Wabup Darwin Sitompul, Buka Workshop Kampanye Dan Introduksi MR

0
116 views
Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul, Kadis Kes) Tapteng, Nursyam SKM MKes, Kapolsek Pandan, berpose dengan Narasumber Workshop, Ewiya Laili SKM MKes. Narasumber dari Dinkes Provinsi Sumut, dr Kristinus Rumahhorbo, serta dr Cut Kartika HS.

Oleh: Syarifuddin Simatupang

MONALISANEWS | TAPTENG | – “Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR). Adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal, sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus Campak dan Rubella pada usia 9 bulan sampai dengan lebih kecil dari 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya”. kata Wakil Bupati (Wabup) Tapteng Darwin Sitompul.

Imunisasi ini sifatnya, wajib dan tidak memerlukan individual informed consent. Kegiatan kampanye imunisasi MR ini dilaksanakan dalam dua fase.”Yaitu, fase I pada bulan Agustus – September 2017 di seluruh Pulau Jawa. Dan fase ll pada bulan Agustus – September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua”. kata Darwin Sitompul pada acara seminar Workshop Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumut tahun 2018, Selasa kemarin di Grand Ball Room PIA Hotel Pandan.

Wabup Tapteng mengharapkan, Kampanye Imunisasi MR ini sangat memerlukan upaya penggerakan masyarakat, melalui strategi komunikasi interpersonal yang baik. Serta didukung oleh media massa dan kegiatan lainnya yang bertujuan mensosialisasikan Kampanye Imunisasi MR kepada masyarakat.

“Dengan kegiatan mobilisasi masyarakat, diharapkan agar masyarakat sadar dan mau membawa anaknya yang berusia 9 bulan sampai < 15 tahun ke Pos Pelayanan Imunisasi selama masa kampanye untuk mendapatkan imunisasi MR,” harap Wabup Darwin.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Tapteng, Hj Nursyam SKM MKes dalam laporannya dipaparkan, pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2018.

“Bahwasanya, Indonesia dalam hal ini Kementerian Kesehatan, telah menetapkan titik berat program kesehatan yang harus segera dicapai. Yaitu pengendalian Tuberkulosis, penurunan Stunting, dan peningkatan cakupan dan mutu imunisasi”. papar Hj Nursyam.

Berita Terkait: 👉  Pemkab Simalungun mendapat opini Wajar dengan Pengecualian (WDP)

Indonesia berkomitmen, lanjut Kadis Kes, Hj Nursyam, terhadap mutu pelayanan imunisasi dan untuk mencapai eliminasi campak, dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome pada tahun 2020.

“Strategi yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, adalah melalui penguatan imunisasi rutin untuk mencapai cakupan. Imunisasi campak ≥ 95% merata di semua tingkatan. Pelaksanaan crash program campak pada anak usia 9-59 bulan, di 185 kabupaten/kota pada bulan Agustus – September 2016,” jelasnya.

Masih menurut Kadis Kes Hj Nursyam, pelaksanaan kampanye vaksin Measless Rubella (MR) pada anak usia 9 bulan, hingga 15 tahun secara bertahap dalam 2 fase. Meliputi Fase I pada Agustus – September 2017 di seluruh Pulau Jawa. Dan Fase Il pada Agustus – September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

“Introduksi vaksin MR ke dalam program imunisasi rutin pada bulan Oktober 2017 dan 2018, surveilans Campak Rubella berbasis kasus individu/Case Based Measles Surveillance (CBMS). Surveilance sentinel CRS di 13 RS, Kejadian Luar Biasa (KLB) campak diinvestigasi secara penuh”. kata Hj Nursyam.

Kadis Kesehatan Tapteng ini juga mengungkapkan, dalam rangka keberhasilan pelaksanaan kegiatan Kampanye Imunisasi MR pada Agustus – September 2018.”Telah dilakukan berbagai kegiatan, diantaranya Workshop Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) pada Mei dan Juli 2018, yaitu hari ini dengan mengundang lintas sektor dan lintas program terkait”. ungkap Kadis Kes Tapteng.

Bertindak sebagai Narasumber pada Workshop ini, Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Tapteng, Ewiya Laili SKM MKes. Narasumber dari Dinkes Provinsi Sumut, dr Kristinus Rumahhorbo, serta dr Cut Kartika HS, selaku Fasilitator MR dari Puskesmas Sarudik.

Hadir pada acara tersebut, mewakili Ketua TP-PKK Tapteng, para dokter dan Kepala Puskesmas se-Tapteng, mewakili OPD teknis terkait di lingkungan Pemkab Tapteng, berbagai organisasi profesi di bidang kesehatan meliputi Ketua IDI Tapteng, Ketua IBI Tapteng, dan Ketua PPNI Tapteng.(*)

Berita Terkait: 👉  Bubarkan Panitia Pembangunan Masjid, Diduga Gerogoti Infaq Umat Untuk Kantong Pribadi

Baca Juga

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY