Ada Cerita Dibalik Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun,Jamuda Sinaga Melawan Maut (Bag I)

0
3.173 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | TIGARAS | – Jamuda Sinaga Siswa SMA Kelas XI Warga Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan  Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun Sumatera Utara,salah satu sekian banyak korban tragedi tenggelamnya kapal kayu KM Sinar Bangun yang berhasil berjuang melawan maut, ganas ombak danau toba pada saat itu.

Pria remaja yang berhasil selamat dari bencana ini,merasa trauma saat menceritakan kejadian tersebut,dengan wajah sedih dan muka sembab.Dirinya bisa lepas dari cengkraman maut dalamnya Danau Toba dan detik detik tenggelamnya KM Sinar Bangun yang overload  kepada monalisanews Selasa (19/6/2018) sore.

Jamuda dengan logat bataknya menceritakan,Kami sudah lama menunggu di pelabuhan Simanindo,untuk menyeberang kembali ke Tigaras,karena mungkin kapal terakhir Anak buah Kapal KM Sinabung memaksa bahwa masih ada tempat,sepeda motor tiga yang kami bawak,dua telah masuk satu sepeda motor tidak bisa diangkut.Akhirnya karena dipaksa,sepeda motor lainnya berhasil masuk kelambung kapal.”Kereta kami akhirnya diangkut,Lang!.”ujarnya dengan terbata bata.

Sejenak Jamuda menerawang mengingat kejadian tragis yang menimpa itonya (kakak) bersama adiknya yang sempat berhasil ditolong dan akhirnya ditelan dalamnya air Danau Toba.

Setelah bergerak,lepas jangkar dari pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir.KM Sinar Bangun bergerak melaju perlahan menuju pelabuhan Tigaras Kabupaten Simalungun dengan jarak tempuh lebih kurang 45 Menit.

Jamuda kembali menceritakan perjalanan KM Sinar Bangun,Setelah jalan,’mulai ketengah,cuaca semangkin memburuk Lang!..awan gelap dan angin mulai kencang,ombak semangkin tinggi menghempas badan kapal,tepat dipertengahan antara simanindo dan tigaras,kapal mulai oleng terhempas ombak.

”Kuliat kapal uda mulai oleng,dihempas ombak,kapal gak sanggup memecah ombak lang,’dengan laju lurus,maksud supir (nahkoda) kapal mau menyusuri ombak supaya kapal tidak terbalik.Tapi naas,kapal yang kami tumpangi,sudah terlalu banyak penumpang apa lagi dengan overloadnya sepeda motor dilambung kapal.tingginya ombak  menghempas badan kapal berulang kali membuat kapal oleng dan langsung terbalik,”Kalau ga salah ingat hitungan menit Lang!.Kapal yang kami tumpangi tenggelam.Karena Aku masih sempat menolong ito dan adikku naik keatas kapal yang terbalik,”ujarnya berkaca kaca mengingat kejadian tragis yang menimpa keluarganya.

Setelah berhasil memegang kedua Itonya Jamuda kembali menceritakan,pergulatannya melawan maut ganasnya ombak Danau Toba.

Berita Terkait: 👉  Hari Ke III, 500 Personil TNI Dikerahkan Dalam Pencarian Korban

Jamuda yang memiliki pengalaman renang didalam danau berhasil memegang kedua tangan Itonya naik keatas permukaan Danau,untuk mencari pegangan kapal Sinar Bagun yang terbalik,tiba tiba kedua kaki Jamuda ditarik sesorang dari dalam air,akibatnya Jamuda kembali tenggelam.

Dengan sekuat tenaganya Jamuda menendang orang yang menarik kakinya dari dalam danau,pergulatan sempat terjadi.dengan segenap kemampuannya akhirnya dia berhasil kembali naik kepermukaan danau,saat itu ombak masih begita kencangnya.’Jelas Jamuda.

Napas yang mulai tersengal sengal agar air danau tidak masuk kedalam pernapasannya,Jamuda sedaya upaya mengerahkan keterampilan renangnya agar tetap bisa terapung diatas permukaan danau.Sebelum berhasil naik kepermukaan dan memegang tangan kedua itonya,pemuda remaja ini sempat terjepit sepeda motor kedua kakinya,dengan panik berusaha melepaskan kakinya yang terjepit dan akhirnya lepas.

“Kakiku terjepit,sepeda motor.walau aku panik’ungkap Jamuda.”Akhirnya kakiku yang terjepit lepas,dan aku mencari cahaya diatas.sekuat tenaga aku berupaya naik,dan akhirnya aku berhasil.Masih kuliat itoku dan tangan mereka kupegang supaya bisa mengapung kubawa kebadan kapal yang terbalik,tapi saat itu kakiku tiba tiba ditarik dari dalam jadinya aku tenggelam lagi.Waktu aku naik Lang!..Ito ku uda ga nampak lagi,”ujarnya terbata bata dengan dialek bataknya.

Jamuda kembali terdiam,seperti mengenang kejadian tragis yang menimpa Itonya.setelah ito nya tidak lagi nampak dari permukaan danau,masih sempat dirinya melihat penumpang lainnya yang berupaya menyelamatkan diri agar tetap bisa mengapung.”Banyak juga penumpang yang masih berusaha mengapung,” ungkapnya.

Tidak selang berapa lama,bantuan datang,KM Sumut I  berupaya mendekati korban yang masih terapung,”Saat itu angin dan ombak sangat kencang jadi jarak kami dengan kapal ferry cukup jauh,setelah dilemparkan pelampung oleh ABK,kedalam Danau,aku berupaya berenang ngejar pelampung itu lang.kalau ga salah ingat ada tiga orang kami.Berenang ,’berupaya meraih pelampung yang berulang kali dilempar oleh ABK.” Ujarnya

“Setelah dapat kuraih,pelampung yang dilempar ABK,aku ditarik Lang,’ naik kekapal Ferry.”ungkapnya.

Berita Terkait: 👉  Menguak Wisata Alam Eksotis Air Terjun Sirantabe

Ditanya penumpang lainnya,Jamuda tidak mengetahui pasti,ketika dengan dirinya saat itu mengapung diatas permukaan danau menunggu tim penyelamat datang.”Aku ga tau nasib mereka,ito ku aja sampai saat ini ga tau dimana,’apa mereka selamat atau tidak,”ujarnya sendu menahan air mata.(*)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY