Warga Tapteng Minta KPK Tangkap Bakhtiar Ahmad Sibarani, Terkait Kasus Suap Mantan ‘Ketua MK ‘ Akil Mochtar

0
61 views

Oleh Redaksi

MONALISANEWS | Jakarta | – Ratusan warga dari Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tapanuli Tengah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menangkap , Bakhtiar Ahmad Sibarani karena terlibat kasus suap mantan Ketua MK M. Akil Mochtar, beberapa tahun lalu.

Warga Tapteng dalam aksinya menggelar tarian Tor-tor Somba-somba di depan Gedung  Merah Putih (KPK) Jakarta,meminta kepada  Tuhan Yang Maha Esa (YME) membukakan hati dan hidayah pimpinan KPK untuk segera menyelesaikan kasus yang melilit  Bakhtiar Ahmad Sibarani yang saat ini menjabat Bupati Tapanuli Tengah.

“Kita menari Tor-tor Somba-somba untuk memohon agar Tuhan YME membukakan pintu hidayah pimpinan KPK agar menyelesaikan kasus yang menjerat Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani,” ujar Koordinator Aksi Joko Pranata Situmeang di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Menurut  Joko, fakta – fakta atas keterlibatan Bakhtiar Sibrani sebagai pemberi suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M.Akil Mochtar pada Sengketa Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2011 terungkap di pengadilan. Apalagi para saksi juga sudah disumpah dan mengakui adanya praktek suap tersebut. Oleh karenanya pihaknya  menanyakan kenapa KPK belum juga menindaklanjuti bukti – bukti tersebut.

“Kami minta pimpinan KPK harus mendengar permintaan dari masyarakat Tapteng sesuai norma dan kaidah hukum yang berlaku. Apalagi Bonaran, mantan Bupati Tapteng dan Akil Mochtar juga sudah dipidana terkait suap Pilkada Tapteng 2011 itu,” ujarnya.

Selama ini, sambung Joko, KPK menggembar gemborkan keberhasilan melakukan OTT kepada beberapa pejabat Negara termasuk Bupati Pangonal Harahap dengan bukti yang reltif kecil yakni Rp.500 juta akan tetapi tidak mampu menuntaskan kasus suap Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani yang mengaku dihadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor dibawah sumpah adalah pihak pemberi suap kepada Akil Mochtar sebesar Rp.1,8 Milyar.

Berita Terkait: 👉  Serah Terima Kunci Bedah Rumah Gema Pesona

“Jika dilihat dari jumlah barang buktinya jauh lebih besar uang suap yang diberikan oleh Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani yakni sebesar Rp.1,8 Milyar, dibandingkan dengan OTT yang hanya sebesar Rp.500 juta,yang dilakukan oleh Bupati Labuhan Batu,” jelasnya.

Joko mengatakan, saat ini Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani berkuasa selaku Bupati yang aktif, sehingga masyarakat Tapanuli Tengah sangat khawatir bahwa Bakhtiar Ahmad Sibarani akan mengulangi perbuatannya.

Padahal KPK sudah memiliki lebih dari 2 (dua)  alat bukti yang sah sehingga tidak beralasan KPK tidak segera menuntaskan kasus ini dengan cara melakukan penahanan terhadap Bakhtiar Ahmad Sibarani.”Hal ini semata-mata demi menyelamatkan uang negara,” tegasnya.

Aksi Tor-tor Somba-somba di KPK merupakan aksi yang ke- 7. Sebelumnya aksi pertama digelar pada 12 Juni 2015, aksi ke-2 pada 6 Agustus 2015, aksi ke-3 pada 16 April 2018, aksi ke-4 pada 26 April 2018, aksi ke-5 pada 9 Mei 2018 dan aksi yang ke -7 tanggal 16 Mei 2018. Warga Tapteng akan terus berdemo guna mengetuk nurani pimpinan KPK agar adil dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here