Ada Cerita Dibalik Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun,KNKT Lakukan Investigasi (Bag II)

0
810 views
berbagai cerita dari korban yang selamat sampai keluarga korban menunggu hasil dari Tim Penyelamat

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | TIGARAS | – Tragedi tenggelamnya Kapal Kayu KM Sinar Bangun telah menjadi berita Nasional.Tangis dan tetesan air mata duka keluarga korban tak henti hentinya mengelayut di pelupuk.Insiden yang menyebabkan puluhan bahkan  mungkin ratusan korban masih dalam pencarian Tim Penyelamat gabungan Basarnas.

Tragedi tenggelamnya kapal Sinar Bangun akhirnya menjadi sorotan Polri, terkait kelebihan muatan atau overload. Polisi akan mencari bukti bukti ada tidaknya unsur human eror atau kelalaian pihak-pihak terkait. Bahwa Polri menerima informasi ada banyak kapal ilegal bermunculan di Danau Toba setiap musim liburan seperti Hari Raya Idul Fitri.

“Memang sesuai informasi di lapangan, banyak kapal-kapal beroperasi di hari raya seperti ini tanpa izin resmi, ini akan kita coba evaluasi nanti untuk kita bisa berikan sanksi bersama stakeholder lainnya,” kata Kepala Bagian Penerangan Satuan, Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri Kombes Yusri Yunus.

Yusri mengatakan, saat ini tim SAR gabungan masih fokus melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam. Setelah itu polisi akan menindaklanjuti ada atau tidak unsur pidana dalam kasus ini.”Nanti kita lihat. Sementara kita masih kemanusiaan dulu untuk mencari korban,” sambungnya.

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB. Kapal tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Korban yang hilang dilaporkan berjumlah 186 orang. Sebanyak 94 orang sudah teridentifikasi, sedangkan 92 orang belum diketahui identitasnya. Sementara itu, korban tewas dilaporkan menjadi 3 orang. Korban selamat disebutkan berjumlah 18 orang.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sejauh ini belum bisa memastikan penyebab tenggelamnya kapal. Tim investigasi sudah diturunkan untuk menganalisis kejadian tersebut.

Berita Terkait: 👉  Tarian Kolosal Tao Toba Meriahkan Hari Sumpah Pemuda ke 90 Tahun 2018

Sementara Imlek Sidabutar salah seorang pengusaha kapal,CV Marihat Permai asal kota Parapat kepada Monalisanews Selasa (19/6/2018) mengatakan,Bahwa kapal jenis Sinar Bangun yang tenggelam,kapasitas penumpang hanya 70 orang dan itu tidak dibenarkan mengangkut sepeda motor,”Kalau sesuai dengan prosedur,kapal tersebut sudah menyalahi,bagaimana mungkin kapal ukuran 24 M dengan penumpang overload seperti itu,dibiarkan berlayar dengan kondisi cuaca ekstrim.sementara standar penumpang maksimum hanya 70 orang.yang menjadi pertanyaannya kemana pengawasan terhadap angkutan kapal ini,”ungkapnya.

Imlek menambahkan,memang kita tidak pungkiri!..momen hari liburan Hari Raya ini sebagai pemasukan besar bagi pengusaha kapal,tapikan harus ada pengawasan melekat sehingga pengusaha harus juga mematuhi prosedural keselamatan penumpang,”Pengawasan ini kadang kala dianggap sepele oleh pengusaha dan dinas terkait.Siapa sih pengusahanya yang tidak ingin omzetnya bertambah,apa lagi memen lebaran seperti sekarang ini.’Secara jujur kami menyalahkan dinas terkait sehingga pegawasan terhadap angkutan kapal terkhusus di pelabuhan Tigaras menuju Pelabuhan Simanindo Samosir sangat lemah.Ini akibatnya!..bagaimana perasaan keluarga korban dengan kejadian ini,”tegasnya.

Bicara tentang keselamatan menurut Imlek,sebagai pengusaha kapal merasa kesulitan SOP yang harus dilengkapi bagi angkutan kapal diperairan danau toba.pasalnya untuk kebutuhan pelampung keselamtan penumpang mereka masih merasa kewalahan untuk memenuhi kebutuhan.Sementara pemerintah sendiri belum ada memberi intruksi SOP standar yang harus dipenuhi oleh pengusaha angkutan kapal.

”Kami dari organisasi angkutan kapal danau toba sudah pernah mengajukan proposal bantuan alat keselamatan penumpang tapi hasilnya Nol.Kalau itu memang harus dibeli!..dibeli dimana,paling tidak pemerintah sudah bisa menyediakan bantuan alat keselamatan penumpang seperti pelampung dan lainnya.Apa lagi Danau Toba sudah menjadi destinasi wisata Nasional seperti yang di canangkan Presiden RI Joko Widodo.Tapi nyatanya kapal yang menjadi satu satunya alat transportasi Danau tidak dibenahi sesuai dengan aturan dan peraturan yang berlaku.akhirnya apa?…puluhan dan bahkan ratusan manusia telah menjadi korban kelalaian dinas terkait,kalau sudah seperti ini kita harus menyalahkan siapa,”pungkasnya.

Berita Terkait: 👉  Resmikan Listrik Tenaga Turbin dan Tidur Dirumah Warga

Sebelumnya, anggota DPRD Simalungun Bernard Damanik, mempertanyakan soal tenggelamnya KM.Sinar Bangun tersebut. Pihak DPRD mencecar petugas terkait manifes penumpang kapal yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Bernard mengatakan, ketika KM Sinar Bangun ini berlayar terungkap  jumlah penumpang yang simpang siur, hal ini membuktikan ada ketidak beresan soal pendataan di kedua pelabuhan. Padahal, data penumpang sangatlah penting bagi keselamatan trasportasi, itu artinya masih banyak kasus yang menunjukan betapa pentingnya data penumpang.

“Kami menduga pihak pelabuhan ataupun pemilik kapal sengaja memasukan data penumpang lebih dari kuota yang di tentukan, sehingga berharap akan meraup pemasukan banyak,” ujar politisi Partai Nasdem ini.

Di tegaskan, bahwa data penumpang biasanya dihubungkan dengan asuransi, apabila data yang tercantum tidak jelas,maka pihak asuransi akan berpikir dua kali. Seperti musibah yang terjadi pada KM Sinar Bangun.

Namun kenyataannya, lanjut Bernard, saat korban di temukan dan telah dievakuasi membuktikan bahwa terdapat perbedaan manifes, sehingga Bernard menduga ada dua kemungkinan kesalahan yang dilakukan pihak pelabuhan dan pihak pemilik kapal.” Untuk itu kepolisian agar melakukan penyidikan untuk nemukan kesalahan,dan memberikan sanksi dan hukuman sesuai dengan perundang undangan yang berlaku,”tegasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here