Menilik Kasus Dugaan Dokumen Palsu Ijazah JR Saragih,DPC Pijar Keadilan Meminta Kejaksaan Tinggi Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Bag V)

0
282 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | MEDAN | – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara diminta untuk segera menyerahkan berkas P22 yaitu tentang Administrasi Perkara Tindak Pidana dan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti dugaan kasus legalisir ijazah palsu Bupati Simalungun  JR Saragih yang sebelumnya telah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Ketua DPC Pijar Keadilan Kabupaten Simalungun Edward Sibarani mengatakan,proses penyidikan yang telah dilakukan oleh penyidik Gakumdu telah berhasil mengumpulkan alat bukti pendukung dan sudah ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait dugaan legalisir palsu ijazah JR Saragih dan berkas telah dinyatakan lengkap P21.

“Kejaksaan Tinggi harus mempercepat proses (hukum) JR Saragih,Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti atau P22.Karena kami sebagai masyarakat kabupaten simalungun ingin mengetahui lebih lanjut  dan pasti ,proses hukum yang menjerat Bupati Simalungun, karena hasil peyidikan dari Tim Gakumdu ,gabungan dari Bawaslu,Kepolisian dan Kejaksaan.terbukti JR Saragih mengunakan dokumen legalisir ijazah palsu pada saat proses pencalonan sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara 2018 hingga akhirnya KPU Sumut dalam sidang plenonya memberikan putusan TMS administrasi atau tidak memenuhi syarat untuk menjadi kontestan Pilgub Sumut,” jelasnya kepada Monalisanews Selasa (15/5/2018)  di Kantor DPRD Simalungun Pamatang Raya Sumatera Utara.

Edaward lebih lanjut menjelaskan,Setelah KPU Sumut menyatakan bahwa dokumen JR Saragih tidak memenuhi syarat sebagai calon gubernur sumatera utara 2018,dengan rentang waktu yang telah ditentukan oleh KPU,JR Saragih melakukan gugatan ke Bawaslu Sumut,dari hasil persidangan yang telah digelar memutuskan agar kembali melegalisir ulang ijazah SMA JR Saragih.

“Bawaslu Sumut,memberi waktu kepada JR Saragih untuk melegalisir ulang ijazah yang dianggap tidak memenuhi syarat,dengan tengat waktu 14 hari kerja.Namun dalam perjalanannya,bukan ijazah yang dilegalisir tapi,SKPI (surat keterangan pengganti ijazah) yang diajukan kepada penyelenggara.Aneh,ijazah SMA milik JR Saragih dengan nama “ Jopinus Saragih”,tiba tiba dinyatakan hilang.Apakah ada cerita tersendiri dibalik hilangnya ijazah atas nama “Jopinus Saragih”, jelasnya.

Berita Terkait: 👉  Sekdakab "Berang", Sampai Bulan Ini Capaian Dinas KB Tapteng Masih Sekitar 71%.

Perkara ini dimulai penetapan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) JR hanya karena soal legalisir ijazah. Lalu berlanjut ke sidang sengketa Sentra Gakkumdu di Bawaslu yang memerintahkan JR dan KPU untuk meleges fotokopi Ijazah JR. Kemudian JR tetap di-TMS kan oleh KPU serta JR banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) terkait putusan dimaksud.

“Nah, sebelum putusan PTTUN keluar, JR kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Sentra Gakkumdu yang disampaikan oleh Dirkrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian, yang dinyatakan  bahwa berkas dinyatakan lengkap P21 oleh Kejaksaan.”terangnya.

“Lalu kapan perkara JR Saragih akan disidangkan,Kejaksaan tidak akan mungkin mengeluarkan SP3 terhadap kasus JR,”ujar Edward menambahkan,”Kejaksaan harus segera menyerahkan berkas tahap II atau P22 dan berkas tersebut telah diserahkan kepada pengadilan.Tidak ada cela untuk JR Saragih mangkir dalam persidangan.Apa bila masih juga tetap mangkir dalam persidangan JR Saragih akan dinyatakan (DPO) oleh kejaksaan dan pasti akan dijemput paksa dan ditahan langsung,”tegasnya.

Edward sebagai warga sumatera utara merasa kecewa dan tertipu,atas kasus yang dilakukan Bupati Simalungun,yang mana telah membohongi 2 Juta pendudukungnya,”Kami sebagai warga sumut merasa kecewa,atas apa yang dilakukan JR Saragih dan mengutuk, semoga kasus tersebut segera disidangkan dan mendapat hukuman yang setimpal.Kami berharap agar aparat hukum bekerja profesional dalam mencari kebenaran.Artinya,ini perjalanan pahit Demokrasi di Sumatera Utara.unruk itu agar kedepan calon pemimpin benar benar bersih lahir bathin,” pungkasnya.

SMA tempat JR Saragih disinyalir milik mertua ketua DPRD Simalungun Johalim Purba.

Fenomena perjalanan politik pencalonan Bupati Simalungun JR Saragih  sebagai calon gubernur sumatera utara tahun 2018 semangkin terkuak,.Ternyata ada  bukti baru bahwa SMA tepat Jopinus Saragih mendulang ilmu hingga tamat dan memiliki ijazah yang disinyalir diragukan keabsahannya ternyata milik dari keluarga Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba.

Berita Terkait: 👉  Honor K2 Yang Tertipu Di Zaman Kepemimpinan RBS Unjuk Rasa Ke Kantor Bupati Tapteng

Terkuaknya bukti baru keabsahan ijazah SMA atas nama Jopinus Saragih ketika Monalisanews menyambangi kantor DPRD Simalungun di Pamatang Raya Selasa (16/5/2018).

Bahwa sebelumnya Kamis dua pekan  lalu DPRD Simalungun mengelar rapat pimpinan yang dihadiri oleh para pimpinan dan ketua ketua komisi.Dengan agenda membahas tindak lanjut kasus yang menjerat bupati simalungun.Untuk mengetahui sudah sejauh mana proses, dan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Tim penyidik Gakumdu Sumut.

Sementara menurut keterangan, bahwa jadwal keberangkatan dan SPPD telah dipersiapkan oleh Sekretariat,”Benar telah dijadwalkan keberangkatan para pimpinan, namun tanpa alasan jelas ditunda,kita masih menunggu informasi dari ketua selanjutnya,” ujar sekwan.

Rapat pimpinan dewan tersebut untuk menindaklanjuti adanya kasus bupati simalungun atas dugaan penggunaan legalisir ijazah palsu atas nama Jopinus Saragih yang dipergunakan sebagai persyaratan calon gubsu 2018 oleh JR Saragih yang berujung sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Gakumdu Sumut. Oleh karenanya dewan perwakilan rakyat kabupaten Simalungun melaksanakan fungsinya sebagai perpanjangan tangan masyarakat simalungun untuk mempertanyakan kasus tersebut. (*) (Bersambung)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY