Ada Cerita Dibalik Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun,” Kalau itu Sudah Kehendak Allah,Kami Ikhlas” (Bag III)

0
1.833 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | TIGARAS | – Mengenang kepergian Veri Depian Panggabean (Veri) anak kandung dari empat bersaudara ini. Ibu separoh baya yang sedang menunggu hasil Tim Penyelamat Gabungan  (Basarnas) di Posko Informasi Pelabuhan Tigaras Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.Ternya ada cerita menarik dibalik kepergian dua sejoli yang direncanakan bulan depan akan melamar Mey Afriana Saragih (Meymey).harus pergi selamanya akibat kelalaian manusia (human error).

Surif Eva Hanum,ibu tercinta yang menyayangi Veri merasa terkejut dan sangat tersayat hatinya.dengan berurai air mata kesedihan mendengar khabar  bahwa anak dengan calon menantunya Meme  Saragih.Ternyata dua dari sekian banyak korban turut serta sebagai penumpang KM Sinar Bangun yang  tenggelam di perariran Danau Toba Senin (18/6/2018) pukul 17.12 Wib lima hari lalu masih juga belum ditemukan oleh Tim Penyelamat ,Jumat (22/6/2018).

Hanum didampingi suami tercintanya Desmanto Panggabean dan Mardianto Panggabean abang kandung Veri mengatakan, tidak ada tanda tanda kepergian mereka libur ke Samosir  untuk tidak kembali lagi selama lamanya berkumpul dengan keluarga.Memang pagi itu,Veri sudah siap mandi dan menanyakan mau kemana?..ternyata Veri sudah janjian dengan Mey dan menunggu dirumah.”Ternyata Veri udah janji sama Mey mau ke Samosir,” ujar Hanum.

Lantas Veri pamit,’tapi tidak seperti biasa!,Dia,menggunakan sepada motor bapaknya menjemput Mey dirumah.”Kenapa kereta Bapak yang dipake,”ujar Hanum kepada Veri.”Nanti kami tukaran,naik kereta Beat punya Meme,”ujar Veri.yang ditirukan ibunya.Lantas Veri pergi menjemput Mey kerumah tinggalnya.

\

 

 

 

 

 

 

 

Hal yang sama juga terjadi,Swartik Ibu kandung Meyme juga merasa heran melihat anak gadisnya pagi pagi sudah bersih bersih,seperti hendak berpergian.”Mau kemana Mey,” tanya ibunya.” Samosir,mak!..sama Veri,”jawab Meme.Ibunya sempat heran,bukan untuk pertama kalinya mereka berdua pergi bersama ke Samosir.

Selang beberapa menit kemudian,Veri sampai kerumah Meme,setelah basa basi,mereka berdua pamit.Tapi sebelum pamit Swratik menahan mereka,”Bentar lagilah berangkatnya,masih ada orang kerja bongkar tenda,”ujarnya.Sambil berlalu Swratik meninggalkan pasangan sejoli ini ,masuk kedalam rumah.

Kepergian Veri dan Meme,tidak di ketahui oleh ibunya,”mereka pergi ga pamit lagi,” ujar ibu Meme.Ternyata ini awal perjalanan,kepergian Veri dan Meme untuk selamanya.

Mendengar khabar,Adanya kapal penumpang jurusan Simanindo Tigaras terbalik di perairan Danau Toba,sontak kedua orang tua Veri dan Meme terkejut,mereka teringat. kedua anak mereka menuju pulau Samosir.

Beredarnya informasi di media sosial adanya kapal tenggelam di perairan danau toba,Mardianto yang selalu aktif mengunakan Gadget mencari informasi kebenaran kabar yang beredar sekaligus menelpon keberadaan Veri dan Meme.ternyata Handpone yang dihubungi dalam keadaan sibuk.”Waktu kutelpon,jaringannya sibuk,bang!..” jelas Dian.

Untuk memastikan kembali,ternyata Meme sebelum kapal yang mereka tumpangi tenggelam sempat memfosting vidio melalui Instagram kondisi cuaca di perairan Danau Toba.isi postingannya,”Oh Tuhaan,angiiiinnn!!!!…ombak naik tinggiiii….” ungkap Dian sambil menunjukan vidio yang berhasil diposting Meme melalui instagram.Ditambah lagi Track melalui GPS perjalanan kedua sejoli tersebut benar berada di perairan Danau Toba. Tepat pukul 17.12 Wib,Veri dan Meme lost kontak.“ Dalam GPS track perjalan Veri dan Meme lost kontak pukul 17.12 Wib,” Jelas Dian lagi.

Kabar hilangnya Veri dan Meme membuat shock kedua orang tuanya,”Malam itu kami langsung kelokasi ,ditepian dermaga.pandangan mata mamak kosong air mata menetes dikedua pipinya.sambil komat kamit mengulung gulung kain sarungnya memandang jauh ketengah danau toba.Sedih kali aku bang,’ liat kondisi mamak,”ujar dian haru.”Sampai hari kelima penyelamatan,kedua adik kami belum juga ditemukan,juga penumpang lainnya,”ungkap Sarjana Geologi ini.

Sementara kedua orang tua Veri dan Meme sedih menahan duka,mereka berharap tuhan memberi mukjizatnya kepada para korban agar cepat ditemukan oleh Tim Penyelamat.”Kami tetap berdoa,semoga ada mukjizat yang diberikan Allah SWT,kalau itu sudah menjadi kehendakNya,kami ikhlas melepas kedua anak kami.Mungkin ini jalannya mereka menghadap kepada Sang Khalik,” ujar ayah Veri yang diamini kedua ibu mereka sambil menahan air mata.

Sholat Gaib

Mendengar kabar bahwa salah seorang  Jemaah Masjid Ubuddyah ada yang menjadi korban tenggelamnya kapal penumpang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba Senin (18/6/2018) lalu,usai shalat jumat.jemaah yang hadir menggelar shalat ghoib memohon kepada allah swt agar doa yang dipanjatkan sampai kepada Veri dan Meme yang jasadnya belum juga ditemukan.

Shalat ghaib adalah Shalat jenazah yang jenazah nya tidak ada di tempat (ada di tempat lain atau sudah di makam kan).

Kegiatan sholat ghaib ini dilaksanakan oleh Jemaah Masjid Ubuddyah Jl Teratai Kota Pematangsiantar Sumatera Utara Jumat (22/6/2018).Atas permintaan keluarga Veri dan Meme.Setelah hari ke lima kejadian tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba.

Hobby Traveling dan Photografer

 

 

 

 

 

 

 

 

Veri dan Meme ternyata memiliki hobby Traveling dan Photografer,dibalik kunjungan mereka berdua ke samosir ternyata meyimpan misi mengumpul berbagai objek wisata untuk diabadikan bersama menjelang perkawaninan mereka.

Hobby Traveling dan Photografer ini sudah mereka geluti sejak duduk dibangku SMA dua belas tahun mereka bersama,berbagai objek wisata telah mereka abadikan.Tidak hanya itu,karya karya yang telah mereka hasilkan sudah banyak terpublikasi diberbagai media sebagai pusat informasi tujuan wisata bagi masyarakat indonesia.

Mardianto Panggabean ST ,kadang geleng kepala melihat hobby  adiknya Veri lebih menjurus kepada Photografer,” Veri bukan hanya sekedar hobby fhoto,ternyata hasil karyanya  sudah menjadi konsumsi publik dan memberikan hasil.Kalau peralatan cameranya udah seperti Photogrfer propesional.Ada kiriman lensa cameranya yang baru belum dibuka,siapalah yang makenya ini bang!,” ujar Dian sambil menghela napasnya berat saat menceritakan kembali hobby adiknya yang mungkin sudah tidak akan kembali lagi berkumpul dengan keluarganya.(*)

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY