TMR-APBD/PUPR/PML/VIII/2017 tertanggal 22 Agustua 2017.dengan biaya Rp 1462.918.000.- Masa pelaksanaan 120 hari kelender yang dikerjakan CV Cavreitta Kencana sebagai Direktur Mawan MH Siringoringo dengan alamat kantor Jl Sei Arakundo Gn Tula No 4A Medan.

Rata-rata progres pengerjaan proyek setelah berita ini dilansir hasil pekerjaan tersebut kisaran  20%. Misalnya,pengerjaan pelebaran jalan melati. “Kami hanya melanjutkan pekerjaan yang tertunda ,” ujar seorang pengawas proyek bermarga Nadeak, Rabu (17/1/2018).

Hal yang sama juga untuk proyek Perbaikan Drainase, Jl Pane Kecamatan Siantar Timur.Pekerjaan baru hanya mencapai 20%.

Informasi yang berhasil dihimpun Tim Monalisa menyebutkan, masa pengerjaan proyek tersebut seharusnya berakhir pertanggal 25 Desember 2017 lalu. Dan, sejumlah proyek yang dilaksanakan pada TA 2017 sudah dilakukan proses administrasi Berita Acara dan pembayaran pekerjaan proyek.

“Proyek TA 2017 seharusnya sudah berakhir pengerjaannya. Dan dilakukan pembayaran sebesar realisasi pengerjaannya,” kata Azhari Nasution yang juga pernah sebagai pelaku usaha jasa pemborongan di Siantar Simalungun.

Berita Terkait: 👉  Paranormal Ikut Serta Dalam Pencarian Korban

Jika dilanjutkan, mesti melalui proses lelang kembali dengan anggaran dana tahun berjalan. “Setidaknya mesti menggunakan dana PAPBD TA 2018,bukan dilanjutkan seperti ini,saya menduga, bahwa proyek sudah dibayarkan sebelum dikerjakan, agar tidak pengembalian uang ke kas negara,” terangnya.

Dari hasil penelusuran Tim Monalisa, bahwa proyek tersebut, sudah dilakukan proses Administrasi Berita Acara (BA) oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Disebut-sebut, untuk proses BA, rekanan sudah mengambil dananya 100% meski belum sepenuhnya dikerjakan oleh rekanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pematangsiantar Jhonson Tambunan mengatakan pengerjaan proyek itu dikenai denda keterlambatan pengerjaan.”Pihak rekanan yang masih mengerjakan proyek tersebut dikenai denda. Sebab masa pengerjaannya telah selesai,” katanya melalui seluler.(*)

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY