Kekecewaan Masyarakat Lau Baleng Atas Putusan KPU Terhadap JR Saragih

0
122 views

Oleh Redaksi

MONALISA | LAU BALENG | – JR Saragih dan Ance dinyatakan tak lolos pada Rapat Pleno Terbuka penetapan calon gubernur sumut oleh KPU Sumatera Utara untuk ikut serta pada Pilkada serentak 27 juni 2018 mendatang.Akibatnya masyarakat Lau Baleng, Kabupaten Karo merasa kecewa.

Kekecewaan tersebut terlontar dari warga Desa Lau Baleng Albert Purba, bahwa apa yang menjadi keputusan KPU dianggap tidak wajar.

“Semua orang di Sumatera Utara tahu bahwa Bapak JR Saragih lulusan akademi militer bahkan Beliau (JR Saragih-red) juga menjabat sebagai Bupati Simalungun dua periode. Ini tentu tidak masuk akal buat kami sebagai masyarakat awam,” ucapnya di Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Minggu (18/2/2018).

Diakuinya lagi, bahwa JR Saragih sangat layak memimpin Sumatera Utara terlebih apa yang dilakukan JR Saragih,tidak akan calon calon lainnya sanggup melakukan apa yang telah dilakukannya benar-benar ikhlas dalam melayani masyarakat.

“Jiwa sosial yang dimiliki Bapak JR sudah terbukti, Beliau rela memberikan fasilitas miliknya untuk masyarakat jadi kenapa harus disalahkan persoalan ijazah Beliau,sementara persoalan yang sama telah diputuskan oleh Mahkamah Agung,” bebernya.

Albert menilai apa yang dilakukan oleh KPU Sumatera Utara sangat tidak logis. Seharusnya, KPU lebih cermat dalam menentukan pilihannya.

“Dengan adanya penilaian dari KPU tentu membuat masyarakat Sumatera Utara bertanya-tanya, ada apa dibalik ketidaklolosan Bapak JR untuk maju,” tegasnya.

Selain itu, Warga Desa Tanjung Gunung Ari Sitepu mengutarakan sosok seperti Bapak JR adalah sosok yang dibutuhkan oleh masyarakat apalagi berkaca dari kepemimpinan di Kabupaten Simalungun.

“Sudah nyata dan jelas bahwa apa yang dilakukan oleh Bapak JR terlihat secara kasat mata, masyarakat Simalungun sangat dimanjakan oleh Bapak JR. Belum lagi pelayanan masyarakat yang dilakukan selama 24 jam,” tukasnya.

Berita Terkait: 👉  Giat Kantibmas Polres Simalungun

Sementara itu, Moderamen GBKP Agustinus Purba mengutarakan, masyarakat dalam menjalankan kehidupan terlebih di 2018 Sumatera Utara akan melangsungkan Pilkada.

“Penguatan iman harus dilakukan sejak dini, dengan adanya 10 pendeta yang baru ini membawa efek yang positif buat masyarakat.Pertumbuhan iman dan rasa cinta kasih sayang akan tertanam dengan baik sehingga bisa menciptakan kedamaian serta situasi yang kondusif, apalagi Sumatera Utara akan melakukan Pilkada,” pungkasnya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here