Bhayangkari Cabang Simalungun Laksanakan Suntik Vaksin Difteri

0
106 views

Oleh Redaksi

MONALISA | SIMALUNGUN | – Adanya temuan suspect Difteri di Kabupaten Simalungun, menjadi perhatian Bhayangkari Cabang Simalungun.

Untuk mencegah penyebaran bakteri corynebacterium diptheriae,  Bhayangkari mengadakan kegiatan suntik Vaksin Difteri di lingkungan keluarga personil Polres Simalungun Sabtu (17/2-2018).

Kegiatan tersebut diadakan pada saat pelaksanaan acara pertemuan rutin Bhayangkari di Aspol Polres Simalungun.

Dalam kegiatan tersebut, Bhayangkari Cabang Simalungun menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun untuk memberikan vaksin kepada keluarga personil Polres Simalungun.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan, S.IK, MH saat membuka acara didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ibu Gloria Uliningtyas Liberty, Se, Akt dan Kabid P2P Dinkes Pemkab Simalungun SB. Saragih, Skm, menyampaikan rasa terimakasih kepada para Bhayangkari atas kegiatan tersebut, karena dinilai sangat bermanfaat kepada keluarga dan masyarakat.

“Ini merupakan terobosan yang sangat bagus, dimana Keluarga Polres dapat lebih memperhatikan kesehatannya” Ungkap Kapolres Simalungun.

Kemudian Kabid P2P Dinkes Pemkab Simalungun, dalam sambutannya menyampaikan latar belakang pelaksanaan Vaksin Difteri, karena adanya permintaan dari Bhayangkari Simalungun sehubungan ditemukannya Suspect penderita penyakit Difteri di Desa Silulu Kab. Simalungun, dimana menurut Menkes, itu merupakan KLB (Kejadian Luar Biasa).

Lanjut Kabid P2P Dinkes Pemkab Simalungun, Difteri ini menyerang segala usia. Namun yang paling rentan terkena penyakit tersebut adalah orang yang belum pernah menerima imunisasi difteri. Dalam pelaksanaannya, Dinkes Pemkab Simalungun telah menyiapkan 300 vaksin yang akan diberikan kepada keluarga personil Polres Simalungun yang berusia 7-18 tahun ditambah WUS (Wanita Usia Subur).

SB. Saragih, Skm juga menyampaikan penyebab dan ciri-ciri penyakit Difteri. bahwa penyakit difteri disebabkan infeksi bakteri Corynebacterium Diphtheriae dan biasanya menyerang selaput lendir yang terdapat di dalam hidung dan tenggorokan. Ciri-ciri yang mudah dikenali adalah sakit tenggorokan, demam, dan lemas.

Berita Terkait: 👉  OTK Rusak  Kuburan TPU Muslim Simpang Mayang, Aparat Hukum Agar Segera Lakukan Penyidikan

“Terdapat selaput berwarna putih keabuan di bagian belakang tenggorokan yang mudah berdarah. Menyebabkan rasa sakit saat menelan, disertai pembengkakan di leher. Hal tersebut menghalangi jalan napas, menyebabkan penderita sulit bernapas. Bahkan dapat merusak ginjal.”Ungkapnya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here