23 “PSK” Yang Berhasil Diamankan ,Dua Diantaranya Positiv Terinfeksi Virus HIV

0
836 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | TAPTENG | – Razia di kafe remang-remang dan Pekerja Sosial Komersil (PSK), tidak hanya  isapan jempol semata. Meski Satpol PP Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumatera Utara ini menghadapi  berbagai tantangan dan perlawanan dari pihak pengusaha kafe saat melakukan razia.

Bahkan, insiden  pemukulan dan intimidasi oleh orang tidak dikenal (OTK) saat melaksanakan razia di Kecamatan Sorkam Tapteng beberapa waktu lalu, tidak membuat surut semangat para penegak perda menjadikan ‘Negeri Wisata Sejuta Pesona’ menjadi daerah yang bersih dari pekat (penyakit masyarakat).

Satpol PP dibawah Komando Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Tapteng, Hikmal Batubara, melakukan penyisiran dibeberapa kafe remang remang, Selasa (30/1) pukul 02.15 dini hari, di seputaan jalan Faisal Tanjung Pandan, lebih akrab disebut kawasan jalan baru Pandan itu, berhasil menjaring wanita hiburan malam.

Dari hasil penyisiran itu, Satpol PP berhasil menjaring 25 wanita yang diduga PSK dan pelayan kafe lalu digelandang ke kantor Satpol PP Tapteng di Pandan, termasuk didalamnya 2 orang wadam (waria/bencong).

Selanjutnya, guna mendapatkan pengamanan dan pemeriksaan darah, Petugas Dinas Kesehatan Tapteng melakukan pemeriksaan di ruangan Satpol PP. Satu persatu ke 25  wanita rawan sosial dan banci ini diperiksa kesehatannya.

Kabid Pencegan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tapteng, Ewiya Laili SKM MKes, menjebutkan. Dari 23 wanita rawan sosial ini, ternyata sesuai hasil pemeriksaan scrining (reaktif terinfeksi cepat), 2 orang diantaranya dinyatakan reaktif terinfeksi virus HIV sekitar 78%.

“Untuk 2 wanita rawan sosial ini akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, dalam penyisiran yang dilakukan dikawasan yang lebih dikenal dengan nama jalan baru itu, 2 wanita dalam kondisi sedang hamil. Kita akan melakukan tahap pemeriksaan di RSUD Pandan”. sebut Ewiya Laili.

Berita Terkait: 👉  Bawaslu Ultimatum KPU ,Berkasnya Tak Lengkap,

Pada kesempatan itu, Kasat Pol PP, Drs Hikmal Batubara, menegaskan, akan terus menyisir ulang tempat-tempat hiburan malam dan tempat maksiat. Karena menurutnya penyakit itu merupakan penyakit menular yang sangat menakutkan.

“Saya akan terus berantas penyakit yang membuat masyarakat terjerumus kepada perbuatan maksiat, apalagi bisa menimbulkan penyakit HIV”. tegas Hikmal, seraya mengatakan, ke 23 wanita rawan sosial dan 2 waria yang terjaring itu, akan dikirim Kds Parwasa, Brastagi, guna mendapatkan rehabilitasi.

Dengan tegas Kasat Pol PP Tapteng itu mengatakan. Meski berbagai tantangan dan perlawanan dari pihak pengusaha kafe untuk menghalang halangi tugas menegakkan Peraturan Daerah (Perda).

Tidak membuat Ciut nyali Satpol PP, kendati-pun itu pernah ada peristiwa penemuan mayat salah seorang wanita pelayan kafe di semak-semak, Satuan Pol PP ini tetap konsisten untuk memberantas keberadan wanita malam yang bergentayangan disejumlah rumah hiburan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here