Target PAD Tak Tercapai,Berdampak Terhadap Pembangunan Di Simalungun

0
238 views
Ilustrasi

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | PAMATANG RAYA | – Kebijakan baru dari Pemerintah Pusat dengan melakukan pemotongan dana bagi hasil (DBH) setiap Kabupaten/Kota, sangat berdampak pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Simalungun yang juga berkurang.Akibat rasionalisasi anggaran yang terjadi sepanjang tahun 2017-2018 ini, banyak program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun yang ditunda dan bahkan dicoret.Dan ini tentu berpengaruh terhadap pembangunan daerah.Informasi ini dibeberkan oleh beberapa Kepala Dinas di Pamatang Raya.

Katanya, program yang dicanangkan Pemkab Simalungun yang ditunda atau dicoret dapat dilihat dari data lelang proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) salah satunya Oprasional BBM mobil Damkar Nol.Apapun program dan cita -cita Pemkab Simalungun sudah pasti akan terganggu dan sulit terwujud dikarenakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia akan memotong kembali terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, yang terdiri atas pengurangan belanja kementerian/lembaga.

“Awalnya dilakukan rasionalisasi dan sekarang dipotong lagi, ini tentunya akan menyulitkan bagi setiap daerah terkhusus Pemkab Simalungun dalam proses pembangunan daerah. Terlebih pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Simalungun juga tidak mencapai target,” ucap Muchlis Ketua Tim Investigasi LSM MASA kepada Monalisanews Senin (30/4/2018).

Namun Muchlis berkeyakinan, dengan pengurangan ini tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat nantinya. “Mudah-mudahan dengan kejadian dan situasi seperti ini masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Simalungun tetap aman dan tidak ada yang namanya kelaparan,” ujarnya.

“Akibat rasionalisasi yang telah dilakukan sampai sekarang berakibat pembangunan daerah tidak berjalan, ini kabarnya mau di potong lagi. Kondisi ini tentu akan menghambat pembangunan kedepannya,” tutur Muchlis.

Muclis juga menyampaikan, saat sekarang ini ditengah kondisi ekonomi yang sedang sulit dan tidak stabil, pemotongan anggaran akan berdampak kepada pembangunan daerah secara langsung. Terlebih lagi pendapatan asli daerah (PAD)Kabupaten Simalungun sekarang yang tidak mencapai target.”Tentunya jika ini terus dipotong, kita cuma bisa punya wacana-wacana yang tidak akan bisa terlaksana,” tandasnya.(*)

Berita Terkait: 👉  Warung Warung Dipinggiran Jalan Lintas Parapat,Rusak Keindahan Kawasan Destinasi Danau Toba

Baca Juga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here