Menilik Hasil Sewa Lahan 200 Ha Eks Perkebunan Goodyear (Bag I)

0
370 views

Oleh Redaksi

MONALISA | TAPIAN DOLOK | -Terhitung sudah 13 tahun lebih dalam penguasaan Pemkab Simalungun, lahan 200 hektar yang merupakan bekas HGU perusahaan asing PT Goodyear Plantation, hingga kini masih belum jelas pemanfaatannya.

Lahan ini masuk ke dalam penguasaan pemkab pada tahun 2004 lalu, setelah adanya permohonan dari mantan bupati John Hugo Silalahi. Semenjak itu, belum ada konsep pemkab yang pasti agar lahan tersebut bermanfaat dan bisa mensejahterakan masyarakatnya.

Seiring dengan berjalannya waktu Pemerintah Kabupaten Simalungun membuat kebijakan untuk pengelolaan lahan tersebut dilakukan oleh Perusahaan Daerah (PD) Agromadear selaku pengelola aset Pemkab Simalungun.Melalui manageman perusahaan tersebut menyewakan lahan eks PT Goodyear di Kec. Tapian Dolok 200 ha kepada pengusaha dengan harga Rp 3 juta per hektar selama dua tahun mulai tahun 2013-2014.

Kemudian lahan ini,kembali disewakan oleh pengusaha kepada masyarakat dengan harga Rp7 juta per hektar, sehingga memberikan keuntungan kepada pengusaha Rp 4 juta per hektar.Dari total lahan yang ada Pemkab Simalungun seyogiayanya mendapat pendapatan asli daerah sebesar  Rp1,6 miliar untuk dua tahun lahan yang disewakan kepada masyarakat.Namun apa yang terjadi hasil sewa lahan 200 Ha yang jumlahnya cukup lumayan itu raib kekantong oknum pribadi jajaran Direksi perusahaan yang menangani lahan ini.

Setelah adanya masalah atas pengelolaan lahan  yang dilakukan PD Agromedear,Aset tersebut diambil alih oleh Pemkab Simalungun dengan tanggung jawab pengawasannya oleh Kecamatan Tapian Dolok.

Sejumlah warga yang sempat dengan inisiatif sendiri mengelola lahan tersebut, terpaksa berhadapan dengan persoalan legalitas. Tahun 2016 lahan ini seutuhnya dibawah pengawasan Kecamatan Tapian Dolok dengan konpensasi tolak cangkul perhektarnya 4 sampai 7 juta rupiah sebagai PAD hasil pengelolaan lahan 200 Ha.

Berita Terkait: 👉  Edarkan Barang Haram Esron Ditahan Polis

Dari hasil penelusuran Tim Monalisa,ternyata PAD yang  berhasil masuk Ke Kas Derah hanya Rp 4 Juta untuk tahun 2016.Sementara kalau dihitung dari total sewa lahan seluas 200 Ha angka yang harus disetor oleh kecamatan cukup lumayan besar.Yang menjadi pertanyaan, sisa hasil sewa lahan tersebut menguap kemana.

Menurut  berbagai sumber yang berhasil di kumpul oleh Tim Monalisa,ternyata sisa sewa lahan yang telah disetor ke Kas Daerah masuk  kekantong pribadi Camat Tapian Dolok Kandace Naiborhu SE.(Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here