‘JR Saragih Tutup Mata’, Siswa-siswi SD N 097343 Menjerit ,Ruang Kelas Tempat Mereka Mendulang Ilmu Nyaris Roboh

0
227 views
Bangunan yang lapuk dimakan usia

Jasfer Nainggolan/P Sinaga

MONALISA | Perdagangan |- Permasalahan di dunia pendidikan tak ada henti hentinya, masih banyak gedung SD rusak parah seperti SD N 097343 sejak tahun 1983 belum pernah tersentuh pembangunan.Pembangunan yang tak merata dan masih dipilih-pilih. Adanya hal ini, harus menjadi introspeksi dari Dinas Pendidikan.Pasalnya,satu ruang kelas harus dibagi dua kelompok belajar.

Pembangunan di sektor pendidikan yang menjadi pilar utama Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM dalam upaya mencerdaskan anak bangsa ternyata hanya menyajikan cerita miris bagi 131 Siswa/Siswi sekolah Dasar (SD) N 097343 Desa kampung perlanaan Perdagangan,Perdagangan II Kecamatan Bandar kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan pantoan Tim MONALISA dilapangan,Rabu (7/2/2018).Ruang yang menjadi tempat proses belajar dan mengajar sudah tidak senyaman ruang belajar SD-SD yang ada dikabupaten Simalungun.Murid dan guru pengajar di ruangan kelas tersebut harus ekstra hati-hati sebab plafon, Atap, Seng, dan Tiang penyangga plafon (ASBES)  sewaktu waktu dapat rubuh ,karena lapuk dimakan usia.

Erlina Sinaga S.Pd.SD selaku kepala Sekolah SD N 097343 Desa Kampung perlanaan Perdagangan II. Membenarkan kondisi gedung tiga lokal (Kelas) yang dipimpinnya sudah hampir Rubuh Atap dan Asbesnya. “Ya begitulah. Kondisi kami saat ini Pak,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan,sudah berkali-kali mengajukan Permohonan perbaikan (REHAB) ke Pemerintah melalui Dinas Pendidikan namun hingga kini belum juga ditanggapi (Terealisasi Rehab). “Kami sudah buat Proposal dan diserahkan ke Dinas Pendidikan namun belum ada tanggapan,”jelasnya.

Sri Maini guru Kelas V menambahkan,Kalau kondisi gedung SD N 0 97343 ,Bapak sudah lihat kondisinya,kerusakan cukup parah bagian Atap, Asbes,sejak lima tahun silam.pada massa  itu kayu dan Atap seng untuk penyangga patah, meyebabkan seng terlepas dan Plafon berjatuhan, untung  kejadian itu di luar jam sekolah, sehingga para Siswa/Siswi  tidak ada yang terkena patahan kayu dari Plafon yang jatuh.

Berita Terkait: 👉  Gedung SMP Negeri I Naman Teran Desa Kutarayat Akan Difungsikan

Sri Maini sebagai pengajar berharap sangat kepada Pemkab Simalungun agar lebih Proaktif memantau Kondisi Infrastruktur dan Fasilitas sekolah,”Bagaimana kami akan nyaman mengajar kalau bangunannya seperti ini,kasian anak anak.ruangan harus dibagi dua,karena satu ruangan yang ada sudah tidak dapat dipergunakan.kondisinya sangat memprihatinkan.”Semoga keluhan kami ini cepat ditanggapi Dinas,sehingga kedepan proses belajar mengajar dapat berjalan nyaman,”imbuhnya.

Hal senada dikatakan guru pengajar lainnya,melihat kondisi gedung sebenarnya sudah tidak layak lagi dipergunakan,tapi inilah kenyataan,berulang kali permohonan disampaikan ibu kepala tapi belum juga ditanggapi,”Kalau untuk proses belajar gedung ini uda ga’ layak lagi,”ujar Salma.

Melisa .P. Pohan selalu menyarankan kepada Siswanya untuk belajar di sudut Ruangan yang atapnya masih utuh. Walaupun sering dijatuhi serbuk kayu yang sudah makin lampuk. “Untuk sementara kita mungkin bisa gunakan gedung ini ,’ tapi apa bila, dirasa membahayakan bagi Siswa-Siswi, dan Guru-guru kemana harus dipindah.Mirinya lagi, musim hujan, mobiler dan buku-buku, mata pelajaran disaat pagi hendak belajar semua sudah terendam Air ataupun endapan embun.” kami berharap keluhan kami ini didengar Bupati Simalungun,” harap guru pengajar bidang Agama ini.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here