Bubarkan Panitia Pembangunan Masjid, Diduga Gerogoti Infaq Umat Untuk Kantong Pribadi

0
291 views

Oleh Ekolin

MONALISANEWS  | TAPIAN DOLOK | – Carut marut pembukuan inpaq masjid, diduga dimanfaatkan segelintir  oknum panitia pembangunan mengambil keuntungan untuk kantong pribadi dengan cara menggerogoti keuangan masjid Al Muchlisin.Pasalnya lembaga yang menaungi kebutuhan masjid dibawah naungan Departeman Agama seperti Badan Kemakmuran Masjid ( BKM ) hingga belasan tahun lamanya tak kunjung dibentuk bentuk.

Akhirnya muncul kecurigaan umat bahwa hasil infaq jemaah yang dikumpulkan selama ini diduga “menguap” kemasing masing kantong oknum panitia pembangunan yang dengan sengaja tidak membubarkan diri untuk membentuk wadah baru dibawah naungan Departeman Agama Kabupaten Simalungun.

Akibatnya menimbulkan reaksi umat Muslim,tokoh agama,tokoh masyarakat di dua kecamatan yaitu Kecamatan Tapian Dolok dan Dolok Batu Nanggar Kab.Simalungun Sumatera Utara.

Alhasil umat muslim di dua kecamatan tersebat akan menggelar mosi tidak percaya kepada pengurus panitia pembangunan masjid Al Muchklisin yang sudah belasan tahun dikuasai oleh panitia pembangunan.

Mosi Tak percaya ini diungkapkan oleh beberapa tokoh agama saat Monalisanews bertemu,sebut saja salah satunya yang biasa dipanggil warga dengan sebutan Bapak Farouq,Bapak Areal,Bapak Ilham Lubis,dan masih ada lagi beberapa tokoh agama yang berkumpul membincangkan keberadaan Masjid Al Mukhlisin.Sabtu,( 19/05/2018 ).

Menurut mereka keberadaan Masjid tersebut merupakan hasil dari gagasan dan musyawarah masyarakat dan tokoh agama yang ada di dua kecamatan.sehingga perkebunan PT Brigestone menghibahkan sebidang lahan untuk pembangunan masjid yang saat ini sebagai tempat ibadah bagi kaum muslimin yang hendak berpergian keluar kota.

Selain tempat beribadah sekaligus sebagai Rest Area bagi para musafir dan warga yang berdekatan dengan lokasi masjid tersebut.

Belasan tahun lamanya, masjid Al Muchlisin dikuasai oleh Panitia Pembangunan, tapi tak juga dibentuk Badan Kemakmuran Masjid ( BKM ).padahal panitia pembangunan masjid saat ini hanya tinggal segelintir orang yang mengelolanya.

Berita Terkait: 👉  MENJAGA KESUBURAN TANAMAN BABINSA BANTU PENYEMROTAN LAHAN JAGUNG

Ini disebabkan faktor pembiaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Simalungun terkhusus Pemerintah Kecamatan dan Pangulu Nagori serta Kandepag Simalungun yang tidak ambil pusing dengan kepengurusan BKM Masjid Al Muchlisin.

Salah seorang tokoh masyarakat dan juga ketua organisasi BKPRMI Dolok Batu Nanggar,Zulham Siregar,kepada Monalisanews mengatakan,Bahwa beberapa organisasi lainnya berserta umat Isalam dalam waktu dekat ini akan mengadakan mosi tidak percaya dengan kepengurusan Masjid Al Mukhlisin.

Menurutnya meraka akan menyampaikan mosi tidak percaya mereka kepada Pemkab dan Kandepag Simalungun,dan kemungkinan besar dalam waktu dekat ini mereka akan mengadakan aksi demo agar segera dibentuk Badan Kemakmuran Masjid ( BKM ) Al Mukhlisin.”Mungkin kami akan aksi dalam waktu dekat ini”.sebutnya.

Beberapa tahun lalu para tokoh agama dan masyarakat pernah melakukan pengecekan pembukuan yang ada di masjid tersebut dan ada kejanggalan kejanggalan yang mereka temukan,namun karena ada pembicaraan tentang perubahan sehingga para tokoh agama memberikan tenggang waktu yang tidak ditentukan.

Hingga berjalannya waktu menurut,Zulham Siregar,dan hingga saat ini sama sekali pihak pengurus yang ada sekarang belum juga mendapatkan kabar dan informasi tentang apa yang telah dibicarakan beberapa tahun sebelumnya dan hal ini menjadi keresahan bagi umat.

Bahkan para tokoh yang ikut andil dalam pembangunan masjid tersebut,pada saat itu sebagai penasehat seperti Bapak Jumsadi ( Saat itu menjabat Camat Dolok Batu Nanggar ),Bapak Amsyah Saragih ( saat itu menjabat Camat Tapian Dolok ) hingga saat ini hanya diam dan seolah olah tidak ingin membubarkan panitia pembangunan yang dibentuknya.

“Ya,Saya sebagai ketua Organisasi Islam merasa sangat aneh saja,masjid itu sudah berdiri 15 tahun tapi kenapa panitia pembangunan belum juga dibubarkan,panitia pembangunan itu dibentuk untuk melakukan pembangunan selanjutnya setelah selesai pasti dibubarkan dan dibentuklah BKM walau nantinya orang orangnya itu juga tapi wadahnya sudah ada,” ujarnya.

Berita Terkait: 👉  Polres Simalungun Berhasil  Cengkram Bandar Narkoba

Lanjutnya,mosi tidak percaya yang akan digelar dengan satun dan damai,namun sebelum nantinya akan dibentuk BKM,umat akan melakukan pemeriksaan pembukuan yang selama ini dipegang oleh pengurus,dalam pemeriksaan pembukuan mereka telah menyiapkan orang orang akuntan.

Tidak hanya itu mereka juga akan melibatkan kepolisian sebab menurut mereka bahwa dana yang ada di masjid tersebut adalah dana umat yang harus dipergunakan untuk kemaslahatan masjid tersebut.

“Mosi tidak percaya ini akan kami lakukan,kami sedang menyusun apa apa yang menjadi keperluan dalam melakukan mosi kami,tentu kami juga membuat laporan dulu ke pihak kepolisian agar nanti tidak akan terjadi hal hal yang tidak diharapkan”.pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here