Juni 2018 Jalan Tol Ruas Tebing Tinggi – Parapat Dikerjakan PT MHW

0
974 views

Oleh Redaksi

MONALISA | SIANTAR | -Untuk merealisasikan pengusahaan ruas Jalan Tol Kualatanjung – Tebing Tinggi – Parapat, Pemerintah melalui Surat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.KU.09.01-Mn/784 tanggal 23 Agustus 2016, menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen AMDAL  Jalan Tol Ruas Tebing Tinggi – Parapat (Provinsi Sumatera Utara) Yang dilaksanakan di Convention Hall Hotel Siantar Kamis (18/1).

Kegiatan sosialisasi Penyusunan Amdal Jalan Tol ini menghadirkan Direktur Teknik PT HMW Edison W Sinaga,Fahmi Rasyid Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar Jackson H Gultom,

Edison menjelaskan,Bahwa Kementrian PU menugaskan PT Hutama Karya untuk mengusahakan ruas Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat, sebagai tindak lanjut atas Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

“Sedangkan Kualatanjung – Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan Tol Tebing Tinggi – Kisaran. Penugasan kepada PT Hutama Karya (Persero) sebagaimana dimaksud meliputi pendanaan, perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan,”ujarnya.

Sementara Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat adalah bagian jaringan jalan Tol Pulau Sumatera termasuk dalam ruas jalan tol yang ditugaskan pengusahaannya oleh Pemerintah.”Jalan tol ini berada di Provinsi Sumatera Utara tepatnya melewati Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Simalungun, Kota Pematang Siantar, dan berakhir di Kabupaten Toba Samosir,”terangnya.

Untuk Jalan tol Kualatanjung – Tebing Tinggi – Parapat akan menghubungkan koridor-koridor ekonomi di Provinsi Sumatera Utara antara lain Pelabuhan Kualatanjung – Tebing Tinggi – Serbelawan – Pematang Siantar – Seribu Dolok – Parapat!.ujarn Edison menambahkan, “Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat merupakan bagian dari Jalan Tol Tebing Tinggi – Sibolga yang merupakan Koridor Pendukung Jalan Tol Trans Sumatera.” Ungkapnya.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No.117 Tahun 2015 Pasal 4, dalam melaksanakan penugasan PT Hutama Karya dapat bekerja sama dengan pihak lain melalui pembentukan anak perusahaan, dimana PT Hutama Karya menjadi pemegang saham mayoritas.

Berita Terkait: 👉  Koor Mars & Himne Darma Wanita Persatuan Meriahkan HUT Ke-18 Tahun 2017 DWP Tapteng

“Untuk melaksanakan penugasan ruas ini, PT Hutama Karya (Persero) akan bekerjasama dengan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Waskita Toll Road membentuk perusahaan patungan PT HUTAMA MARGA WASKITA atau disingkat PT HAMAWAS dengan partisipasi sebagai berikut :  PT Hutama Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk ,PT Waskita Toll Road,”terangnya lagi.

“Tujuan Rencana Pembangunan Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat  yang merupakan bagian dari jalan tol Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai salah satu upaya penyediaan infrastruktur pengembangan sistem transportasi yang efisien dengan tingkat pelayanan tinggi guna menunjang pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara maupun skala nasional,” jelas Edison sebagai Direktur Teknis PT HMW.

Dalam pada itu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara Fahmi Rasyid menambahkan, Mengidentifikasi rencana kegiatan pembangunan jalan tol yang akan menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan, pada tahap prakonstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi,” Sebelumnya,terlebih dahulu Mengidentifikasi komponen lingkungan yang akan terkena dampak maupun sebaliknya yaitu kemungkinan adanya dampak lingkungan terhadap rencana kegiatan pembangunan jalan tol Memprakirakan dan evaluasi dampak besar dan penting yang ditimbulkan oleh rencana kegiatan pembangunan jalan tol,”ujarnya

Selain itu,Merekomendasikan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang harus dilakukan dalam mencegah dan mengendalikan dampak negatif serta mengembangkan dampak positif. “Memberi masukan bagi pemrakarsa dan instansi terkait terhadap dampak penting yang ditimbulkan oleh pembangunan jalan tol, upaya pengelolaan dan pemantauan pada tahap pra konstruksi, konstruksi dan paska konstruksi,” terangnya.

Acara KONSULTASI PUBLIK Penyusunan Dokumen AMDAL  Jalan Tol Ruas Tebing Tinggi – Parapat (Provinsi Sumatera Utara) rencananya dikerjakan Juni 2018 mendatang menjaring masukan dan permasalahan yang bakal terjadi.Dalam kesempatan tersebut juga dibuka tanya jawab,hal hal yang prinsipil dalam lingkup pekerjaan jalan Tol nantinya.Hadir dalam acara tersebut para pimpinan wilayah Siantar Simalungun  Camat Lurah dan Pangulu Nagori serta perwakilan masyarakat LSM dan PERS yang berdampak dengan wilayah jalur jalan Tol yang akan dibangun.(*)

Berita Terkait: 👉  Kuota Tapteng Terbatas, Gas Elpiji 3Kg Langka

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here