Bupati Irup Apel Bersama Gerappah se-Kabupaten Sergai,

0
93 views

“Hari ini kita akan mempraktekkan prinsip 3 R yaitu Reuse, Reduce dan Recycle atau diterjemahkan dengan memakai kembali, mengurangi dan mendaur ulang sampah- sampah yang ada yaitu plastik, kaca dan kaleng”

Oleh Budiman Manik

MONALISA | Perbaungan| – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman bertindak sebagai Inspektur Upacar (Irup) pada apel bersama dalam rangka Gerakan Pelajar Peduli Sampah (Gerappah) Tahun 2018 bertempat di Lapangan Segitiga Kecamatan Perbaungan, Rabu (14/2).

Bertindak sebagai Perwira Apel Sugianto, S.Pd dari Dinas Pendidikan Sergai, dan Komandan Apel Muhammad Izha Choir  siswa kelas IX SMPN 1 Perbaungan. Turut hadir Ketua DPRD H. Syahlan Siregar, ST, Kadis Pendidikan Drs. Joni Walker Manik, MM beserta jajaran, perwakilan Kejaksaan dan Polres Sergai, perwakilan OPD, Kepala BNN Drs. Adlin Tambunan, Kepala Bank Sumut Sei Rampah Ahmad Pasundan Tarigan,  Ketua Dewan Pendidikan Sergai Agus Marwan beserta jajaran, Camat Perbaungan Gunawan JW Hasibuan, S.STP, Lurah Batang Terap M. Rizki Nasution, S.STP, unsur Dinas Lingkungan Hidup serta siswa SMP Negeri dan Swasta se-Sergai.

Disela-sela apel tersebut Bupati Soekirman saat menjadi Irup Apel Gerappah memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan Sergai dan seruan semangat untuk para pelajar yang telah menjadi pelopor kebersihan di Tanah Bertuah Negeri Beradat. Hari ini kita akan mempraktekkan prinsip 3 R yaitu Reuse, Reduce dan Recycle atau diterjemahkan dengan memakai kembali, mengurangi dan mendaur ulang sampah- sampah yang ada yaitu plastik, kaca dan kaleng, kata Bupati.

Untuk sampah-sampah itu kita gunakan rumus  P+K+K = G, atau plastik, kaca, kaleng kita masukkan kedalam Goni. Selain itu juga rumus B+O = L, atau diartikan Bahan Organik masuk Lubang,” ujarnya.

Berita Terkait: 👉  Shalat Iedul Fitri Pemkab Simalungun di pusatkan di Rambung Merah

Ditambahkan Bupati bahwa ini adalah dukungan dan bentuk tindakan nyata masyarakat Sergai atas Program Menteri Lingkungan Hidup RI yaitu Tiga Bulan Bebas Sampah (TBSS), selain itu Gerappah adalah salah satu bentuk inovasi menuju Kabupaten Sergai yang bebas sampah dan bersih lingkungan.

Oleh karenanya, Bupati berharap terhadap pola masyarakat dalam mengelola sampah agar tidak banyak membawa plastik-plastik ke rumah, karena secara struktur plastik sulit untuk hancur dan menjadi sampah yang menumpuk.

“Mari kita kembali ke zaman kearifan lokal dahulu saat kita berbelanja membawa keranjang sampah, bukan plastik, serta dihimbau kepada ibu-ibu untuk tidak memakai popok bayi yang tidak ramah lingkungan karena bahan dari popok tersebut sulit untuk dibakar dan dihancurkan disebabkan bahan tersebut mengandung air. Diharapkan dengan kegiatan ini menjadi budaya bagi seluruh pelajar khususnya dan seluruh lapisan masyarakat pada umumnya untuk bersih dan cinta lingkungan,” pungkasnya.

Sambutan Kadis Pendidikan Drs. Joni Walker Manik, MM terima kasih atas kolaborasi dari OPD yang telah mendukung kegiatan Gerappah Tahun 2018 pada hari ini. Kegiatan ini adalah untuk yang kedua kalinya dilaksanakan yang sebelumnya pada 22 Desember 2017 bertempat di lapangan sepak bola Desa Firdaus, Sei Rampah.

Jumlah siswa yang menjadi relawan Gerappah adalah 1.325 siswa yang berasal dari Siswa SMP Negeri dan Swasta se-Sergai. Sedangkan tema dari kegiatan ini adalah “ Saatnya Sampah Menjadi Tempat Yang Ramah” ini bertujuan untuk menanamkan budaya bersih kepada pelajar yang nantinya bisa menularkan kebiasaan tersebut kepada lingkungannya dan pada akhirnya menjadi budaya setelah mereka dewasa nantinya.

Terdapat 7 rute Gerappah Tahun 2018 yang meliputi Pajak Baru Perbaungan, Pajak Lama Perbaungan, Jalan Lintas Sumatera ke arah Desa Jambur Pulau, Jalan Lintas Sumatera kearah Kota Galuh, Jalan Kabupaten menuju SPBU Kota Galuh, Sungai Baung/Istana serta jalan menuju arah Pantai Cermin.

Berita Terkait: 👉  Tugas Pendampingan Babinsa,Bantu Petani Usir Hama Burung

Sampah yang terkumpul nantinya akan dipisahkan menjadi sampah organik dan non organik. Kemudian sampah organik akan didaur ulang untuk dijadikan kompos, sedangkan sampah organik akan ditimbang dan dijual untuk hasilnya disumbangkan kepada kaum miskin yang membutuhkan, kata Joni.(*)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY