“Ikhlaskanlah Kepergian Mereka”

0
78 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS |SIMALUNGUN | – Kerja keras Tim Sar Gabungan dalam melakukan pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun Senin (18/6/2018) lalu hanya berhasil melakukan diteksi kedalaman dan visual beberapa korban dan sepeda motor yang berhasil dideteksi oleh Robotik ROV Basarnas.

Namun muncul persoalan baru,yang menjadi kendala Tim Basarnas cara mengangkut korban yang kondisinya telah menjadi mayat dengan kedalaman 450 M dari permukaan Danau.

Hingga hari ke 14 pencarian,akhirnya ratusan keluarga korban KM Sinar Bangun mengikuti pertemuan yang digelar oleh Pemkab Simalungun,Basarnas, KNKT, Jasaraharja, Polres Simalungun, dan TNI di Balai Harungguan Djabanten Damanik, Pematangraya, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/7/2018).

Sebelum acara pertemuan, para keluarga korban dijamu makan siang. Seluruh keluarga korban duduk di meja bundar yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun.Walau  pertemuan yang dilaksanakan oleh keluarga korban  akhirnya menjadi suatu keputusan berlanjut atau tidak pencarian oleh Tim Basarnas,juga dihadiri pastor, ustaz, suster, dan pendeta.

Pertemuan yang membuat seluruh keluarga korban harap harap cemas mendengar hasil keputusan yang bakal dilakukan langsung dipandu Bupati Simalungun, JR Saragih,intinya  mengajak seluruh keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun atau  sebanyak 164 jiwa untuk mengkhilaskan kepergian korban.

Sebelumnya JR Saragih terlebih dahulu menceritakan apa yang menjadi kendala dan sulitnya medan untuk mengevakuasi korban dikedalaman 450 M ,posisi jenazah yang berhasil dideteksi melalui ROV didasar danau membutuhkan alat khusus.Ia mengatakan jika penarikan tetap dilakukan maka tubuh korban akan hancur. Apalagi, kondisi mayat korban telah membusuk.

“Kalau Pukat  menarik, jenazah itu hancur. Apalagi jenazah sudah memuai telah menjadi pembusukan. Saya mengajak seluruh bapak ibu memberi keikhlasan dari dalam hati kita masing masing. Kalau dipaksakan saya prihatin. Untuk itu, saya sebagai pemerintah mengajak seluruh keluarga memahami betul kondisi medan ditemukannya jenazah para korban. Kita sudah dua kali memperpanjang, tapi sampai saat ini belum dapat diupayakan dan hasilnya masih nihil,”ujarnya seraya mengucapkan turut berduka sedalam dalamnya atas tragedi KM Sinar Bangun.

Berita Terkait: 👉  Coba Culik Anak 11 Tahun, GS Digelandang Kepolsek Bangun

JR Saragih menyatakan sebagai perwakilan kepala daerah yang berada di kawasan Danau Toba ikut merasakan kesedihan. Katanya, Pemkab Simalungun telah mendirikan bendera setengah tiang untuk mengenang tragedi ini.

“Bahwa duka yang terjadi bukan hanya duka keluarga tetapi duka pemerintah. Kita sudah buat bendera setengah tiang untuk keluarga kita yg bersama dengan Tuhan,” katanya.

JR Saragih juga menyampaikan akan menjamin bantuan dana bagi keluarga korban jiwa dan hilang.

“Kita jangan larut dalam kesedihan dan kesusahan. Sesungguhnya mereka sudah bersama Tuhan sesuai dengan keimanannya masing-masing,”pungkasnya.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here