Tugas Pendampingan Babinsa, Hasilkan Panen Melimpah Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Petani

0
47 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | TNI | – Untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama dilahan milik Bapak Blower di Desa Tanjung Kubah, Kecamatan Air putih Kabupaten Batu Bara,Babinsa Koramil 02/AP Jajaran Kodim 0208/Asahan melaksanakan penyemprotan , Sabtu (19/05/2018).

Babinsa Peltu E.Butar Butar menjelaskan kepada petani cara melakukan penyemprotan tepat untuk membasmi hama yang menyerang tanaman padi. Menyemprot adalah kegiatan dalam budidaya tanaman dengan tujuan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang mengganggu tanaman. Sekilas memang  sepele dan siapapun bisa melakukannya.

Prosesnya tidaklah rumit, hanya diawali dengan mencampur pestisida dan air dengan dosis tertentu, dimasukkan kedalam tanki sprayer kemudian disemprotkan ke tanaman padi. Tetapi kenyataannya tidaklah semudah itu,  jika tidak tepat dalam melakukan penyemprotan bisa berakibat fatal.

Ada beberapa teknik dasar yang harus diketahui dalam melakukan penyemprotan tanaman padi yang tepat dan benar, yaitu Waktu penyemprotan, Bagian tanaman yang harus disemprot, perhatikan cuaca, Interval penyemprotan, Kapan tanaman padi harus disemprot ?, Kapan tanaman padi tidak boleh disemprot?, Pestisida yang digunakan, Dosis penyemprotan, Rotasi bahan aktif pestisida.

Peltu E.Butar Butar juga menyampaikan, bahwa proses penyemprotan tidak cukup dilakukan hanya sekali. akan tetapi harus selalu dilakukan pemantauan sehingga bila ditemukan lagi hama dilahan tersebut wajib dilakukan penyemprotan ulang.

Danramil 02/AP Kapten Inf Inf JR. Sinaga memerintahkan agar seluruh Babinsa wajib aktif turun kesawah untuk melaksanakan pendampingan kepada petani.“Hal ini dilakukan untuk mewujudkan swasembada pangan dan pencapaian target serapan gabah produksi tahun 2018 di kecamatan Air Putih,” ujarnya.

Sementara di tempat berbeda,Serda Djunaidi Babinsa Koramil 06/LP jajaran Kodim 0204/Deliserdang, melaksanakan pendampingan menanam padi di sawah milik Ibu Samirah, Kelompok Tani Taruna Jaya di Desa Suka Mandi Hulu Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (19/05/2018).

Serda Djunaidi menjelaskan kepada para petani sebelum melaksanakan kegiatannya yaitu membantu petani dalam penanaman padi tahap II.”Cara yang baik dan benar sesuai dengan pentahapan,Bibit dianjurkan untuk ditanam semuda mungkin, biasanya dipindah saat umur 20 hari,” ujarnya.

Lanjutnya,Bibit ditanam cukup satu bibit  per lubang tanam, dengan posisi tegak dan apabila petani masih belum terbiasa dengan menanam satu bibit, pada tahap awal dapat menanam 2-3 bibit per lubang tanam, dengan kedalaman tanam cukup 2 cm, karena jika kurang dari 2 cm bibit akan gampang hanyut.

“Pengaturan jarak tanam dilakukan dengan caplak, Jarak tanam padi model tegel biasanya 20 cm x 20 cm atau 25 cm x 25 cm. Model sistem tanam jajar legowo juga sudah banyak diterapkan yaitu legowo 2 : 1 (40 x 20 x 10 cm) adalah cara tanam berselang seling 2 baris dan 1 baris kosong. Jarak antar baris tanaman yang dikosongkan di sebut satu unit.Dengan adanya program upsus  pertanian ini, seluruh petani didorong untuk dapat meningkatkan hasil panen yang lebih baik. Karena program ini, mengajak masyarakat petani untuk memandirikan bangsa indonesia. Sehingga bangsa kita tidak akan mengimpor beras dari negara luar, bahkan bangsa kita dapat mengekspor beras keluar negeri,” terang Juanidi.

Kehadiran Babinsa ke sawah sudah tidak asing lagi bagi para petani, karena Babinsa mau terjun langsung membantu para petani dalam mengolah sawah sampai panen. Selain itu,Babinsa juga dilibatkan untuk  mengawasi pupuk bersubsidi yang  diberikan pemerintah untuk para petani.

Dalam pada itu,Babinsa Koramil 14/DMR jajaran Kodim 0204/Deliserdang melaksanakan kegiatan dalam rangka upsus swasembada pangan dengan pendampingan kepada petani milik bapak Sarman yang tergabung kedalam Kelompok Tani mekar sari untuk membersihkan dan perawatan lahan jagung di  Afdiling 6 Dolok Merawan Kecamatan Dolok merawan Kabupaten  Serdang Berdagai, Sabtu (19/05/2018)

Danramil 14/DMR, Kapten Inf Jaswadi mengatakan, pedampingan Babinsa terhadap kelompok tani tersebut bertujuan untuk membantu para petani dalam melakukan penanaman yang sesuai perintah dari Dandim 0204/DS Letkol Inf Asep Hendra Budiana.

Kapten Inf Jaswadi mengatakan, para Babinsa sebelumnya terlebih dahulu mendapatkan pembekalan tentang pertanian dari Dinas Pertanian dan Perkebunan. “Hal ini bertujuan agar para Babinsa dalam melaksanakan program ketahanan pangan nasional dapat memberikan arahan tentang cara bercocok tanam dengan baik, maupun turun langsung ke lapangan melaksanakan penanaman dan perawatan tanaman bersama warga di wilayah desa binaan,” ungkapnya.

Sementara,Serda Iswadi  selaku Babinsa 14/DMR menjelaskan bagaimana cara merawat jagung dengan baik sehingga hasil panen yang sangat memuaskan. Kondisi yang paling sesuai untuk menanam jagung pada kondisi tanah sedang lembab, tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering.

Biasanya petani lokal menggunakan jarak tanam antara 100 cm x 40 cm dan berikan 2 biji pada satu lubang tanam. Untuk kedalaman lubang tanamnya anda bisa menggunakan 3 – 5 cm.

Beberapa bagian yang pertama akan kita berikan pada pemupukan tanaman jagung yaitu pupuk dasar, biasanya pupuk dasar yang diberikan berjenis pupuk organik seperti pupuk kandang, pupuk kompos dan jenis pupuk organik lainnya.

Kemudian tanaman jagung anda akan menyerap beberapa unsur yang dibutuhkan untuk mereka tumbuh besar, unsur ini seperti fosfor, nitrogen dan kalium yang banyak dibutuhkan pada fase pertumbuhan dan nanti ketika pada masa pembuahan.

“Kegiatan ketahanan pangan untuk kemajuan daerah sehingga otomatis perekonomian akan terangkat dan kesejahteraan masyarakat akan muncul. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar sama-sama mendukung kegiatan tersebut demi kemajuan bersama,”pungkasnya (*)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY