Bupati Bakhtiar Turut Menyambut Jenazah Korban ABK KM Mega Top III Di PPN Sibolga

0
84 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISA | SIBOLGA | – Tim Basarnas yang mengevakuasi mayat diduga ABK KM Mega Top III di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Rabu (21/2-2018) dinihari sekitar pukul 00.15 Wib di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Prov- Sumatera Utara.

Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani tidak enggan, bahkan turut berbaur dengan masyarakat, bersama keluarga ABK KM Mega Top III menunggu kehadiran jenazah korban kapal hilang kontak sejak Rabu (3/1-2018) lalu itu.

Setibanya Jenazah di PPN Sibolga, jenazah langsung dievakuasi ke RSU FL Tobing Sibolga untuk diotopsi. Mobil Bupati Tapteng juga turut mengiringi mobil yang membawa jenazah itu ke rumah sakit.

Sebelum jenazah tiba di RSU FL Tobing Sibolga, para keluarga ABK sudah menunggu sebelumnya. Tampak keluarga dan kerabat ABK KM Mega Top III menyambut antusias kehadiran Bupati Bakhtiar Sibarani ditengah-tengah duka mereka.

Jenazah diduga berjenis kelamin laki-laki itu dijemput tim Basarnas menggunakan KN SAR Nakula 230 dari nelayan kapal pompong KM Berkah asal Aceh. Jenazah itu mengenakan kaos kampanye salah satu pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Tapteng (BADAR).

Menurut informasi yang diperoleh Monalisa News, Jenazah yang menggunakam kaos BADAR itu sebelumnya ditemukan mengapung di koordinat 94 perairan Samudera Hindia Barat Sumatera oleh nelayan Aceh.

Sementara Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja mempersilahkan anggota keluarga satu persatu untuk melihat jenazah tersebut. Namun pihak keluarga yang hadir belum bisa mengenali jenazah karena kondisi mayat sudah membusuk tidak utuh lagi.

Selanjutnya pihak rumah sakit menyimpan mayat di ruang instalasi jenazah RSU FL Tobing Sibolga, untuk ditunjukkan kepada para keluarga ABK yang belum sempat datang melihat guna memastikan mayat tersebut dari keluarga siapa.

Berita Terkait: ­čĹë  Pengurus IWO Hadir di ASEAN Media Forum AMF Singapura

Sebelumnya menurut informasi dari Kakansar Medan Budiawan menjelaskan, mayat ditemukan pertama kali oleh nelayan Aceh di titik koordinat 94 di sekitar perairan Samudera Hindia Barat Sumatera. Kakansar sudah memerintahkan KN SAR Nakula untuk melakukan evakuasi jenazah.

ÔÇťMayat sebelumnya ditemukan nelayan kapal pompong KM Berkah di daerah 94, selanjutnya kita perintahkan kapten kapal KN SAR Nakula Arotama Telambanua yang sudah di standby di Pelabuhan Lahewa Gunung Sitoli bekerja sama dengan TNI AL Gunung Sitoli untuk melakukan penjemputan mayat yang sedang ditarik oleh KM Berkah yang posisi palungnya dalam keadaan tenggelam,ÔÇŁ jelasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here