Tambang Emas Martabe Kembali Menggelar E-Coaching Jam (ECJ) pada Pekan Raya Sumatera Utara 2018.

0
100 views

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | -PT Agincourt Resources, sebagai pengelola Tambang Emas Martabe kembali menggelar E-Coaching Jam (ECJ) pada Pekan Raya Sumatera Utara 2018.

Tak tanggung-tanggung ECJ pada tahun ini terdapat tiga sesi yakni dengan topik “Pentingnya K3 dalam Dunia Pertambangan”, “Pengelolaan Lingkungan di Tambang Emas Martabe”, dan “Mengolah Batu Menjadi Bullion”.

ECJ merupakan wadah komunikasi yang memungkinkan para mahasiswa dari berbagai jurusan terutama yang berhubungan dengan dunia pertambangan dari berbagai universitas untuk mendapatkan bimbingan berupa pengetahuan akademis dan pengalaman dari para praktisi dunia pertambangan di Tambang Emas Martabe.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono mengemukakan ECJ merupakan salah satu kegiatan unggulan Tambang Emas Martabe pada booth di PRSU 2018. Lebih dari 100 orang mahasiswa ditargetkan mengikuti ECJ pada tahun ini.

“Mahasiswa pertambangan dapat menggali sebanyak-banyaknya informasi dan keahlian praktis di dunia kerja langsung dari para ahli dari Tambang Emas Martabe. Jika umumnya berbagai pengetahuan pertambangan adalah soal teknis, maka kali ini kami juga ingin berbagi pengetahuan bagaimana praktik kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di pertambangan. Tanpa implementasi K3 yang baik, tidak akan mungkin sebuah perusahaan pertambangan beroperasi dengan maksimal,” ungkap Katarina.

Lebih lanjut, Katarina menyebutkan, hingga saat ini Tambang Emas Martabe terus menerapkan operasional pertambangan berkelas dunia, termasuk untuk aspek K3. Kinerja keselamatan Tambang Emas Martabe bahkan telah mendapatkan skor audit 91% terhadap Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) Minerba yang merupakan standar pemerintah. Skor audit tersebut juga setara dengan peringkat “Emas”.

ECJ pertama kalinya digelar oleh Tambang Emas Martabe pada 2014, dan telah berlangsung selama 4 tahun. Hingga saat ini, telah lebih dari 1.500 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia yang mendapatkan manfaat dari ECJ.

“Tak hanya bagi para mahasiswa, tapi juga kami menjembatani para ahli dan praktisi pertambangan untuk lebih tergerak menyumbangkan pengetahuannya melalui ECJ. ECJ juga merupakan salah satu saluran komunikasi perusahaan dengan pemangku kepentingan yakni para mahasiswa. Pendidikan masih menjadi salah satu sektor fokus Tambang Emas Martabe dalam program pengembangan masyarakat”. tambah Katarina.

ECJ dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 17-18 Maret 2018 di booth Tambang Emas Martabe PRSU 2018. Selain ECJ, di booth Tambang Emas Martabe PRSU 2018, juga akan mengundang pakar kesehatan untuk berdiskusi mengenai kesehatan terkait dua topik hangat yakni pencegahan difteria dan kanker serviks. Kedua sesi tersebut akan dilakukan pada Rabu, 11 April 2018. Pada hari yang sama juga akan disemarakkan Malam Kebudayaan Tapanuli Selatan.

Tambang Emas Martabe juga akan menampilkan hasil operasional dan program pengelolaan lingkungan seperti contoh batuan, bullion, maket tambang, dan tanaman herbarium. Tak hanya itu, ditampilkan pula beberapa produk binaan pengembangan masyarakat.

“Tambang Emas Martabe setiap tahun berpartisipasi di PRSU. Kami berkomitmen untuk selalu menyediakan banyak informasi mengenai tata kelola tambang yang bertanggung jawab serta berbagai bentuk nyata kontribusi perusahaan khususnya terhadap masyarakat lingkar tambang, Tapanuli Selatan, dan Sumut secara keseluruhan,” tutup Katarina.

#Sekilas Tambang Emas Martabe

Tambang Emas Martabe dikelola dan dioperasikan oleh PT Agincourt Resources. Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam (“CoW”) yang ditandatangani April 1997.

Tambang Emas Martabe mulai berproduksi penuh pada 24 Juli 2012 dan per 31 Desember 2017 memiliki sumberdaya 8,8 juta ounce emas dan 72 juta ounce perak. Kapasitas produksi Tambang Emas Martabe lebih dari 5 mtpa bijih yang menghasilkan sekitar 300.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun.

Pada Maret 2016, perusahaan konsorsium pertambangan yang dipimpin oleh EMR Capital, spesialis dana ekuitas pertambangan swasta asal Australia, resmi menjadi pemegang saham utama PT Agincourt Resources.

Kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara (pemda) tidak mengalami perubahan. Lebih dari 2.600 orang saat ini bekerja di Tambang Emas Martabe, sekitar 98% merupakan warga negara Indonesia, dan lebih dari 70% direkrut dari masyarakat di sekitar tambang dan daerah wilayah lainnya. (*)

Baca Juga

Berita Terkait: 👉  Dinas Pendidikan Tapteng Segera Cairkan KIP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here