Wabup Tapteng “Miris” Banyak Honor K-2 Tertipu Di Zaman Kepemimpinan RBS

0
248 views

Bupati Bakhtiar: “Jika Ini Berkelajutan Keranah Hukum, Saya Siap Memberikan Pengacara Buat Mendampingi para korban”

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – Setelah pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 (FHK-2) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut, ber-orasi didepan Kantor Bupati Tapteng, Jumat (4/5-2018) pagi sekitar pukul 9.00 Wib di Pandan.

Sekitar 2 jam kemudian, seratusan massa honorer k-2 ini ber-orasi menyampaikan tuntutannya, lalu diterima Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut, Darwin Sitompul, didampingi Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Yetty Sembiring SSTP MM, Inspektur Inspektorat Mangihut Simanullang SE, Kabag Hukum dan Ortala Humanjar Panggabean SH, dan Kabag Humas Fadlan Satia Siregar SSTP di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng.

Dalam tuntutan para honorer k-2 disampaikan melalui Ketua Forum Honorer Kategori 2 PGRI Tapteng, Gideon Purba. Meminta tolong kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng, agar membantu menyelesaikan persoalan penipuan penerimaan CPNS.

Honorer K-2 dilingkungan Pemkab Tapteng ini kata Gideon, korban iming-iming, atau penipuan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab saat penerimaan CPNS Honorer K2 pada 2013 yang lalu.

Mendengar Curahan Hati (Curhat) para guru honorer ini, Wabup Tapteng Darwin Sitompul mengaku “Miris” mendengarnya. Begitu banyaknya guru honor tertipu akibat janji akan diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dimasa kepemimpinan Bupati RBS.

Menanggapi aspirasi para guru honor K-2 ini, Darwin Sitompul mengatakan, atas nama peribadi Wakil Bupati Tapteng, dan atas nama Pemkab Tapteng turut prihatin. Seraya berjanji bersedia membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi Honorer K-2.

Selanjutnya Darwin Sitompul meng-instruksikan Inspektorat Tapteng, Kepala BKD Tapteng, Kabag Hukum agar melakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan, red) kronologis terjadinya iming-iming dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Berita Terkait: 👉  Musrembang Tapteng 2018 Tingkatkan Pelayanan Publik, Penguatan Ekonomi Kerakyatan & Pengembangan Parwisata

Dikatakan Darwin, langkah-langkah yang akan ambil, selaku Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, wajar untuk memfasilitasi apa keluhan masyarakat.

“Itu gunanya kita memimpin di Tapteng ini. Kita harus menerima aspirasi mayarakat, apa solusinya nanti kita rembukkan. Dan sekarang, apa yang disampaikan dan diadukan oleh saudara kita tentang penerimaan CPNS dari jalur honorer K-2 pada tahun 2013. Harus kita terima dan kita cari solusinya” pungkas Darwin.

Sebagian orang ini mengeluhkan tentang penerimaan itu, lanjut Wabup Darwin. Mengenai pembayaran uang untuk masuk jadi CPNS, tetapi sampai saat ini mereka menuntut, karena sampai saat ini tidak ada realisasi yang menerima duit ini.”Mereka ini sekarang mempertanyakan tentang kejelasan penerimaan ini. Selaku pemerintah, kita wajib menerima keluhan masyarakat”. sebut Darwin.

Wabup Darwin menegaskan, Apabila nanti pihaknya melakukan ke ranah Hukum sembari menunggu keterangan dari masing-masing korban penipuan. Selaku Pemerintah Daerah memfasilitasi keluhan ini. Dari keterangan mereka, kita bisa mengetahui siapa yang salah.

Bupati Tapteng, Bahktiar Ahmad Sibarani ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, posisinya sedang tugas diluar kota. Bupati mengaku turut prihatin. Dan bersedia membantu persoalan yang dihadapi Honorer K-2 yang berunjuk rasa di depan kantor Bupati Tapteng.

Dengan tegas Bupati mengatakan, sudah memerintahkan  kepada Inspektorat Tapteng, Kaban BKD Tapteng, Kabag Hukum agar meminta keterangan satu- persatu dari korban penipuan tersebut dan membuat pernyataan di atas materai kronologis terjadinya iming-iming dari oknum-oknum yang tidak bertanggung.

“Saya tidak terima masyarakat saya di tipu oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan jumlah yang cukup banyak, kita akan pasti bantu mencari solusinya”. tegas Bakhtiar.

Bahtiar juga siap mempasilitasi masalah tersebut keranah hukum, jika hak-hak dari pengunjuk rasa tidak di kembalikan dalam waktu dekat ini. Kasihan dengan mereka, yang saat ini banyak terlilit utang di lingkungannya.

Berita Terkait: 👉  Jelang  Bulan Suci Ramadhan Rumah Singgah JR Saragih Siapkan “ Buka Puasa Gratis”  

“Sekali lagi saya tegaskan, kalau kejadian ini bukan di masa pemerintahan kami ya, melainkan di masa pemerintahan pak  Bonaran pada tahun 2013. Jika ini berlanjut kejalur hukum nantinya, kita akan siap memfasilitasi masyarakat dengan memberikan pengacara buat mendampingi korban-korban tersebut”. tandas Bakhtiar.

Amatan MonalisaNews, para Guru Honorer K-2 korban penipuan, dimintai keterangan oleh Tim BKD Tapteng didampingi Plt Kepala BKD Tapteng, Inspektur, dan Kabag Hukum Setdakab Tapteng. dan hasil keterangan tersebut, menjadi bahan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Sekedar mengingatkan pada berita sebelumnya. Ketika dikonfirmasi Monalisa News. Gideon Purba menuturkan, mereka merupakan korban iming-iming, atau penipuan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab saat penerimaan CPNS Honorer K2 pada 2013 yang lalu.

“Yang melapor sama kami baru sekitar 34 orang lebih. Yang belum terdata masih ada juga kita perkirakan 50 orang lebih yang menyetor uang sebesar Rp.105 juta, ada yang Rp.58 juta, dan Rp.35 juta.”Para korban dicari dan didatangi, dijanjikan pada saat itu. Kawan kawan korban ini terlena dan bersedia memberikan uang itu, karena percaya akan diangkat CPNS saat itu. Kita berharap, bermohon kepada Bupati Tapteng, dan Wakilnya, bersedia membantu memfasilitasi kita dengan permasalahan ini”. Katanya.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY