DIDUGA IZIN CAMAT , PAGAR PEMBATAS JALAN PROVINSI DI RUSAK WARGA

0
92 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | PARAPAT | – Maraknya pembangunan Kedai Kopi disepanjang jalan di kawasan Batu Gantung, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dinilai mengusik situs Geopark Batu Gantung.

Kedai – kedai liar tersebut berdiri diatas  bahu jalan yang terjal dan tentunya  sangat membahayakan bagi keselamatan pengunjung .Pasalnya kedai yang dibangun tidak memiliki standar maximum terhadap guncangan gempa.

Menurut  Mikhael Benjamin Sinaga ahli waris O Baganding Sinaga pengelola kampoeng Sibaganding Sosor Nakka,lokasi disepanjang jalan kawasan Batu Gantung sering terjadi longsor akibat kelabilan struktur tanah setiap musim penghujan.”Sudah tiga kedai roboh,” ujar pemuda yang berdomisili di Jakarta utara ini.

Di tambahkan nya lagi, bahwa beberapa pedagang liar tersebut mengaku memiliki IMB dan izin usaha. Namun saat dikonfirmasi, mereka tidak mampu menunjukkan dokumen yang dimilikinya. Rencana pemerintah menjadikan kawasan Danau Toba sebagai Parawisata Geopark dunia dari UNESCO pun terancam gagal kembali.

Pantauan MonalisaNEWS,Selasa (7/8/2018), terdapat lebih dari 30 kedai disepanjang panatapan yang dimiliki oleh oknum – oknum penggarap, salah satunya bernama Herlina Butar butar yang mengusahai kedai “Putra Kembar”.

Ironisnya  para penggarap semangkin menjadi jadi dan diluar kendali. Pagar pengaman jalan ini dipasang dengan maksud untuk memeperingatkan pengemudi akan adanya bahaya (jurang) dan melindungi pemakai jalan agar tidak sampai terperosok. Umummnya dipasang pada bagian-bagian jalan yang menikung, baik terdapat jurang mupun tidak, yang dikombinasikan dengan pemasangan rambu (chevron). Dapat juga dipasang pada jalan-jalan lurus dimana di sisi jalan terdapat jurang ataupun sisi jalan yang terdapat perbedaan ketinggian dengan badan jalan yang dapat membahayakan pemakai jalan.Ternyata telah dirusak  dan dicopot warga penggarap.

Berita Terkait: 👉  Ada Cerita Dibalik Tragedi Tenggelamnya KM Sinar Bangun,'Kekuatan Tersembunyi' Didasar Danau Toba (Bag V)
Camat Girsang Sirpangan Bolon,Boas Manik

Camat Girsang Sirpangan Bolon,Boas Manik  ketika dikonfirmasi dengan media mengatakan,dia tidak  tahu menahu dengan pagar pengaman jalan yang dirusak dan dicopot warga, kita akan mengecek nanti kelapangan,dan masalah izin kedai yang ada di arel panatapan saya tidak tau.karna saya baru lima hari  menjabat camat  Girsang !.ujarnya.

Inilah Type pejabat Pemkab Simalungun dalam hal ini Camat Girsang  Boas Manik,menyikapi persoalan terkait  adanya perusakan aset  milik pemerintah,selalu alasan klise yang menjadi andalan pejabat Pemkab Simalungun,”Saya baru sekian hari menjabat ,saya baru menjabat camat,saya……dan saya,” akhirnya menjadi tameng.

J Sinaga salah seorang warga setempat kepada media  mengungkapkan, bahwa sepengetahuannya, bangunan-bangunan tersebut liar dan tidak memiliki izin.

Dijelaskannya, kalau tidak salah pada tahun 2005  Sudah 3 kedai rumah makan rubuh ke Danau Toba dan merusak situs Geopark Batu Gantung. “Penyebabnya, ya karena tanah tersebut tidak mampu menahan beban bangunan. Memang sebenarnya lokasi itu tidak sesuai untuk dibangun kedai semacam itu,” oleh karena kejadian tersebut pemerintah kecamatan Girsang mengeluarkan surat penyetopan  pembangunan di areal tersebut.’ jelasnya.

“Sangat disayangkan program Presiden Joko Widodo untuk pariwisata Danau Toba terhambat oleh oknum – oknum yang  ingin mencari keuntungan pribadi membuat kedai liar semacam ini. Tentunya tidak sesuai untuk standar Geopark,” sambung Sinaga menambahkan.

Dari hasil investigasi Monalisanews dilokasi,telah terjadi pengerusakan pagar pembatas jalan kurang lebih 3 km di sepanjang jalan nasional Pematangsiantar – Parapat yang dirusak untuk pembangunan kedai liar yang ada di Nagori Sibaganding.

Sebagai bukti,ditemukan Pagar pembatas jalan  yang telah dirusak dan dibuang di lereng bukit di sebelah kedai “Putra Kembar” yang diusahai oleh HB. Diduga Pagar pembatas dirusak  saat ia memperlebar kedai rumah makan panatapan tempatnya berusaha.

Berita Terkait: 👉  Bupati Samosir Ramah Tamah Dengan Tenaga Kesehatan

Terkait pengrusakan pagar pembatas jalan di sepanjang jalan,tempat lokasi kedai liar yang semangkin menjamur,Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun Ir Ramahdani Purba kepada media mengatakan,Masalah pengrusakan tersebut saya belum mengetahuinya ,’ungkapnya melalui sambungan seluler.(*)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY